Objek Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

Diposting pada

Tingkat-Organisasi-Kehidupan-Biologi

Pengertian Objek Biologi

Biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian, biologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang hidup dan kehidupan. Objek biologi adalah semua makhluk hidup, mulai dari tingkat atom, molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, sampai bioma.


Objek biologi meliputi seluruh makhluk hidup. Pada awalnya Biologi memiliki 3 ragam objek berupa kerajaan (kingdom), yaitu Plantae (dunia tumbuhan),Animalia (dunia hewan), dan protista. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, ragam objek biologi juga terus berkembang. Klasifikasi makhluk hidup yang semula dibagi 3 kingdom semenjak akhir abad ke-19 ragam objek Biologi berkambang menjadi 5 kingdom, yaitu Plantae, animalia,protista,dan fungi. dalam perkembangan terakhir dunia makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 6 kingdom, yaitu Plantae, Animalia,Protista,Fungi,Eubacteria,Archaebacteria.


Pada tingkat molekul, biologi mempelajari berbagai macam struktur dan ciri molekul yang berperan dalam reaksi penyusunan dan pembongkaran. Molekul-molekul tersebut saling berhubungan dalam membentuk sel. Sel bergabung menyusun jaringan dan beberapa jaringan menyusun organ. Sistem organ bergabung menyusun tubuh makhluk hidup (individu).


Setiap individu saling berhubungan membentuk sekumpulan individu sejenis yang disebut populasi. Sekumpulan populasi yang saling berhubungan satu dengan yang lain akan membentuk komunitas. Komunitas dengan lingkungan abiotik menyusun ekosistem. Gabungan berbagai ekosistem akan membentuk bioma. Hubungan antarbioma di permukaan bumi akan membentuk biosfer.


Menurut Biological Science Curriculum Study (BSCS), biologi memiliki objek berupa kingdom (kerajaan), yaitu Animalia (hewan), Plantae (tumbuhan), dan Protista (makhluk hidup mirip hewan atau mirip tumbuhan). Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi, objek biologi yang semula hanya dibagi menjadi 3 kingdom berkembang menjadi 5 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, dan Monera.

Bahkan saat ini, makhluk hidup dikelompokkan menjadi 6 kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Fungi, Protista, Archaebacteria, dan Eubacteria.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Biologi Molekul – Pengertian, Teknik, Ilmu, Sejarah, Ukuran, Rumus, Geometri


Cabang dan Kajian Biologi

NOCABANG BIOLOGIOBJEK KAJIAN BIOLOGI
1BotaniTumbuhan
2ZoologiHewan
3AnatomiBentuk dan susunan tubuh organisme
4FisiologiFungsi tubuh organisme
5SitologySusunan dan fungsi sel
6HistologiJaringan organisme
7MorfologiBentuk luar tubuh organisme
8EmbriologiPerkembangan embrio sampai lahir
9MikrobiologiMikroorganisme
10TeratologyCacat pada perkembangan embrio
11PatologiPenyakit organisme
12TaksonomiPenggolongan makhluk hidup
13GenetikaPenurunan sifat
14EkologiHubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
15HematologiDarah
16VirologyVirus
17BakteriologiBakteri
18MikologiJamur
19EntomologiSerangga
20OrnithologyBurung
21IchtiologiIkan
22HarpetologyAmfibia dan reptilian
23MamalogiMamalia
24MalakologiMoluska
25AndrologiKesuburan pria
26EndokrinologiHormone
27ImunologiKekebalan tubuh
28ParasitologyParasite
29HygienePemeliharaan kesehatan
30SanitasiPengelolaan kesehatan melalui kebersihan lingkungan
31FarmakologiPenyiapan, penggunaan, dan pengaruh obat-obatan sintesis
32BiokimiaProses kimia pada seluruh makhluk hidup
33BioteknologiPemanfaatan biologi dan teknologi
34EtologiTingkah laku hewan
35RadiologiMelihat bagian dalam tubuh manusia menggunakan pancaran atau radiasi gelombang, baik gelombang elektromagnetik maupun gelombang mekanik
36PulmonologiParu-paru
37PrimatologiPrimata
38ProtozoologiProtozoa
39PaleozoologiHewan purba
40PaleobotaniTumbuhan masa lampau
41PalaentologiFosil
42PhylogeniPerkembangan makhluk hidup
43OnthogeniPerkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
44OnkologiKanker dan cara pencegahannya
45OrganologiOrgan
46NematologiNematode
47NeurologiPenyimpangan pada sistem saraf
48KarsinologiCrustacea
49KardiologiJantung dan pembuluh darah
50FisioterapiPengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
51EugenetikaHukum pewarisan sifat
52EpidemiologiPenularan penyakit
53EvolusiPerubahan struktur tubuh makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam waktu yang lama
54EnzimologiEnzim
55DendrologiPohon maupun tumbuhan berkayu lainnya
56BryologiLumut
57AlgologiAlga/ganggang
58AgronomiTanaman budidaya
59AcarologiAcarina
60AnestesiologiPenggunaan anestesi
61ApiariLebah
62ArachnologiLaba-laba
63ArtrologiSendi
64BioinformatikaPenerapan teknik komputasional untuk mengelola dan menganalisis informasi biologis
65Biologi MolekulerKajian biologi pada tingkat molekul
66BiofisikaAplikasi aneka perangkat dan hukum fisika untuk menjelaskan aneka fenomena hayati atau biologi
67BiogeografiKeaneka ragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu
68BiostatistikaPenerapan ilmu statistika ke dalam ilmu biologi
69DermatologiKulit dan penyakitnya
70EtnobotaniHubungan manusia dan tumbuhan
71EtnozoologiHubungan manusia dan hewan
72FilogeniHubungan di antara kelompok-kelompok organisme yang dikaitkan dengan proses evolusi yang dianggap mendasarinya
73FitopatologiPenyakit tumbuhan akibat serangan patogen ataupun gangguan ketersediaan hara
74GastrologiSalurang pencernaan, terutama lambung dan usus
75GinekologiPenyakit-penyakit sistem reproduksi wanita (rahim, vagina dan ovarium)
76GenomikaBahan genetik dari suatu organisme atau virus
77MiologiOtot
78MirmekologiRayap
79NefrologiFungsi dan penyakit ginjal
80OsteologiTulang
81OftalmologiPenyakit mata
82PediatriPenyakit pada bayi dan anak
83PsikiatriKedokteran jiwa
84PteridologiTumbuhan paku
85ReumatologiDiagnosis dan terapi kondisi dan penyakit yang mempengaruhi sendi, otot, dan tulang
86RodentiologiRodentia
87ToksikologiPengaruh-pengaruh bahan kimia yang merugikan bagi organisme hidup.
88TranskriptomikaProduk transkripsi secara keseluruhan (transkriptom)
89UrologiGinjal dan saluran kemih pada pria dan wanita baik dewasa dan anak serta organ reproduksi pada pria

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : engertian Pembuluh Limfatik Dalam Biologi


Objek Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

Dalam objek kajian biologi berkembang dengan adanya ilmu pengetahuan dan teknologi ( iptek ) sehingga makin lama makin rumit. Untuk memudahkan dalam mempelajarinya tema objek kajian biologi dipilah-pilah menurut tingkatan organisasi kehidupan. Tingkatan-tingkatan organisasi kehidupan secara berurutan yang mulai dari yang paling kecil hingga dengan yang paling besar yakni molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, komunitas, ekosistem, bioma dan biosfer. Hal demikian terdapat hubungan antara tingkatan-tingkatan tersebut antara lain sebagai berikut.


  • Tingkat molekul
    kajian Biologi pada tingkat molekul meliputi: berbagai jenis biomolekul yang menjadi penyusun tubuh makhluk hidup, misalnya air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, DNA, dan RNA


  • Tingkat sel
    kajian biologi pada tingkat sel meliputi: morfologi dan jenis sel, organ sel, fungsi sel, metabolisme sel, transportasi dalam sel, serta cara sel berproduksi.


  • Tingkat jaringan
    kajian biologi tingkat jaringan meliputi: macam jaringan, komponen jaringan, fungsi jaringan, komponen penyusun jaringan, serta pembentukan dan perkembangan jaringan.


  • Tingkat organ
    kajian biologi pada tingkat organ meliputi: jenis organ, penyusun organ, fungsi organ, perkembangan organ, transportsi organ, serta kelainan pada organ.


  • Tingkat sistem organ
    kajian biologi pada tingkat sistem organ meliputi: macam sitem, penyusun sitem, fungsi dari berbagai sitem, cara kerja sistem, dan kelainan pada sistem.


  • Tingkat individu/organisme
    kajian biologi pada tingkat individu meliputi: jenis individu, kedudukan individu dalam tingkat taksonomi, cara memperoleh makanan, cara bereproduksi, cara beradaptasi dan lain-lain.


  • Tingkat Populasi
    kajian biologi pada tingkat populasi meliputi perkambangan populasi, jumlah kelahiran (natalitas), jumlah kematian (moralitas), perpindahan (migrasi) dan kompetisi dalam populasi.


  • Tingkat komunitas
    kajian biologi pada tingkat komunitas meliputi: jenis populasi, kondisi lingkungan, hubungan timbal balik, interaksi antar makhluk hidup yang satu dengan yang lain, dan cara beradaptasi.


  • Tingkat ekositem
    kajian biologi pada tingkat ekosistem meliputi: jenis ekositem, komponen penyusun ekositem, hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan, rantai makanan, jaring-jaring
    makanan, dan aliran energi. serta pengaruh pencemaran terhadap organisme di dalam satu ekosistem dan karakteristik ekositem tercemar.


  • Tingkat bioma
    kajian biologi tingkat bioma meliputi: macam bioma, ciri-ciri bioma, ciri-ciri iklim yang mempengaruhi, serta tumbuhan dan hewan khas yang terdapat dalam bioma.


Objek Biologi Tingkat Molekul

Ditemukannya mikroskop elektron yang dapat memperbesar objek pengamatan sampai dengan 500.000 kali, ahli biologi mengatasi masalah dari kerumitan organisasi kehidupan tingkat molekuler. Dengan menggunakan alat dan teknologi kimia modern struktur dalam sel dapat dipisahkan menjadi makro-makromolekul bahkan sampai ke atom-atomnya. Umumnya tubuh organisme mengandung molekul yang tersusun atas atom karbon ( C ), Hidrogen ( H ), Oksigen ( O ) dan Nitrogen ( N ). Jenis molekul yang terdapat dalam tubuh organisme ialah karbohidrat, protein, lipid ( lemak ) dan asam nukleat.


Objek Biologi Tingkat Sel

Molekul organik membentuk organel sel yang kemudian organel tersebut berfungsi membentuk sebuah sel. Sel inilah satuan kehidupan terkecil makhluk hidup. Sel memiliki organel dengan fungsi yang beragam, seperti inti sel ( nukleus ) yang berfungsi mengatur metabolism sel, mitokondria berfungsi untuk respirasi seluler dan ribosom yang berfungsi untuk sintetis protein.


Objek Biologi Tingkat Jaringan

Organisasi kehidupan di tingkat jaringan terjadi di organisme multiseluler ( bersel banyak ), sedangkan pada organisme uniseluler tidak ada di tingkat jaringan karena aktivitas kehidupan diatur dan dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Aktivitas kehidupan organisme multiseluler dilaksanakan banyak sel dengan terorganisasi dengan baik dalam satu kesatuan fungsi tertentu.


  • Jaringan
    Kumpulan sel yang memiliki bentuk sama dengan fungsi tertentu, contoh jaringan tumbuhan tingkat tinggi ialah epidermis, parenkim palisade, parenkim spons, sklerenki, xylem, floem, cambium dan gabus. Contoh jaringan di tingkat hewan tingkat tinggi dan manusia ialah lemak, tulang, otot, saraf, darah dan limfe ( getah bening ).


  • Organ
    Kumpulan dari beberapa macam jaringan yang melakukan fungsi tertentu. Contoh organ tumbuhan tingkat tinggi ialah akar, batang, daun, bunga dan buah. Contoh organ hewan tingkat tinggi dan manusia ialah jantung, hati, lambung, hidung, paru-paru, telinga dan usus.


  • Sistem Organ
    Sebagian organ yang melakukan fungsi tertentu. Contoh sistem organ hewan tingkat tinggi dan manusia yaitu sistem pencernaan makanan, sistem reproduksi, sistem peredaran darah dan sistem koordinasi.


Objek Biologi Tingkat Individu, Populasi Dan Komunitas

  • Individu
    Makhluk hidup tungga, contoh individu ialah sebatang pohon kelapa, seorang manusia, seekor semut.

  • Populasi
    Kumpulan individu dengan spesies sama yang berinteraksi dan hidup di wilayah tertentu, contoh populasi ialah sekumpulan pohon kepala di kebun dan sejumlah semut yang hidup di luang sebatang pohon.


  • Komunitas
    Kumpulan populasi berbagai spesies dan saling berinteraksi dalam area tertentu. Contoh komunitas ialah seluruh organisme yang hidup di suatu sawah yang terdiri dari populasi tanaman padi, serangga, ular, burung, tikus dan semut.


Objeks Biologi Tingkat Ekosistem, Bioma Dan Biosfer

  • Ekosistem
    Tingkatan organisasi kehidupan yang saling berinteraksi antara organisme dan lingkungan abiotiknya. Komponen-komponen organisme meliputi manusia, hewan, tumbuhan, bakteri, jamur, ganggang dan lainnya. Organisme tersebut terjalin hubungan dalam suatu jaring-jaring makanan ( peristiwa makan dan di makan ). Suatu organisme dalam suatu ekosistem dapat berperan sebagai produsen ( penghasil makanan ), konsumen ( pemakai ) atau decomposer ( pengurai ). Komponen lingkungan abiotik terdiri dari air, udara, mineral, cahaya matahari, angin, tanah, suhu, batu, pH , topografi dan salinitas.

  • Bioma
    Ekosistem terrestrial yang umumnya dipengaruhi oleh iklim regional yang diklasifikasikan berdasarkan vegetasi dominan atau organisme dengan beradaptasi di lingkungan tertentu. Bioma meliputi daerah yang luas dan tumbuhan tertentu yang dominan. Permukaan bumi terdiri tujuh macam bioma, seperti taiga, tundra, sabana, gurun, padang rumput, hutan gugur dan hutan hujan tropis.


  • Biosfer
    Lapisan bumi yang di dalamnya terdapat suatu kehidupan, bumi merupakan tempat hidup kita dengan ciri utama mengandung oksigen yang dibutuhkan untuk menunjang kehidupan organisme.


Skema Objek Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

  • Molekul-Sel-Jaringan-Organ-Sistem Organ-Individu-Populasi-Komunitas-Ekosistem-Bioma-Biosfer. Skema Objek Biologi Tingkat Organisasi Kehidupan

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Ciri Hewan Sapi Dalam Biologi


Ruang Lingkup Objek Biologi

Biologi bersal dari kata bios yang berarti hidup dan logos yang berarti pengetahuan. Jadi biologi dapat didefinisikan Ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup. Sebagai ilmu pengetahuan, ilmu biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan berbagai tingkat organisasi kehidupan dan interaksinnya dengan faktor lingkungan.


Ruang lingkup objek biologi meliputi seluruh kehidupan yang ada di alam semesta ini. Makhluk hidup tersebut, ada yang tidak kasat mata hingga yang amat besar. Mulai dari yang paling sederhana tingkat organisasinya hingga yang paling kompleks. (Slamet,2004:39)


Ruang lingkup biologi dapat dilihat dari ragam objek, tingkat organisasi, serta tema persoalan yang merupakan kawasan kajian biologi. Ragam kehidupan yang menjadi objek biologi semula dibagi kedalam tiga kingdom atau kerajaan, yaitu plantae, prostista, dan animalia. Semenjak akhir abad ke-19, ragam objek tersebut dibedakan menjadi lima kingdom, yaitu monera, Protista, fungi, plantae, dan animalia. (Slamet,2004:39)


Monera meliputi organisme bersel satu yang inti selnya belum terlindungi oleh selaput inti. Protista, meliputi organisme bersel satu dan organisme bersel banyak tingkat rendah, yang tersusun atas sel-sel yang telah memiliki inti yang terlindungi oleh selaput inti. Fungi meliputi organisme bersel banyak berbentuk benang dan sel-selnya terlindungi oleh dinding sel. Hamper semua sel-sel anggotanya memiliki klorofil. Animalia meliputi organisme bersel banyak yang sel-selnya tidak berdinding sel dan tidak memiliki klorofil. (Slamet,2004:39)


Semua objek tersebut dikaji pada seluruh tingkat organisasi kehidupan yang meliputi 7 tingkat, yaitu mulai dari tingkat molekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, komunitas, dan biosfer. Urutan tingkatan biologi dan organisasinya dinamakan hierarki kehidupan. (Slamet,2004:40)


Level tertinggi adalah biosfer, yaitu seluruh bagian planet bumi beserta makhluk hidup yanga ada didalamnya. Biosfer tersusun atas ekosistem, yaitu makhluk hidup pada suatu tempat beserta benda-benda tak hidup pada lingkungannya. Ekosistem tersusun atas beberapa komunitas. Komunitas adalah seluruh kehidupan yang menempati pada suatu ekosistem. Komunitas dibentuk oleh beberapa populasi, yaitu kumpulan organisme sejenis yang menempati daerah yang sama, dan dapat melakukan perkawinan satu dengan lainnya.


Tiap satuan organisme sejenis pembentuk populasi disebut individu. Setiap organisme terbangun dari beberapa system organ, yaitu suatu perangkat bagian tubuh yang berfungsi melaksanakan fungsi umum di dalam tubuh organisme. System organ tersusun dari beberapa organ . setiap organ tersusun atas beberapa jaringan, dan setiap jaringan tersusun atas sel. (Slamet,2004:40)


Persoalan yang dikaji dalam biologi antara lain keterkaitan makhluk hidup dan lingkungan, keterkaitan struktur dan fungsi, keanekaragaman dan keseragaman, genetika, perilaku, evolusi, serta regulasi dan homeostatis.