Perbedaan Otak Besar dan Otak Kecil Terlengkap

Diposting pada

Otak Besar dan Otak Kecil : Perbedaan, Fungsi dan Perkembangan adalah suatu organ penting dari tubuh manusia, merupakan pusat sistem syaraf yang mengatur gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh serta melatih emosi, ingatan dan motorik.

otak-besar-dan-otak-kecil


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 4 Fungsi Otak Manusia Secara Umum Menurut Para Ahli


Pengertian Otak

Otak adalah benda putih yg lunak terdapat di dalam rongga tengkorak yg menjadi pusat saraf; benak(n) ; ki alat berpikir; pikiran; benak (Kamus besar Bahasa Indonesia)

Otak adalah suatu organ penting dari tubuh manusia, merupakan pusat sistem syaraf yang mengatur gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh serta melatih emosi, ingatan dan motorik.  Otak adalah pusat sistem saraf  pada vertebrata dan banyak invertebrata


Otak adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron.

Secara umum Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

  1. Cerebrum (Otak Besar)
  2. Cerebellum (Otak Kecil)
  3. Brainstem (Batang Otak)
  4. Limbic System (Sistem Limbik)

Fungsi Otak

Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian terbesar dari otak manusia adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, menalarkan, mengingat, membayangkan,serta merencanakan masa depan.

  1. Otak adalah pusat kendali seluruh aktivitas manusia. Otak juga menentukan kesehatan fisik maupun psikologis manusia. Jika Otak Anda sehat maka bisa menunjang kualitas kesehatan Anda lebih baik. Namun, jika Otak Anda bermasalah maka bisa berdampak negatif pada kesehatan tubuh dan psikologis Anda.
  2. Otak adalah organ manusia yang paling penting. Jika Otak Anda berhenti bekerja satu detik saja maka tubuh Anda akan mati. Sebab Otaklah yang menentukan bagamana Anda berfikir, merasakan, bertingkah laku, menyikapi sesuatu baik masa lalu atau masa depan.
  3. Otak manusia terdiri dari batang otak, sistem limbik, dan neokorteks . Neokorteks inilah yang membedakan otak manusia dengan otak makhluk lain. Manusia disebut manusia karena memilki otak berpikir atau neokorteks.
  4. Otak adalah organ manusia yang paling rumit untuk dijelaskan, butuh waktu berhari-hari untuk menjelaskan secara detail tentang Otak. Oleh karena itu, kami akan menjelaskan bagian-bagian otak tersebut secara garis besar saja, untuk memberikan pemahaman kepada Anda betapa luar biasanya Anugerah Tuhan yang satu ini.

Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika.


Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).

Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.

Otak besar (cerebrum) serta otak kecil (cerebellum) mempunyai perbedaan didalam fungsinya di masing-masing otak. Otak atau (ensefalon) adalah suatu organ terbesar serta paling kompleks diantara dari seluruh sistem saraf.


Rata-rata dalam volume otak orang dewasa itu kurang lebih 1.350 ml(mililiter). Otak tersebut dilindungi oleh

  1. tulang tengkorak (kranium),
  2. selaput otak (meninges),
  3. cairan serebrospinal.

Otak itu terletak didalam suatu rongga kepala. Otak itu terbagi menjadi tiga bagian yakni :

  1. otak
  2. otak tengah
  3. otak belakang (otak kecil).

Otak besar serta otak kecil adalah bagian terpenting didalam sistem saraf serta juga merupakan bagian utama didalam otak.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Fungsi Batang Otak Dalam Biologi


Perkembangan Otak

Otak adalah organ yang paling penting dalam tubuh manusia. Organ inilah yang mengontrol seluruh kerja tubuh. Proses pembentukan sel-sel otak ini hanya terjadi sekali seumur hidup, yakni sejak dari kandungan hingga usia kurang lebih tiga tahun. Sel-sel otak yang mati tidak dapat tergantikan oleh sel yang baru.


Setelah sel-sel otak selesai terbentuk, sel-sel tersebut akan terus bertambah besar dan kompleks dengan jumlah lebih dari 10.000 milyar sambungan antar sel. Perkembangan sel-sel otak sangat tergantung dari setiap rangsangan yang diterima, baik rangsangan yang positif maupun negatif dari sekelilingnya.

Otak manusia terbagi atas 2 bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri mengatur cara berpikir logis, kemampuan kognitif, dan menganalisa yang memungkinkan seseorang mempelajari bahasa dan matematika. Sedangkan otak kanan menghasilkan pikiran-pikiran kreatif dan artistik, seperti emosi, musik, dan intuisi.


Bagian otak untuk berpikir disebut Korteks atau neokorteks, adalah jaringan berlipat-lipat yang tebalnya kira-kira 3 mm, yang membungkus hemisfer-hemisfer. Sementara hemisfer serebral mengendalikan sebagian besar fungsi tubuh mendasar seperti gerak otot dan pencerapan, korteks memberi makna apa yang kita lakukan dan cerap. Korteks juga berperan penting dalam memahami kecerdasan emosional. Korteks memungkinkan kita mempunyai perasaan tentang perasaan kita sendiri, memahami sesuatu secara mendalam, menganalisis mengapa kita mengalami perasaan tertentu, dan selanjutnya berbuat sesuatu untuk mengatasinya.

Bagian otak yang mengurusi emosi adalah sistem Limbik. Sistem Limbik terletak jauh dalam hemisfer otak besar dan terutama bertanggungjawab atas pengaturan emosi dan impuls.


Adapun tahap-tahap pembentukan dan perkembangan antara lain :

  1. Usia 3-4 minggu kehamilan
    Pembentukan dan perkembangan otak manusia dimulai dengan pembentukan lempeng saraf ( neural plate ) pada 3-4 minggu usia kehamilan. Lempeng saraf ini kemudian menggulung membentuk tabung saraf ( neural tube ).
  2. Usia 2-3 bulan kehamilan
    Pada 2-3 bulan usia kehamilan mulailah terlihat cikal bakal otak besar di ujung tabung saraf, yang selanjutnya terbentuklah batang otak, otak kecil ( serebelum ) dan bagian-bagian lainnya.
  3. Usia 3-4 bulan kehamilan
    Pada usia kehamilan 3-4 bulan terjadi proses produksi dan penambahan jumlah sel saraf (proliferasi ).
  4. Usia 4-5 bulan kehamilan
    Pada usia kehamilan 4-5 bulan berlangsung migrasi atau perpindahan sel saraf.
  5. Usia 5 bulan kehamilan
    Pada usia 5 bulan kehamilan dan beberapa tahun setelah kelahiran berlangsung proses perubahan sel saraf ( deferensiasi ), pembentukan jalinan saraf ( sinapsis ) dan pembentukan selubung sel saraf ( mielinisasi ). Proses penambahan jumlah sel saraf telah selesai beberapa saat setelah bayi dilahirkan, dan pada usia 2 tahun tidak akan bertambah lagi jumlahnya.

Proses dasar morfogenesis/struktural otak ini juga dikontrol secara genetik. Walau demikian, kemampuan mencapai perkembangan otak seorang anak yang optimal dalam hal struktur dan kemampuan fungsional ( cognitif ) juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Dalam dunia genetika di rumuskan :

F = G + L

dimana F= fenotif/ sifat-sifat yang teramati
G= faktor genetis / keturunan
L= faktor lingkungan baik biotik maupun abiotik


Jadi optimal tidaknya pebentukan dan perkembangan otak manusia ditentukan oleh kedua faktor tersebut ( G + L ) yang saling berinteraksi. Beberapa pakar berpikir kalau kedua faktor utama tersebut dapat dimodifikasi sehingga perkembangan otak anak/manusia bisa optimal.Seperti misalnya : memberikan asupan zat gizi

Beberapa tahapan Proses tumbuh kembang otak yaitu penambahan sel-sel saraf (poliferasi), perpindahan sel saraf (migrasi), perubahan sel saraf (diferensiasi), pembentukan jalinan saraf satu dengan yang lainnya (si- naps), dan pembentukan selubung saraf (mielinasi).


  • Poliferasi
    Pada awalnya, bentuk sel saraf (neuron) masih sederhana. Kemudian, mengalami pembelahan sehingga menjadi banyak. Inilah yang disebut proses penambahan (poliferasi) sel saraf. Proses proliferasi ini berlangsung pada usia kehamilan sekitar 4-24 minggu. Proses poliferasi sel saraf selesai/berhenti pada waktu bayi lahir.

  • Migrasi
    Setelah proses poliferasi, sel saraf akan mengalami migrasi atau berpindah ke tempatnya masing-masing. Ada yang menempati wilayah depan, belakang, samping, dan bagian atas otak. Waktu terjadi perpindahannya berbeda-beda sesuai program yang sudah dibentuk secara genetik dan alamiah.Setelah sampai di “rumahnya” masing-masing, sel-sel saraf lalu berkembang. Setiap “rumah” memiliki kurva pertumbuhan sendiri-sendiri. Percepatan pertumbuhannya juga berbeda-beda. Tak heran kalau kemampuan otak setiap anak juga berbeda. Proses migrasi sebenarnya berlangsung sejak kehamilan 16 minggu sampai akhir bulan ke-6. Proses migrasi ini terjadi secara bergelombang. Artinya, sel saraf yang bermigrasi lebih awal akan menempati lapisan dalam dan yang bermigrasi berikutnya menempati lapisan luar (korteks serebri).


  • Diferensiasi
    Pada akhir bulan ke-6 kehamilan, lempeng korteks sudah memiliki komponen sel saraf yang lengkap. Seiring dengan itu juga sudah tampak adanya diferensiasi. Yaitu perubahan bentuk, komposisi dan fungsi sel saraf menjadi enam lapis seperti pada orang dewasa. Sel saraf kemudian berubah menjadi sel neuron yang bercabang-cabang dan juga berubah menjadi sel penunjang (sel glia). Sel penunjang ini tumbuh banyak setelah sel saraf menjadi matang dan besar. Fungsi sel glia juga mengatur kehidupan individu sehari-hari.


  • Sinaps
    Selanjutnya terjadi pembentukan jalinan saraf satu dengan yang lainnya (sinaps). Setelah menjalani mielinisasi (proses pematangan selubung saraf), sinaps makin bertambah banyak.

  • Mielinisasi
    Proses pematangan selubung saraf (myelin) yang disebut mielinisasi masih terus berkembang. Proses ini terjadi terutama beberapa saat sebelum terjadi kehamilan. Pematangan selubung saraf mencapai puncaknya ketika bayi berumur satu tahun. Setelah bayi lahir terjadi pertumbuhan serabut saraf. Lalu, terjadi peningkatan jumlah sel glia yang luar biasa serta proses mielinisasi.Semua proses tersebut, selain berlangsung alamiah, juga dipengaruhi oleh stimulasi dan nutrisi. Nah, di sinilah pentingnya peranan orang tua pada masa prenatal (kehamilan) dan pascanatal (setelah kelahiran) dalam perkembangan otak anak. Karena itu, jika ibu atau ayah menghendaki si kecil mempunyai otak yang berkualitas, maka perlu memahami tahapan perkembangan otak anak meskipun secara garis besar saja. Persiapan agar anak memiliki otak yang berkualitas harus dimulai sebelum kehamilan,selama masa hamil, dan setelah bayi lahir sampai proses perkembangan otak itu selesai.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Macam-Macam Jenis Dan Struktur Bagian Neuron dan Fungsinya


Otak Besar (Cerebrum)

Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.

Cerebrum secara terbagi menjadi 4 (empat) bagian yang disebut Lobus. Bagian lobus yang menonjol disebut gyrus dan bagian lekukan yang menyerupai parit disebut sulcus. Keempat Lobus tersebut masing-masing adalah: Lobus Frontal, Lobus Parietal, Lobus Occipital dan Lobus Temporal.


  • Lobus Frontal merupakan bagian lobus yang ada dipaling depan dari Otak Besar. Lobus ini berhubungan dengan kemampuan membuat alasan, kemampuan gerak, kognisi, perencanaan, penyelesaian masalah, memberi penilaian, kreativitas, kontrol perasaan, kontrol perilaku seksual dan kemampuan bahasa secara umum.
  • Lobus Parietal berada di tengah, berhubungan dengan proses sensor perasaan seperti tekanan, sentuhan dan rasa sakit.
  • Lobus Temporal berada di bagian bawah berhubungan dengan kemampuan pendengaran, pemaknaan informasi dan bahasa dalam bentuk suara.
  • Lobus Occipital ada di bagian paling belakang, berhubungan dengan rangsangan visual yang memungkinkan manusia mampu melakukan interpretasi terhadap objek yang ditangkap oleh retina mata.

Apabila diuraikan lebih detail, setiap lobus masih bisa dibagi menjadi beberapa area yang punya fungsi masing-masing.

Selain dibagi menjadi 4 lobus, cerebrum (otak besar) juga bisa dibagi menjadi dua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan otak kiri. Kedua belahan itu terhubung oleh kabel-kabel saraf di bagian bawahnya. Secara umum, belahan otak kanan mengontrol sisi kiri tubuh, dan belahan otak kiri mengontrol sisi kanan tubuh. Otak kanan terlibat dalam kreativitas dan kemampuan artistik. Sedangkan otak kiri untuk logika dan berpikir rasional.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian 5 Jenis dan Ciri-Ciri Otot Polos


Otak Kecil (Cerebellum)

Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh. Otak Kecil juga menyimpan dan melaksanakan serangkaian gerakan otomatis yang dipelajari seperti gerakan mengendarai mobil, gerakan tangan saat menulis, gerakan mengunci pintu dan sebagainya.


Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan makanan ke dalam mulutnya atau tidak mampu mengancingkan baju.


Otak kecil (Serebelum) terdiri dari 2(dua) belahan berliku-liku dan yang sangat dalam. Fungsi dari otak kecil ialah untuk dapat mengkoordinasikan kegiatan atau aktivitas lokomotor tubuh, antara lain ialah untuk mengaturan otot, posisi, serta juga keseimbangan tubuh. Rusaknya pada bagian serebelum tersebut dapat mengakibatkan seseorang tersebut akan kehilangan koordinasi didalam gerakan otot tubuh. Otak kecil itu terletak pada bawah bagian posterior dari otot besar.


Permukaan pada otak kecil tersebut terdapat materi abu-abu yang disebut ialah dengan korteks serebelar. Otak kecil terbagi menjadi 3(tiga) lobus yakni :

  1. lobus sentral (vermis),
  2. dua lobus lateral atau juga lobus cerebellar.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jaringan Epitel


Perbedaan Otak Kanan dan Otak Kiri

Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat, karakteristik dan kemampuan yang berbeda pada seseorang. Perbedaan teori fungsi otak kiri dan otak kanan ini telah populer sejak tahun 1960an, dari hasil penelitian Roger Sperry.


  1. Otak besar atau cerebrum yang merupakan bagian terbesar dari otak manusia adalah bagian yang memproses semua kegiatan intelektual, seperti kemampuan berpikir, menalarkan, mengingat, membayangkan, serta merencanakan masa depan.

  2. Otak besar dibagi menjadi belahan kiri dan belahan kanan, atau yang lebih dikenal dengan Otak Kiri dan Otak Kanan. Masing-masing belahan mempunyai fungsi yang berbeda. Otak kiri berfungsi dalam hal-hal yang berhubungan dengan logika, rasio, kemampuan menulis dan membaca, serta merupakan pusat matematika. Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ).

  3. Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, melukis dan segala jenis kegiatan kreatif lainnya.

  4. Belahan otak mana yang lebih baik? Keduanya baik. Setiap belahan otak punya fungsi masing-masing yang penting bagi kelangsungan hidup manusia. Akan tetapi, menurut penelitian, sebagian besar orang di dunia hidup dengan lebih mengandalkan otak kirinya. Hal ini disebabkan oleh pendidikan formal (sekolah dan kuliah) lebih banyak mengasah kemampuan otak kiri dan hanya sedikit mengembangkan otak kanan.

  5. Orang yang dominan otak kirinya, pandai melakukan analisa dan proses pemikiran logis, namun kurang pandai dalam hubungan sosial. Mereka juga cenderung memiliki telinga kanan lebih tajam, kaki dan tangan kanannya juga lebih tajam daripada tangan dan kaki kirinya. Sedangkan orang yang dominan otak kanannya bisa jadi adalah orang yang pandai bergaul, namun mengalami kesulitan dalam belajar hal-hal yang teknis.

  6. Ada banyak cara untuk mengetahui apakah seseorang dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Misalnya dengan melihat perilaku sehari-hari, cara berpakaian, dengan mengisi kuisioner yang dirancang khusus atau dengan peralatan Electroencephalograph yang bisa mengamati bagian otak mana yang paling aktif.

  7. Disekitar Anda pastinya ada orang yang pandai dalam ilmu pengetahuan, tapi tidak pandai bergaul. Sebaliknya ada orang yang pandai bergaul, tapi kurang pandai di sekolahnya. Keadaan semacam ini disebabkan oleh ketidakseimbangan antara otak kanan dan otak kiri.

  8. Idealnya, otak kiri dan otak kanan haruslah seimbang dan semuanya berfungsi secara optimal. Orang yang otak kanan dan otak kirinya seimbang, maka dia bisa menjadi orang yang cerdas sekaligus pandai bergaul atau bersosialisasi.