Metode Membuat Simpulan Informasi Lisan

Diposting pada

Pengertian Informasi Lisan

INFORMASI LISAN adalah jenis informasi yang penyampaiannya melaluic cara langsung lewat ucapan atau oral. Informasi Lisan ini bisa diterima melalui berbagai media yang melibatkan pendengaran. Informasi Lisan

Adapun pengertian INFORMASI secara harfiah adalah pesan. Sedangkan artian maknawiahnya adalah uraian yang berisi keterangan mengenai sesuatu baik itu objek, masalah atau persitiwa yang disampaikan pada seseorang pun sekelompok orang dengan tujuan utama agar orang tersebut mengetahui atau memahami apa yang disampaikan.

Baca Juga : Kalimat Simpleks dan Kalimat Kompleks


Cara dan Teknik Membuat Simpulan Informasi Lisan

Agar kamu dapat meyampaikan informasi lisan yang disampaikan oleh narasumber dibutuhkan beberapa cara, seperti dibawah ini:

  1. Mengikuti dengan sungguh-sungguh, serius, cermat dan harus memfokuskan diri kamu pada inti atau isi pembicaraan, walaupun uraian lisan tersebut di sampaikan secara panjang lebar. Jika kamu memfokuskan diri pada pembicaraan yang sedang kamu dengarkan sejak awal sampai akhir, itu dapat dipastikan kamu akan memahami isi atau inti dari pembicaraan tersebut dengan tepat.  Kamu harus berkonsentrasi pada saat berkomunikasi untuk dapat menghindarkan dari kesalahpahaman yang tidak kamu inginkan pada saat berkomunikasi dengan narasumber.
  2. Selanjutnya, kamu perlu mengetahui teknik penyimpulan pembicaraan agar informasi yang di sampaikan oleh narasumber dapat kamu pahami dengan sebaik-baiknya.

Menyimpulkan subuah informasi dengan baik dapat menghindarkan kita dari kesalahan saat menyimpulkan informasi, karena jika kamu salah dalam meyimpulkan sebuah informasi, itu dapat berakibat sangat fatal karena informasi itu akan tidak akurat seperti yang di berikan oleh narasumber.

Dengan menyimpulkan informasi, kamu dapat memahami, meyerap dan dapat mejelaskan kembali isi pokok dari sebuah informasi lisan tersebut secara sistematis degan bahasa yang dapat atau mudah dimengerti.

Dalam membuat sebuah simpulan, ada dua teknik yang dapat kamu pakai seperti taknik induktif dan deduktif.


  • Simpulan Induktif

Penarikan atau peyusunan suatu kesimpulan dengan sebuah metode peyusunan kesimpulan dengan pemikiran yang bertolak dari kaidah (peristiwa) khusus untuk dapat menentukan kaidah umum.

  • Contoh:

“Ketika bangsa kita sedang mengalami sebuah persoalan ekonomi seperti ini, akibatnya banyak orang tua yang memutuskan menurunkan anaknya ke jalan untuk mengemis. Bahkan, banyak sekali anak jalanan yang memutuskan turun kejalanan atas keinginannya sendiri. Mereka lebih suka kejalanan daripada sekolah sebab jalanan memberi mereka uang untuk bertahan hidup. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor atau peyebab semakin meningkatnya jumlah anak jalanan.

Baca Juga : Penjelasan Kalimat Utama Dan Kalimat Penjelas


  • Simpulan Dedektif

Penarikan atau penyusunan suatu kesimpulan dengan metode peyusunan atau penarikan sebuah kesimpulan dengan pemikiran yang bertolak dari kaidah (hal-hl atau peristiwa) umum ke yang khusus.

  • Contoh:

“Kondisi tersebut adalah sebuah tanda bahwa gejolak ekonomi di negri kita Indonesia tidak stabil dan sepertinya akan masuk krisis lagi. Angka kemiskinan di negara kita, sekarang mulai naik. Rakyat sulit mendapatkan minyak tanah, harga minyak goreng naik hingga 70 persen, dan banyak anak putus sekolah. Ditambah lagi dengan berbagai kejadian bencana alam dan konflik di beberapa daerah di negri kita tercinta ini.”


Pola Penyajian Informasi Lisan – Pola Parafrasa Lisan

Beberapa pola penyajian atau penyampaian informasi secara lisan adalah seperti berikut.


  1. Pola Contoh

Parafrasa dengan pola contoh dikembangkan memerinci atau memberikan ilustrasi untuk menjelaskan ide pokoknya.

Contoh:

Pohon pisang merupakan pohon yang banyak fungsinya. Selainbuahnya, daun dan batangnya dapat dimanfaatkan. Daun pisang dapat digunakan untuk membungkus, sedangkan batangnya dimanfaatkan untuk membuat perhiasan dalam pernikahan.


  1. Pola Proses

Parafrasa diuraikan dalam bentuk proses, dengan memerinci cara kerja, langkah-langkah atau tahapan pelaksanaan. Parafrasa dengan pola ini berbentuk uraian ekspositoris. Uraian parafrasa naskah drama dapat berbentuk tidak langsung, yaitu dengan mengubah dialog atau percakapan para tokoh menjadi kalimat tidak langsung. Ungkapkan kembali cerita drama dengan bahasa sendiri.

Contoh:

Berikut ini adalah proses pembuatan lumpia.Pertama, tumis bawang bombai dan bawang putih sampai harum.Kedua, masukkan daun bawang dan ayam cincang, masak selama kurang lebih tiga menit. Ketiga, masukkan jagung manis, jamur kancing, bayam, lada, gula pasir, dan bumbu penyedap secukupnya. Keempat, aduk sampai rata jagung dan bumbu-bumbu tersebut sampai layu. Terakhir, masukkan larutan maizena sedikit demi sedikit sambil diaduk-aduk kurang lebih lima menit dan sisihkan.

Baca Juga ; Pengertian Kalimat Tanya


  1. Pola Sebab Akibat

Parafrasa dengan pola ini diawali dengan mengemukakan atau menggambarkan hal-hal yang menunjukkan sebab dan akhiri dengan suatu akibat.

Contoh:

Mencuci dengan sabun deterjen dapat memudarkan warna tekstil atau bahan pakaian. Memudarnya warna pakaian terlihat seperti lusuh dan usang. Pakaian lusuh tidak layak untuk dipakai. Akibatnya, banyak orang tidak menggunakan lagi sabun deterjen untuk mencuci.

Baca Juga : Contoh Kalimat Ambigu


Demikianlah artikel dari gurupendidikan.co.id mengenai Metode Membuat Simpulan Informasi Lisan : Pengertian, Cara, Pola Penyajian dan Contohnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.