Komponen Darah – Plasma, Fungsi, Tugas, Merah, Putih, Trombosit, Proses

Diposting pada

Komponen Darah – Plasma, Fungsi, Tugas, Merah, Putih, Trombosit, Proses : Kurang dari 95% adalah air dan plasma mengangkat nutrien, sampah hormon, anti bodi. Plasma darah adalah cairan berwarna kuning. Susunannya 90% air, 8%protein, 0.9% mineral, sisanya bahan2 organik.


2 Komponen Darah Dan Fungsinya

Plasma Darah

plasma darah: kurang dari 95% adalah air dan plasma mengangkat nutrien, sampah hormon, anti bodi. Plasma darah adalah cairan berwarna kuning. Susunannya 90% air, 8%protein, 0.9% mineral, sisanya bahan2 organik.


Plasma berfungsi sebagai medium untuk mengangkut berbagai bahan dalam darah, karena plasma merupakan cairan yang 90% berupa air. Plasma merupakan bagian dari 5% berat badan. Plasma juga media untuk membentuk sel darah merah, putih, dan sel pembeku darah. Banyak dari fungsi plasma dilakukan oleh protein plasma. Protein plasma adalah sekelompok konstituen plasma yang tidak hanya sekedar diangkut. Terdapat tiga kelompok protein plasma; albumin, globulin, dan fibrinogen yang diklasifikasikan berdasarkan berbagai sifat fisik dan kimia mereka.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Macam, Dan Satuan Besaran Beserta Contohnya Lengkap


Fungsi Umum Protein Plasma

  • Penyangga dlm mmpertahankan ph normal tubuh
  • Ikut berperan dalam menentukan kekentalan (viskositas) darah.
  • Fibrinogen dan protombine yg brperan dalam pembekuan darah.

Tugas Khusus Tiap-Tiap Protein Plasma

  • Albumin, protein plasma yang paling banyak mengikat banyak zat (sebagai contoh, bilirubin, garam empedu, dan penisilin) untuk transportasi melalui plasma dan sangat berperan dalam menentukan tekanan osmotik koloid karena jumlahnya.

  • Globulin, terdapat tiga subkelas; Globulin alfa (α), beta (β), dan gamma (γ):
    1. Globulin alfa dan beta spesifik mengikat dan mengangkut sejumlah zat dalam plasma, misalnya hormon tiroid, kolersterol, dan besi.
    2. Banyak faktor yang berperan dalam proses pembekuan darah terdiri dari globulin alfa dan beta.
    3. Globulin alfa yang berperan penting dalam pengaturan keseimbangan garam di tubuh.
    4. Globulim gamma adalah imunnoglobulin (antibodi), yang penting bagi mekanisme pertahanan tubuh.
  • Fibrinogen, adalah faktor kunci dalam pembekuan darah.

Sel-sel Darah

a) sel darah merah atau eritrosit jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan tubuh.

b) Leukosit adalah sel darah putih yang diproduksi oleh jaringan hemopoetik yang berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Rumus, Dan Satuan Massa Jenis Beserta Contoh Soalnya Lengkap


  • Sel Darah Merah

Sel darah merah berbentuk cakram bikonkaf, yang berarti bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepinya, berbentuk bulat dengan lekukan pada sentralnya, Di dalam plasma darah mengandung hb untuk mngikat o2.


Sel darah merah berperan penting dalam pengaturan pH darah karena ion bikarbonat dan hemoglobin merupakan bufer asam-basa. Eritrosit Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah.


 warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen. Kualitas darah dan warna merah pada darah ditentukan oleh  kadar Hemoglobin.
Setiap eritrosit mengandung sekitar 300 juta molekul  hemoglobin.


  • Fungsi Sel Darah Merah

    1. Sel darah merah mentransfer oksigen ke seluruh jaringan melalui pengikatan hemoglobin terhadap oksigen.
    2. Hemoglobin sel darah merah berikatan dengan karbondioksida untuk ditranspor ke paru-paru, tetapi sebagian besar karbondioksida yang dibawa plasma berada dalam bentuk ion bikarbonat. Suatu enzim (karbonatanhidrase) dalam eritrosit memungkinkan sel darah merah bereaksi dengan karbondioksida untuk membentuk ion bikaronat. Ion bikarbonat berdifusi keluar dari sel darah merah dan masuk ke dalam plasma.

  • Sel Darah Putih

Leukosit atau sel darah putih berfungsi untuk melindungi tubuh terhadap kuman-kuman penyakit yang menyerang tubuh dengan cara memakan kuman-kuman penyakit (fagosit). Leukosit memiliki ciri-ciri yaitu: tak berwarna (bening), bentuk tidak tetap dengan intisel bulat atau cekung, berinti, serta mempunyai ukuran lebih besar dari pada sel darah merah. leukosit terbagi menjadi:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Dan Rumus Gaya Berat Beserta Contoh Soalnya Lengkap


  • Granulosit (leukosit bergranula)

Neutrofil, mencapai 60% dari jumlah sel darah putih. Memiliki granula kecil berwarna merah muda dalam sitoplasmanya. Nukleusnya memiliki tiga sampai lima lobus yang terhubungkan dengan benang kromatin tipis. Neutrofil sangat fagositik dan sangat-sangat aktif. Sel- sel ini sampai di jaringan terinfeksi untuk menyerang dan menghancurkan bakteri, virus, atau agens penyebab cederalainnya.


Eosinofil, mencapai 1 sampai 3% jumlah sel darah putih. Memiliki granula sitoplasma yang kasar dan besar, dengan pewarnaan oranye kemerahan. Sel ini memiliki nucleus berlobus dua, dan berdiameter 12 µm sampai 15 µm. Eosinofil adalah fagosit lemah. Jumlahnya akan meningkat saat terjadi alergi atau penyakit parasit, tetapi akan berkurang selama stress berkepanjangan.


Sel ini berfungsi dalam detoksikasi histamine yang di produksi sel mast dan jaringan yang cedera saat inflamasi berkurang. Eosinofil mengandung peroksidase dan fosfatase, yaitu enzim yang mampu menguraikan protein. Enzim ini mungkin terlibat dalam detoksifikasi bakteri dan pemindahan kompleks antigen-antiodi, tetapi fungsi pastinya belum diketahui.


Basofil ,mencapai kurang dari 1% jumlah leukosit. Memiliki sejumlah granula sitoplasma besar yang bentuknya tidak beraturan dan akan berwarna keunguan sampai hitam serta memperlihatkan nucleus berbentuk S. Diameternya sekitar 12 µm sampai 15 µm. basofil menyerupai fungsi sel mast. Sel ini mengandung histamine, mungkin untuk meningkatan aliran darah kejaringan yang cedera, dan juga antikoagulan heparin, mungkin untuk membantu mencegah penggumpalan darah intravascular. Fungsi sebenarnya belum diketahui.


  • Agranulosit (leukosittanpabergranula)

Limfosit, mencapai 30% jumlah total leukosit dalam darah. Sebgaian besar limfosit dalam tubuh ditemukan di jaringan limfatik. Rentang hidupnya dapat mencapai beberapa tahun. Limfosit mengandung nucleus bulat berwarna biru gelap yang dikelilingi lapisan tipis sitoplasma.


Ukurannya bervariasi, ukuran terkecil 5 µm sampai 8 µm, ukuran terbesar 15 µm. limfosit berasal dari sel-sel batang sumsum tulang merah, tetapi melanjutkan diferensiasi dan proliferasinya dalam organ lain. Sel ini berfungsi dalam reaksi imunologis.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Macam-Macam Besaran Pokok Beserta Contohnya Lengkap


Monosit, mencapai 3 sampai 8% jumlah total leukosit. Monosit adalah sel darah terbesar, diameternya rata-rata berukuran 12 µm sampai 18 . µm. Nukleusnya besar, berbentuk seperti telur atau seperti ginjal yang dikelilingi sitoplasma berwarna biru keabuan pucat. Monosit sangat fagositik dan sangat aktif. Sel ini siap bermigrasi melalui pembuluh darah. Jika monosit telah meninggalkan aliran darah, maka sel ini menjadi histiosit jaringan (makrofag tetap).


Trombosit

komponen sel darah yang berfungsi dalam proses menghentikan perdarahan dengan membentuk gumpalan. Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel/cc.


  • Proses Pembekuan Darah

Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase (Tromboplastin).

    1. Trombosit pecah dan mengeluarkan zat yang disebut trombokinase.
    2. Trombokinase ini akan bertemu dengan protombin dengan pertolongan ion Ca2+ yang kemudian menjadi trombin.
    3. Trombin akan bertemu pula dengan fibrin yang merupakan benang-benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya, yang akan menahan sel darah, dengan demikian ternjadinya pembekuan.
    4. Protombin dibuat di hati dan untuk pembuatannya diperlukan vitamin K. Pada masa embrio (janin) sel-sel darah dibuat di dalam  Limpa  dan  Hati  (extra  medullary haemopoiesis). Setelah embrio sudah cukup usia, fungsi itu diambil alih oleh Sumsum Tulang.

  • Keterangan proses pembekuan darah

    1. Kulit terluka menyebabkan darah keluar dari pembuluh. Trombosit ikut keluar juga bersama darah kemudian menyentuh permukaan-permukaan kasar dan menyebabkan trombosit pecah. Trombosit akan mengeluarkan zat (enzim) yang disebuttrombokinase.
    2. Trombokinase akan masuk ke dalam plasma darah dan akan mengubah protrombin menjadi enzim aktif yang disebut trombin. Perubahan tersebut dipengaruhi ion kalsium (Ca²+) di dalam plasma darah. Protrombin adalah senyawa protein yang larut dalam darah yang mengandung globulin. Zat ini merupakan enzim yang belum aktif yang dibentuk oleh hati. Pembentukannya dibantu oleh vitamin K.

    3. Trombin yang terbentuk akan mengubah firbrinogen menjadi benangbenang fibrin. Terbentuknya benang-benang fibrin menyebabkan luka akan tertutup sehingga darah tidak mengalir keluar lagi. Fibrinogen adalah sejenis protein yang larut dalam darah. Coba Anda bayangkan, apabila fibrin ini beredar di dalam darah kita tanpa adanya luka, apa yang akan terjadi? Tentunya akan terjadi banyak penyumbatan darah yang bisa berakibat fatal dalam tubuh kita.

      Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan :  Penjelasan Ciri-Ciri Bakteri Secara Umum