Minyak Bumi – Pengertian, Proses, Pencarian, Pengolahan, Kegunaan, Jenis, Perusahaan, Kelebihan dan Kekurangan

Diposting pada

Minyak Bumi – Pengertian, Proses, Pencarian, Pengolahan, Kegunaan, Jenis, Perusahaan, Kelebihan dan Kekurangan : Minyak bumi disebut juga sebagai emas hitam ialah cairan kental, coklat gelap dan kehijauan yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi yang tersusun dari rantai – rantai hidrokarbon.


Proses Pembentukan Minyak Bumi Beserta Pengertian Dan Komponennya

Pengertian Minyak Bumi

Minyak bumi yang dijuluki sebagai emas hitam (petroleum dari bahasa Latin petrus –  kurang serta oleum – minyak) merupakan cairan yang kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang udah terbakar, yang berada pada lapisan atas dari beberapa area di dalam kerak bumi,


Minyak bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, namun berbeda-beda dalam penampilan, kemurnian, serta komposisi. Minak bumi diambil dari sumur minyak di pertambangan-pertambangan minyak.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Perubahan Musim Di Indonesia Menurut Ahli Meteorologi


Lokasi sumur-sumur munyak tersebut didapatkan setelah melewati proses pengetahuan geologi, analisis sedimen, karakter serta struktur sumber, serta bermacam pengetahuan lainnya. Lalu minyak bumi diproses di tempat  pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihna sehingga menghasilkan bermacam bahan bakar,


mulai dari bensin dan minyak tanah sampai dengan aspal serta bermacam reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik serta obat-obatan. Minyak bumi dipakai untuk memproduksi bermacam barang dan material yang dibutuhkan oleh manusia.


Proses Pembentukan Minak Bumi

Minak bumi merupakan hasil dari peruraian (dekomposisi) materi hewan dan tumbuhan di sebuah daerah yang subsidence (turun) dengan perlahan. Daerah itu biasanya berupa laut batas lagoon (danau) sepanjang pantai atapun danau seta rawa di daratan,


Sedimen diendapkan bersama-sama dengan materi tersebut serta kecepatan pengendapan sedimen harus cukup cepat sehingga setidaknya bagian materi organik itu bisa tersimpan serta tertimbun dengan baik sebelum terjadi pembusukan.


Waktu yang terus berjalan secara geologi serta tempat pengendapan semakin terbenam ke dalam permukaan bumi yang lebih dalam, sebab bertambahnya berat terhadap sedimen dan material yang menimbun di atasnya, atau karena gaya tektonik yang menimbulkan efek subsidence. Material organik terbenam semakin dalam sehingga menagalami tekanan serta suhu yang semakin tinggi.


Proses itu akan menimbulkan perubahan kimiawi dari bahan material organik tersebut. Perubahan material tersebut merupakan cikal bakal terbentuknya campuran bahan hidrokarbon yang komposisinya sangat kompleks, baik hidrokarbon yang berupa cairan atapun yang berbentuk gas.


Kenaikan suhu terhadap kedalaman rata-rata didunia sekitar 20 –  55 derajat celcius per kilometer. Disumatera sendiri bisa mencapai kurang sekitar 100 °C/km. Sedangkan habitat minyak baru terbentuk pada suhu sekitar 65 – 150 °C yang umumnya berada pada kedalaman 1.5 – 3 km. Pada kedalaman 3 – 6 km batuan reservoer akan lebih didominasi gas daripada minyak. Untuk kedalaman yang lebih dalam lagi suhu akan berbeda menjadi lebih tinggi sehingga gas akan menjadi lebih tinggi sehingga gas akan mengalamai dekomposisi .


Biasanya minyak bumi terendapkan dalam batuan sedimen berpori baik yang mempunyai nilai porositas 45% (reseroar yang begitu baik). Sebab semakin lama batuan tersebut terendapkan serta tertimbun material diatasna, maka batuan tersebut akan terkomplaksi serta hal tersbut dapat mengakibatkan nilai porositasnya berkurang.


Minyak, gas, serta air akan tersimpan atau terkimpul di ruang pori-pori dari batuan berpori tersebut. Disebabkan tekanan gravitasi, maka fluida tersebut bergerak di dalam batuan perlahan-lahan. Bantuan yang bisa meloloskan fluida disebut sebagai batuan yang permeabel.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Atmosfer Bumi Terdiri Dari Beberapa Lapisan Yaitu


  1. Minyak bumi terbentuk dari penguraian senyawa – senyawa organik yang berasal dari jasad  organisme – organisme kecil yang hidup di laut / perairan jutaan tahun yang lalu. Prosesnya ialah organisme – organisme tersebut akan mati , kemudian mengendap di dasar cekungan sedimen sehingga menghasilkan basin endapan.

  2. Kemudian basin endapan ini lama – lama akan tertimbun oleh batuan – batuan lain yang ada di atasnya sehingga lambat laun letaknya akan semakin kebawah dimana suhu dan tekanan meningkat sehingga terjadilah proses penguraian dan dihasilkanlah minyak bumi.

  3. Minyak yang dihasilkan oleh batuan Induk itu memiliki kerapatan lebih rendah daripada air sehinggga minyak – minyak itu bergerak ke atas melewati lubag berpori, namun kebanyakan minyak bumi terperangkap di batuan tidak berpori sehingga perlu dilakukan pengeboran.

Pencarian Miyak Bumi

Proses pencarian (eksplorasi) minyak dari perut bumi dilakukan oleh ahli geologis. Cara modern yang digunakan oleh geologis dalam mencari minyak bumi dengan menggunakan pencitraan satelit dan menganalisa permukaan bebatuan. Setelah geologis melakukan serangkain analisa dan menyatakan bahwa dilokasi tersebut ada minyak maka tugas selanjutnya diambilalih oleh Ahli geofisika.


Para ahli geofisika mempelajari sifat-sifat fisik dari lapisan tanah. Berbagai metode digunakan dalam tahapan ini untuk mendukung hasil yang telah didapat oleh ahli geologis. Peralatan yang digunakan untuk pencarian minyak bumi ini seperti Gravimetry (untuk mengukur adanya aliran minyak karena adanya sedikit perbedaan grafitasi bumi),


Magnetometry (untuk mengukur perubahan medan magnetik akibat adanya aliran minyak), dan Sniffers yang berupa alat elektronik yang digunakan untuk mendeteksi bau hidrokarbon. Yang paling sering digunakan adalah seismologi.


Seismologi bisa digunakan untuk mencari cadangan minyak bumi baik di darat maupun di laut. Bagian utama seismologi yaitu pemicu getaran dan penerima sinyal. Pemicu getaran ada seperti Compressed-air gun (khusus di gunakan untuk ekplorasi lepas pantai), Thumper truck (untuk esplorasi minyak di daratan), dan bahan peledak.


Bunyi atau getaran yang dihasilkan oleh Thumper truck memancar kan sinyal atau gelombang bunyi, sinyal akan kembali dipantulkan kembali oleh batas antar lapisan batuan yang berbeda ditangkap oleh geophone, data kemudian di kirim ke truk yang berfungsi sebagai pusat kendali.


Dengan mendeteksi pantulan tersebut para ahli bisa menggambarkan peta susunan batuan di bawah permukaan bumi untuk menemukan cadangan minyak. Jika cadangan minyak bumi positif pada suatu lokasi maka proses pengeboran mulai di lakukan.


Jika pusat minyak bumi itu terletak di lepas pantai, untuk pngambilannya dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu :


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Biosfer Beserta Tingkatan Organisasi Makhluk Hidup


  • Jika jarak pusat minyak itu dekat dengan daratan , maka ditanam jalur pipa di dasar laut dan memompa mkinyak bumi tersebut ke daratan.
  • Jika pusat minyak jauh dari daratan, maka dibuat anjungan tempat pengeboran kemudain hasilnya dibawa oleh kapal tanker ke daratan

Proses Pengolahan Minyak Bumi

Berikut Ini Merupakan Proses Pengolahan minyak Bumi.


Proses Primer

Komponen-komponen minyak bumi di pisahkan dengan destilasi bertingkat, yaitu pemisahan minyak bumi berdasar perbedaan titik didih. Tahap-tahap destilasi bertingkat yaitu:


  1. Minyak mentah dipanaskan dalam boiler bertekanan tinggi sampai suhu 600oC dan dialirkan ke bagian bawah menara destilasi.
  2. Uap minyak mentah begerak ke atas melewati pelat – pelat yang dilengkapi tutup gelembung.
  3. Uap akan mencapai ketinggian , yang mana uap akan terkondensasi menajdi zat cair pada suhu dan tekanan tertentu yang disebut
  4. Fraksi yang mengandung senyawa dengan titik didih tinggi akan terkondensasi dibagian bawah menara destialsi, sedangkan fraksi yang mengandung senyawa dengan titik didih rendah akan terkondensasi di bagian atas menara destilasi.

minyak Bumi

Proses Sekunder

Proses sekunder disebut juga dengan proses konversi yaitu pada proses ini minyak bumi di konversi ke bentuk hidrokarbon dengan rantai yang lebih sederhana sesuai denga kebutuhan yang diinginkan. Ada beberapa teknik yang digunakan pada proses konversi ini, antara lain :


Cracking

Cracking merupakan proses pemecehan molekul – molekul hidrokarbon besar menjadi molekul – molekul yang lebih kecil. Cracking ada yang menggunakan katalis (catalytic cracking) dan  ada juga yang tidak menggunakan katalis namun menggunakan suhu yang tinggi (thermal cracking).


Contoh dari cracking ini ialah merengkahkan sebuah molekul hidrokarbon C30 yang merupakan produk dari fraksi solar atau minyak berat menjadi dua buah molekul hidrokarbon C15 yang merupakan produk dari fraksi minyak tanah atau kerosin, atau menjadi sebuah molekul hidrokarbon C10 yang merupakan produk dari fraksi bensin dan sebuah molekul hidrokarbon C20 yang merupakan produk dari fraksi solar.


Polimerisasi

Proses polimerisasi merubah produk samping gas hidrokarbon yang dihasilkan pada cracking menjadi hidrokarbod liquid yang bisa digunakan sebagai bahan bakar motor, penerbangan, dan bahan baku petrokimia. Bahan dasar utama dari polimerisasi ialah olefin yang diperoleh dari cracking still.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Susunan Lapisan Planet Bumi Beserta Penjelasannya


Proses Pengolahan

Proses ini dimaksudkan untuk menyiapkan fraksi-fraksi hidrokarbon untuk diolah lebih lanjut, juga untuk diolah menjadi produk akhir.


Formulasi dan Pencampuran (blending)

Proses pencampuran fraksi-fraksi hidrokarbon dan penambahan bahan aditif untuk mendapatkan produk akhir dengan spesikasi tertentu.


Proses – proses lainnya

Seperti pengolahan limbah, proses penghilangan air asin (sour-water stripping), proses pemerolehan kembali sulfur (sulphur recovery), proses pemanasan, proses pendinginan, proses pembuatan hidrogen, dan proses-proses pendukung lainnya.


Kegunaan Minyak Bumi

Kegunaan minyak bumi didasarkan pada fraksi – fraksi yang terbentu, yang disajikan sebagai berikut :

KEGUNAAN MINYAK

Kelebihan dan Kekurangan Minyak Bumi

Berikut Ini Merupakan Kelebihan dan Kekurangan Minyak Bumi.


Kelebihan

  • Pada saat sekarang ini minyak bumi dapat memenuhi keperluan energy pada mesin – mesin kendaraan sepserti motor, mobil, kapal, bahkan pesawat.
  • Pengangkutan dan pengurusanya lebih mudah
  • Harga produk dari minyak bumi tersebut relatif terjangkau oleh masyarakat.
  • Energi minyak bumi masih menjadi energy yang banyak digunakan.

Kelemahan

  • Hampir di setiap penambangan minyak bumi dihasilkan limbah.
  • Daerah yang menjadi tempat penambangan minyak bumi tanahnya menjadi tidak produktif akibat pencemaran limbah.
  • Minyak bumi tergolong SDA yang sukar diperbaharui, sehingga jumlahnya terbatas.
  • Penggunaan produksi  minyak pada mesin – mesin dan kendaraan menghasilkan polusi udara.

Jenis Jebakan

Jebakan (trap) merupakan lapisan batuan permeabel serta berpori (reservoar rock) ditumpangi atau dihalangi oleh batuan yang impermeabel yang mempunyai dungsi sebagai pencegah larinya minyak ke tempat lain (caprock). Struktur geologi yang bisa menjebak minyak serta gas tersebut bisa diklasifikasikan sebagai:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Litosfer Beserta Bagian-Bagian Dan Penjelasannya


  1. Jebakan struktural

    yakni jebakan yang terbentuk akibat deformasi batuan reservoar, seperti antiklin, sesar, dll.


  2. Jebakan stratigrafis

    yakni jebakan yang terbentuk oelh pengendapat seperti kanal, reff, delta atau erosi batuan reservoar seperti ketidaklarasan sudut (angular unconformity).


  3. Jebakan kombinasi

    yakni gabungan elemen-elemen struktur dari kedua bentuk diatas.


Perusahaan Penghasil Minyak Bumi

Beberapa perusahaan pengahsil minyak bumi ialah :


  1. Saudi Arabian Oil Company 3028
  2. Petroleos Mexicanos 1278
  3. Petroleos de Venezuela 1258
  4. China National Petroleum 1168
  5. BP Amoco + Arco 963
  6. ExxonMobil 894
  7. Royal Dutch/Shell 859

  8. Nigerian National Petroleum Company 772
  9. Iraq National Oil Company 770
  10. Kuwait Petroleum Corporation 757
  11. Chevron + Texaco 756
  12. Valero 380
  13. Chem-Energy Corporation 10
  14. VICO Indonesia,  Indonesia

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Klasifikasi, dan Dampak Perubahan Iklim Beserta 4 Sifatnya Secara Lengkap