Pengertian dan Macam Tipe Interaksi Antar Spesies

Diposting pada

Interaksi-Antar-Spesies

Pengertian Interaksi Antar Spesies

Interaksi atau hubungan antarspesies terdiri dari beberapa macam-macam atau jenis-jenis tipe-tipe interaksi antarspesies dimana kita tahu ialah bahwa pada tiap-tiap organisme itu tidak dapat hidup sendiri, dikarenakan pada tiap organisme tersebut membutuhkan bantuan dari orang lain. Organisme berkelompok didalam menempati sebuah ruang tertentu yang saling berinteraksi atau berhubungan, baik itu yang sifatnya positif, negatif, netral atau juga kombinasi.


Pada tiap-tiap interaksi atau hubungan yang terjadi itu akan memberikan manfaat yang berdampak bagi tiap spesies yang saling berinteraksi atau berhubungan anggota populasi yang akan dapat memengaruhi kehidupan serta juga kecepatan pertumbuhan populasi.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Biologi Molekul – Pengertian, Teknik, Ilmu, Sejarah, Ukuran, Rumus, Geometri


Interaksi dalam ekologi

Interaksi spesies anggota populasi merupakan suatu kejadian yang wajar didalam suatu komunitas, kejadian tersebut mudah dipelajari (Irwan 1992) interaksi yang terjadi antar spesies anggota populasi akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ataupun kehidupan populasi.Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lain. Interaksi demikian banyak kita lihat di sekitar kita. Organisme-organisme laintentu ada didalam situasi natural, dan merupakan bagian yang melengkapi lingkungan. Mereka sangat penting karena dapat menyediakan bahan makanan, menjadi tempat berteduh atau berlindung dan melengkapi kebutuhan kebutuhan lain. Sebaliknya diantaranya tentu ada yang merupakan tetangga yang tidak diinginkan. Interaksi yang bermacam-macam dapat dibagi dalam dua golongan utama yaitu simbiosa dan antagonisma.


Didalam golongan pertama kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan, dan salah satu atau kedua-duanya mendapat keuntungan, sedang dalam golongan yang kedua salah satu pihak dirugikan. Simbiosa berarti hidup berdampingan. Pada simbiosa mutualisme kedua organisme saling diuntungkan. Pertumbuhan dan survivalnya diuntungkan karenanya, dan dalam keadaan wajar organisme tidak dapat lestari apabila terpisah dari partnernya. Plankton-plankton, mahluk tumbuhan atau hewan yang hidup melayang-melayang didalam air banyak yang merupakan mutualisme.


Tumbuhan leguminosa, yaitu yang berbuah polongan juga menjalankan simbiosa semacam, dengan bakteria zat lemas yang mengumpul diakar. Bakteria mendapat karbohidrat dan bahan lain, sebaliknya bakteria mengikat gas nitrogen dari udara dan diberikan kepada induk-semangnya. Yang termasuk kategori interaksi antagonid ialah antibiosa, eksploitasi dan kompetisi. Organisme mengeluarkan bermacam-macam bahan dari metabolismenya. Karbondioksida atau asam organik hasil metabolisme, yang memenuhi suatu lingkungan, sering menghambat mahluk lain untuk melangsungkan hidup. Ada kalanya ada bahan produksi khusus yang antagonistik terhadap spesies lain. Cendawan sering kali mengeluarkan bahan semacam itu, seperti pinicillin, streptomycin, auromycin, ialah bahan antibiotik yang dapat membunuh bakteria-bakteria tertentu.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Pengertian Populasi Menurut Para Ahli Terbaru


Interaksi Menurut Para Ahli

  • Menurut (Irwan 1992), interaksi yang terjadi antar spesies anggota populasi akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ataupun kehidupan populasi.
  • Menurut Gopal dan Bhardwaj (1979), persaingan yang dilakukan organisme-organisme dapat memperebutkan kebutuhan ruang (tempat).
  • Menurut (Indriyanto 2006), makanan, unsur hara, air, sinar, udara, agen penyerbukan, agen dispersal, atau faktor-faktor ekologi lainnya sebagai sumber daya yang dibutuhkan oleh tiap-tiap organisme untuk hidup dan pertumbuhannya.
  • Menurut Elton (1972) niche didefinisikan sebagai suatu tempat yang berhubungan dengan makanan dan kompetisi dan juga status organisme dalam komunitas.
  • Menurut (Einhellig, 1995a), fenomena alelopati mencakup semua tipe interaksi kimia antar tumbuhan, antar mikroorganisme, atau antara tumbuhan dan mikroorganisme.

Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ekosistem Air Laut – Pengertian, Ciri, Jenis, Habitat, Komunitas, Masalah, Pembagian Daerah


Macam Tipe Interaksi Spesies

Tipe-Tipe Interaksi atau hubungan Antarspesies – ada beberapa tipe interaksi atau hubungan antarspesies. Macam-Macam atau jenis-jenis Tipe Interaksi Antarspesies antara lain sebagai berikut :


  • Netralisme

Netralisme adalah suatu interaksi antara 2(dua) atau juga lebih spesies yang pada satu sama lainnya tidak terpengaruh dari terdapatnya suatu asosiasi. Didalam Netralisme tidak ada yang akan diuntungkan serta juga yang dirugikan. Netralisme tersebut dapat terjadi apabila antara spesies mempunyai kebutuhan yang berbeda.


Contoh Netralisme

Contoh netralisme adalah antara tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk mengubahnya menjadi energi kimia (bahan organik), tumbuhan membutuhkan air untuk kesuburan tanah, tumbuhan dengan suhu,kelembapan, dan cahaya matahari, tumbuhan tinggi dengan tumbuhan tutupan yang bertujuan untuk menjaga kelembapan tanah. Mikoriza dan tumbuhan gandaria, mikoriza membantu untuk mengangkut nitrogen kedalam akar tumbuhan untuk proses pertumbuhan gandaria.


  • Kompetisi (Persaingan)

Kompotesi adalah suatu interaksi antara 2(dua) atau juga lebih spesies yang satu sama lainnya saling menghalangi. Kompetisi tersebut dapat terjadi disebabkan karena pada tiap spesies mempunyai kebutuhan yang sama yang pada tiap spesiesnya itu bersaing didalam memperebutkan sesuatu yang diperlukan didalam hidupnya, seperti ruang (tempat),makanan, sinar matahari, udara, air,  serta jugapasangan kawin.


Persaingan itu berdampak pada spesies yang kalah dan akan mati, tersingkir atau juga yang akan berpindah ke tempat lain. Kompetisi (persaingan) tersebut dibedakan menjadi 2(dua) macam antara lain sebagai berikut :

  1. Kompetisi intraspesifik
    Kompetisi intraspesifik adalah suatu persaingan yang terjadi diantara organisme atau juga individu yang mempunyai spesies yang sama. Contoh dari Kompetisi Intraspesifik ialah Ular cobra dengan Ular cobra yang lain saling berkelahi untuk memperbutkan tempat (wilayah).

  2. Kompetisi interspesifik
    Kompetisi interspesifik adalah suatu persaingan yang terjadi diantara organisme atau juga individu yang berbeda spesies. Contoh dari Kompotisi Interspesifik adalah tanaman jagung serta juga rumput yang sama tumbuh di ladang.


Meskipun kompetisi intraspesifik dan interspesifik kadang-kadang diperlukan terpisah, apabila memungkinkan kita akan menggabungkan antara keduanya. Niche dari individu-individu harus saling menutup (overlap) dan sama-sama memanfaatkan beberapa sumber. Keseluruhan Niche dalam satu organisme tidak perlu diletak dalam Niche organisme yang lain, tetapi niche dasar (fundamental) harus overlap. Niche fundamental dan niche nyata biasanya akan saling menutup pada anggota-anggota dari spesies yang berbeda. Pada waktu yang sama, hambatan genetic yang berbeda mengalami adaptasi secara evolusi untuk mengurangi kompetisi di antara individu-individu.


Kompetisi  telah banyak diperhatikan oleh para ahli-ahli ekologi sebgai faktor yang penting dalam memberikan definisi struktur komunitas, terutama dalam menentukan jumlah dan kelimpahan relatif pada koeksistensi suatu spesies. Beberapa penulis ( andrewartha dan birch, 1954: Browman, 1961) memberi argumen bahwa keterangan yang kurang baik pada kompetisi pada lalu penting dalam menghasilkan adanya hubungan ekologis dari spesies dan individu-individu.


Hubungan dengan beberapa masalah dalam ekologi, tidak ada definisi dari kompetisi yang sekarang ini diakui dan digunakan oleh semua ahli ekologi ( Harper, 1961 ; Milne, 1961). Kita memberikan definisi kompetisi sebagai interaksi biologis negatif yang terjadi antara dua atau banyak individu apabila : (1) suplai sumber yang diperlukan terbatas, dalam hubungan dalam permintaan organisme atau (2) kualitas sumber bervariasi dan permintaan terhadap sumber yang berkualitas tinggi lebih banyak.


Definisi ini memperluas konsep mencakup sumber dengan kualitas terbatas , organisme mungkin bersaing jika masing-masing  berusaha untuk mencapai sumber yang paling baik di sepanjang gradien kualitas atau apabila dua individu mencoba menempati  tempat yang sama secara simultas. Sumber yang digunakan dalam pengertian umum berarti sesuatu yang digunakan oleh individu  untuk hidup dan bereproduksi. Contoh-contohnya meliputi  makanan (energi dan nutrien), pasangan dalam perkawinan, oksigen, tempat bersarang, daerah bebas predator, cahaya dan sebagainya.


  • Komensalisme

Komensalisme adalah suatu interaksi atau juga hubungan antara 2(dua) atau juga lebih spesies yang mana salah satu pihak diuntungkan serta juga spesies yang lain tidak dirugikan. Contoh dari Komensalisme adalah tumbuhan paku serta anggrek yang hidupnya menempel di pohon.


Contoh Interaksi antara Tumbuhan Epifit dengan Inangnya

Tumbuhan epifit artinya tumbuhan yang menempel pada bagian luar tumbuhan lain. Tumbuhan yang menempel itu tidak merugikan tumbuhan yang ditumpangi (komensalisme). Contohnya : tumbuhan paku-pakuan dan anggrek yang tumbuh pada ranting atau batang pohon tumbuhan berkayu.


  • Amensalisme

Amensalisme adalah suatu interaksi antara 2(dua) spesies atau juga lebih yang berakibat salah satu pihak akan dirugikan sedangkan pihak yang lain tidak akan terpengaruh oleh terdapatnya asosiasi atau juga tidak berakibat apa-apa (tidak rugi serta juga tidak untung).


Pada banyak kasus, interaksi tersebut dikarenakan oleh adanya fenomena alelopati. Alelopati adalah suatu fenomena pada saat suatu organisme yang menghasilkan suatu zat kimia dengan memengaruhi kelangsungan ,hidupnya pertumbuhan, serta juga reproduksi organisme lain yang berada disekitarnya.


Zat kimia yang dihasilkan itu disebut alelokimia. Alelokimia adalah berupa suatu metabolit sekunder yang tidak diperlukan didalam proses metabolisme organisme alelopati. Contoh dari Amensalisme adalah Nerium oleander yang menghasilkan suatu racun oleandrin yang mematikan manusia.


Contohnya

Salah satu contoh amensalisme adalah interaksi alelokemis, yaitu penghambatan satu organisme oleh organisme lain melalui pelepasan produk metabolit ke lingkungan. Bagian interaksi alelokemis yang melibatkan hanya tumbuhan saja disebut Alleolopathy.


Alleolopathy merupakan interaksi antar populasi, bila populasi yang satu menghasilkan zat yang dapat menghalangi tumbuhnya populasi lain. Contohnya, di sekitar pohon walnut (juglans) jarang ditumbuhi tumbuhan lain karena tumbuhan ini menghasilkan zat yang bersifat toksik. Pada mikroorganisme istilah alelopati dikenal sebagai anabiosa atau antibiotisme. Contohnya adalah jamur Penicilium yang mensekresikan penisilin dengan bakteri. Penisilin mampu membunuh bakteri. Sehingga bakteri dirugikan, tetapi jamur Penicillium tidak mendapatkan keuntungan maupun kerugian.


Fenomena alelopati mencakup semua tipe interaksi kimia antar tumbuhan, antar mikroorganisme, atau antara tumbuhan dan mikroorganisme (Einhellig, 1995a). Menurut Rice (1984) interaksi tersebut meliputi penghambatan dan pemacuan secara langsung atau tidak langsung suatu senyawa kimia yang dibentuk oleh suatu organisme (tumbuhan, hewan atau mikrobia) terhadap pertumbuhan dan perkembangan organisme lain. Senyawa kimia yang berperan dalam mekanisme itu disebut alelokimia. Pengaruh alelokimia bersifat selektif, yaitu berpengaruh terhadap jenis organisme tertentu namun tidak terhadap organisme lain (Weston, 1996).

Alelokimia pada tumbuhan dilepas ke lingkungan dan mencapai organisme sasaran melalui berbagai cara yaitu :

  1. Penguapan
    Senyawa alelopati ada yang dilepaskan melalui penguapan. Beberapa genus tumbuhan yang melepaskan senyawa alelopati melalui penguapan adalahArtemisia, Eucalyptus, dan Salvia. Senyawa kimianya termasuk ke dalam golongan terpenoid. Senyawa ini dapat diserap oleh tumbuhan di sekitarnya dalam bentuk uap, bentuk embun, dan dapat pula masuk ke dalam tanah yang akan diserap akar.

  2. Eksudat Akar
    Banyak terdapat senyawa kimia yang dapat dilepaskan oleh akar tumbuhan (eksudat akar), yang kebanyakan berasal dari asam-asam benzoat, sinamat, dan fenolat. Lantana atau Saliara Akar dan tunas tanaman ini dapat mengurangi perkecambahan gulma anggur dan gulma lainnya.


  3. Pencucian
    Sejumlah senyawa kimia dapat tercuci dari bagian-bagian tumbuhan yang berada di atas permukaan tanah oleh air hujan atau tetesan embun. Hasil cucian daun tumbuhan Crysanthemum sangat beracun, sehingga tidak ada jenis tumbuhan lain yang dapat hidup di bawah naungan tumbuhan ini.


  4. Pembusukan organ tumbuhan
    Setelah tumbuhan atau bagian-bagian organnya mati, senyawa-senyawa kimia yang mudah larut dapat tercuci dengan cepat. Sel-sel pada bagian-bagian organ yang mati akan kehilangan permeabilitas membrannya  dan dengan mudah senyawa-senyawa kimia yang ada didalamnya dilepaskan. Beberapa jenis mulsa dapat meracuni tanaman budidaya atau jenis-jenis tanaman yang ditanam pada musim berikutnya.


Contoh Interaksi Alelokemis pada  Level Produser – Dekomposer

Kebanyakan dekomposer dalam tanah yang serasah dibawah suatu komunitas dipengaruhi spesies tumbuhan yang menggugurkan serasah penitrasi akar dalam tanah. Tanah dibawah hutan conifer umumnya asam karena serasah conifer bersifat asam dan dekomposisinya mempengaruhi PH tanah. Sebagai hasil, fungi medominer mikroflora tanah, sedangkan bakteria mendominer tanah netral.


Interaksi alelokemis, yaitu penghambatan satu organisme oleh organisme lain melalui pelepasan produk metabolit ke lingkungan. Untuk hebivora tertentu, semua spesies tumbuhan rasanya tidak harus sama. Banyak spesies ditolak total, beberapa dimakan dan sangat disenangi dan yang lainnya dimakan kalau yang disenangi tidak ada.


  • Parasitisme

Parasitisme adalah suatu interaksi atau juga hubungan diantara organisme yang berbeda spesies yang hanya menguntungkan disalah satu pihak sedangkan pihak yang lain akan dirugikan. Parasit tersebut memperoleh makanan dari inangnya, apabila inang mati, maka parasit tersebut akan mati atau akan mencari inang baru.


Dengan berdasarkan letaknya parasit tersebut dibedakan menjadi 2(dua) macam antara lain sebagai berikut :

  1. Parasit Internal (Endoparasit), sebagai  contoh Trichomonas vaginalis yang hidupnya disaluran kelamin wanita.
  2. Parasit Ekternal (Ektoparasit), sebagai contohnya tumbuhan tali putri (Custuta sp) yang hidupnya itu menumpang pada tanaman.

Contoh Interaksi antara Tali Putri dengan Inangnya

Tali putri yang berwarna ilmiah Cuscuta sp, warnanya yang kuning keemasan akan tampak cemerlang jika mendapat sinar matahari. Tali putri punya sifat merugikan. Kehadirannya pada tumbuhan melalui pola hubungan simbiosis paratisme. Tali putri memang tumbuhan parasit yang bisa membunuh inangnya.


  • Mutualisme

Mutualisme adalah suatu interaksi atau hubungan diantara 2(dua) spesies atau juga lebih yang pada tiap pihak mendapatkan keuntungan dari adanya saling membutuhkan yang sifatnya itu wajib. Contoh dari Mutualisme adalah Lichen yang merupakan suatu mutualisme diantara jamur dan Cyanobacteria.


Interaksi mutualisme adalah interaksi yang berpengaruh positif pada kedua spesies sebagai akibat  dari kebersamaan mereka. Interaksi yang saling menguntungkan sering disebut  simbiosis, tetapi juga disebut protooperasi atau mutualisme.


Pengaruh mutualisme terhadap niche utama

Mutualisme merupakan interaksi yang mememrlukan kedua anggota interaksi menempati komunitas-komunitas dimana yang lain akan berada diluar niche utama dari salah satu atau kedua anggota interaksi tersebut. Kemampuan bakteri dari genus rhizobium mengikat nitrogen tanaman, biasanya legum, yang mana bakteri tersebut mempunyai bentuk hubungan mutualistik dapat terjadi pada kondisi nitrogen tanah lebih randah disbanding nitrogen tanah tinggi  begitu juga adanaya mycorrhizae, jamur yang berhubungan erat dengan akar beberapa tanaman, khususnya di dearah tropika, menambah persediaan nutrient-nutrien tertentu bagi tanaman.


Kehadiran semut pada spesies pohon acacia tertentu meningkatkan kemampuan acacia untuk tumbuh dalam pertumbuhan kedua vegetasi tropis. Tanpa semut-semut tersebut laju pertumbuhan acacia biasanya lebih rendah dan kemungkinan tidak akan mampu berkompetensi dengan komponen-komponen lain dari vegetasi menjadi lebih tinggi. Semut-semut tersebut menggurangi herbivory pada acacia dan juga menurunkan densitas vegetasi didekatnnya pengaruh sekunder dari penerunana  densitas vegetasi adalah bahwa semut-semut sering membersikan daerah kosong disekitar acacia yang kemungkinan mengurangi kerusakan tanaman oleh api (jansen 1967) acacia ini biasa tumbuh pada daerah yang dimana api selama musim kemarau dapat menghancurkannya adannya semut pada pohon acacia sangat mirip dengan produksi bahan-bahan kimia allelopatik oleh tanamn spesies lain. Bahan-bhan kimia ini dapat menggurangi laju pertumbuhan spesies tanaman lain yang ada didekatnnya.


Contohnya

  1. Endimis Sirpentin

Endemik atau endemis berarti eksklusif asli pada suatu tempat (biota). Di dalam suatu pulau dapat terbentuk wilayah/habitat endemik karena adanya proses pembentukan  batuan kapur, batuan serpentin, batuan vulkanik atau batuan lainnya. Pada konteks endemisitas, terbentuknya habitat dari batuan serpentin menyebabkan terbentuknya jenis tumbuhan endemik serpentin. Komunitas tumbuhan pada area serpentin umumnya kerdil dan umumnya hanya tumbuh pada habitat tersebut. Habitat ini umumnya berupa area terbuka dan berbatu, dengan vegetasi umum berupa tumbuhan semak dan terkadang pohon dengan daun keperakan atau kecoklatan karena struktur bulunya bersifat memantulkan cahaya.


Tanah serpentin juga memiliki kandungan logam berat yang tinggi seperti kromium, kobalt, dan nikel. Serpentin juga kaya serat silika yang dikenal dengan nama asbestos. Mineral asbestos ini lebih banyak merugikan manusia daripada tumbuhan karena dapat menyebabkan kanker. Tantangan lain pada tanah serpentin adalah   ketiadaan zat hara (nutrisi). Kandungan kalsium (Ca) pada tanah ini biasanya rendah, sebaliknya kandungan Mg tinggi.


  1. Halofit

Tumbuhan Halofit yaitu tumbuhan yang mampu pada kondisi kadar garam yang tinggi (salinitas) beradaptasi dengan cara membentuk kelenjar garam yang terdapat pada daun, memiliki jaringan aerenkim dengan ruang antar sel yang besar dan jaringan pembuluh tersebar.


Tumbuhan halofit merupakan tumbuhan pantai yang hidup pada kondisi selalu tergenang ataupun terkadang tergenang air laut. Tumbuhan ini hidup pada kondisi kadar salinitas air laut yang tinggi. Oleh karena itu, tumbuhan pantai umumnya memiliki adaptasi yang unik terhadap kondisi lingkungan tersebut.


Adapun bentuk adaptasinya adalah memiliki jaringan aerenkim dengan ruang antar sel yang besar dan jaringan pembuluh tersebar. Contoh tumbuhan mangrove menyerap air tetapi mencegah masuknya garam, melalui saringan (ultra filter) yang terdapat pada akar . Flora mangrove menyerap air dengan salinitas tinggi kemudian mengekskresikan garam dengan kelenjar garam yang terdapat pada daun. Tidak semua halofit setara dalam toleransi garam, dibedakan intoleran, fakultatis, dan obligat. Tetapi kebanyakan halofit adalah  intoleran, yaitu tumbuh maksimum pada salinitas rendah dan menurun pada salinitas naik. Tumbuhan yg hidup subur di daerah atau lingkungan (tanah) yg berkadar garam tinggi, misalnya rumput inggris; Armeria maritina


  • Protokooperasi

Protokooperasi adalah suatu interaksi  antara 2(dua) spesies bahkan lebih yang pada tiap nya itu mendapatkan keuntungan, namun tidak bersifat wajib. Contoh dari Protokooperasi ialah kerbau dengan burung jalak. Burung jalak yang mencari makanan berupa kutu meskipun burung jalak ttersebut dapat mendapatkan makanan dari sumber lainnya seperti semut, belalang, ulat Sementara itu kerbau tersebut akan terbebas dari kutu.


  • Predasi (Pemangsaan)

Predasi adalah suatu interaksi  mangsa serta pemangsa (predator). Predasi adalah suatu hubungan yang sangat erat disebabkan karena tanpa ada suatu mangsa, predator tersebut tidak akan dapat hidup. Predator tersebut berfungsi sebagai pengontrol dari populasi mangsa. Contoh Predasi adalah  singa dengan kijang dll


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Borrelia Burgdorferi – Pengertian, Spesies, Klasifikasi, Siklus, Ciri, Gejala, Morfologi, Reproduksi, Mekanisme, Pencegahan, Pengobatan


Interaksi Organisme dan Tumpang Tindih

Dimensi-dimensi pad niche pokok menentukan kondisi-kondisi yang menyebabkan organisme-organisme dapat berinteraksi tetapi tidak menentukan bentuk, kekuatan atau arah interaksi. Dua faktor utama yang menentukan bentuk interaksi dalam populasi: kebutuhan fisiologi tiap-tiap individu dan ukuran ralatifnya. Empat tipe pokok dari interaksi diantara populasi sudah diketahui (meskipun lebih lengkapnya dapat dikemukakan untuk kejelasan; lihat Burkholder, 1952; Odum, 1971) yaitu kompetisi, predasi, parasitisme dan simbiosis.]


Interaksi antar organisme

  • Kompetisi hanya terjadi bila dua atau lebih organisme membutuhkan beberapa sumber alam yang sama, tetapi sumber tersebut tidak mencukupi kebutuhan. Meskipun dimensi suhu dalam niche dapat menentukan kisaran pengaruh pada spesies yang berkompetisi, dan kompetitor yang paling efektif dapat berbeda bila suhu berbeda pula, kompetisi selalu memperebutkan sumber alam, bukan memperebutkan regulator. Secara umum organisme yang berkompetisi hampir serupa dalam kebutuhan dan ukuran ekologis, meskipun ada perkecualiannya. Jika persediaan O2 pada habitat akuatik rendah, organisme air misalnya bakteri dan ikan akan berkompetisi untuk memperoleh O2.

  • Predasi terjadi bila organisme, untuk memangsa organisme lain. penting kiranya untuk membuat spesifikasi bahwa predasi menyangkut penyediaan makanan untuk organisme hidup, sebab pengaruhnya pada proses-proses ekologis sangnat berbeda bila sumber makanan habis oleh sebab yang lain diluar proses saling memangsa itu.


  • Parasitisme terjadi bila organisme untuk memenuhhi makanan, pertumbuhan atau yang lainnya mengganggu organisme inang. Parasit akhirnya berhasil mematikkan atau merusak organisme inang. Pada beberapa kasus parasitisme, organisme inang tidak terpengaruh (pada mulanya), hingga populasi parasit bertambah besar dan akhirnya organisme inang terganggu. Jelaslah niche predator-predator dan mangsanya atau parasit-parasit dan inangnya harus mempunyai kesamaan parameter-parameter dasar; mereka berbeda dalam hal parameter yang berhubungan dengan nutrisi.


  • Simbiosis  tipe umum keempat dari interaksi antar organisme yaitu simbiosis, merupakan hubungan (asosiasi) yang terselubung dan kekal antar organisme yang tidak serupa setidaknya salah satu berperan dalam asosiasi ini, tetapi tidak ada yang dirugikan. Hubungan simbiosis dalam bebrapa interaksi ekologis yang penting, diketahui dari keunikan dan dampaknya dalam fungsi ekosistem. Ada dua simbiosis, permukaan bumi mungkin akan merupakan tumpukan selulose yang tidak tercerna selulose adalah komponen utama dinding sel tumbuhan yang sangat banyak dijumpai. Enzim untuk mencerna selulose adalah selulase, bagaimanapun juga masih dapat dijumpai pada bebrapa jenis organisme bebrapa proses pencernaan selulose bersangkut paut dengan hubungansimbiosis antar bakteri, fungi dan protozoa di satu pihak, sedang dilain pihak berhubungan dengan arthopoda atau vertebrata.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Faktor Terjadinya Interaksi Sosial Terlengkap


Tujuan Interaksi Spesies dalam Ekologi

Semua makhluk hidup selalu bergantung kepada makhluk hidup yang lain. Tiap individu akan selalu berhubungan dengan individu lain yang sejenis atau lain jenis, baik individu dalam satu populasinya atau individu-individu dari populasi lainsalah satu tujuan dari interaksi antar spesies adalah interaksi yang terjadi antar spesies anggota populasi akan mempengaruhi kecepatan pertumbuhan ataupun kehidupan populasi mempertahankan hidupnya dalam satu peran ekologi dalam linkungannya untuk saling berinteraksi dengan satu atau lebih spesies untuk keberlangsungan hidupnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial


Faktor penyebab terjadinya interaksi

  • Keterbatasan Daya Dukung Lahan

Keterbatasan daya dukung lahan yang menentukan jumlah populasi maksimum dapat tumbuh pada suatu lahan. Konsep daya dukung alam merupakan konsep yang juga penting untuk diketahui oleh ahli ekologi. Konsep ini menggambarkan tentang jumlah maksimum dari suatu spesies di suatu area, baik sebagai sistem monokultur, atau campuran. Suatu spesies mungkin saja dapat tumbuh dalam jumlah yang melimpah pada suatu lahan. Apabila dua spesies tumbuh bersama pada lahan tersebut, maka salah satu spesies lebih kompetitif daripada yang lain. Hal ini kemungkinan mengakibatkan spesies kedua akan mengalami kepunahan. Di dalam usaha pertanian, tanaman pokok yang terutama diharapkan tumbuh lebih baik.


  • Keterbatasan Faktor Pertumbuhan Pada Suatu Lahan.

Salah satu syarat terjadinya kompetisi adalah keterbatasan faktor pertumbuhan (air, hara dan cahaya). Pertumbuhan tanaman mengalami kemunduran jika terjadi penurunan ketersediaan satu atau lebih faktor. Kekurangan hara di suatu lahan mungkin saja terjadi karena kesuburan alami yang memang rendah, atau karena besarnya proses kehilangan hara pada lahan tersebut, misalnya karena penguapan dan pencucian. engetahuan tentang faktor pertumbuhan: jumlah yang dibutuhkan tanaman dan ketersediaannya di suatu lahan, sangat diperlukan untuk memperoleh pertumbuhan tanaman yang optimal pada sistem agroforestri.