Hormon Prostaglandin adalah

Diposting pada

Untuk hal demikian ini sekita seorang wanita hamil, secara alami tubuhnya akan membentuk hormon-hormon yang berfungsi un tuk menopang kehamilannya dan hormon-hormon tersebut akan terus berkembang selama masa kehamilan.

Hormon-Prostaglandin

Salah satu hormon yang terbentuk saat hamil ialah hormon prostaglandin. Hormon ini merupakan hormon ketiga setelah hormon HCG atau Human Corionic Gonadrothopine dan Hormon Progesteron. Kedua hormon tersebut terbentuk saat awal kehamilan dengan fungsi yang berbeda-beda. Serupa dengan kedua hormon tersebut, hormon prostaglanding juga memiliki manfaat saat kehamilan, sebelum membahas lebih jauh, apa sih hormon prostagladin itu.


Pengertian Hormon Prostaglandin

Prostaglandin pertama kali diketemukan dari cairan semen manusia pada sekitar tahun 1930 oleh Ulf von Euler dari Swedia, oleh karena diduga berasal dari kelenjar prostat, sang penemu memberinya nama prostaglandin.


Prostaglandin adalah suatu zat yang terbentuk dari lemak yang berawal dari asam lemak dan secara struktur kimia terdiri dari 20 atom karbon dan 5 cincin karbon. Secara garis besar fungsi prostaglandin ialah sebagai perantara “mediator” utama dalam proses kontraksi dan relaksasi otot polos tubuh manusia.

Baca Juga : Pengertian Hormon


Prostaglandin dapat juga dikategorikan sebagai hormon berdasarkan fungsi mediatornya namun berbeda dengan hormon lain yang diproduksi oleh organ spesifik “contohnya hormon insulin diproduksi oleh organ pankreas, hormon tiroid diproduksi oleh organ tiroid”, prostaglandin tidak diproduksi oleh satu organ spesifik namun dapat diproduksi di berbagai lokasi di dalam tubuh manusia.


Awalnya mediator ini ditemukan di cairan semen dan diduga disekresikan oleh organ prostat sehingga dinamakanlah prostaglandin, namun sering berjalannya waktu dan penelitian yang terus dilakukan, pendapat ini salah. Ya, prostaglandin dapat diproduksi oleh hampir semua jaringan atau organ tubuh.


Semua sel tubuh manusia yang memiliki inti “nukleus” dapat menghasilkan mediator ini. Hal ini dapat dipahami karena tujuan terbentuknya prostaglandin berbeda dengan hormon-hormon lain yang secara terus menerus disekresikan. Tujuan prostaglandin ialah mengirimkan sinyal nyeri, yakni suatu mekanisme pertahanan tubuh yang sangat penting.


Peran Hormon Prostaglandin

Selain itu prostaglandin juga berperan dalam agreagasi trombosit. Pada keadaan patologis, agregasi trombosit tidaklah kita harapkan. Mekanisme ini ditemukan pada penyakit jantung koroner sehingga para ahli menyarankan untuk memberikan obat golongan NSAID ini guna mencegah terjadinya agregasi trombosit.

Aspilet ialah obat yang biasa digunakan untuk tujuan ini, oleh karena itu kalian tidak perlu kaget saat diberikan dokter kalian aspilet. Mungkin kalian berpikir “loh sakit jantung kok malah diberikan obat nyeri..?? bukan efek anti nyerinya yang dokter harapkan, namun efek anti agregasinya yang dianggap memberikan perlindungan terhadap jantung kalian.


Fungsi Hormon Prostaglandin

Fungsi dari hormon prostaglandin pada kehamilan ialah meningkatkan kontraksi uterus. Selain memiliki fungsi saat kehamilan, hormon ini juga memiliki dampak yang bisa berbahaya untuk ibu hamil yakni berkurangnya hormon prostaglandin dapat menyebabkan keterlambatan proses persalinan.

  1. Prostaglandin adalah zat alami yang berasal dari asam lemak dan disintesis oleh sel dalam tubuh mamalia. Diproduksi di setiap sel tubuh kecuali sel darah merah, prostaglandin menanggapi rangsangan yang berbeda dalam tubuh untuk tanggapan efek pada hormon dan sel-sel secara langsung dalam jaringan di mana mereka berada. Mereka muncul dalam jumlah yang relatif menit dan dimetabolisme dengan cepat dalam darah;
  2. Aktivasi respon inflamasi, produksi nyeri, dan demam. Bila jaringan rusak, banjir darah sel darah putih ke situs untuk mencoba meminimalkan kerusakan jaringan. Prostaglandin diproduksi sebagai hasilnya;
  3. Gumpalan darah terbentuk ketika sebuah pembuluh darah rusak. Jenis yang disebut prostaglandin tromboksan merangsang penyempitan dan penggumpalan platelet. Sebaliknya, diikuti PGI2, dihasilkan memiliki efek sebaliknya pada dinding pembuluh darah di mana pembekuan tidak boleh membentuk;
  4. Prostaglandin tertentu terlibat dengan induksi persalinan dan proses reproduksi lainnya. PGE2 menyebabkan kontraksi rahim dan telah digunakan untuk menginduksi persalinan;
  5. Prostaglandin terlibat dalam beberapa organ-organ lain seperti saluran pencernaan (menghambat sintesis asam dan meningkatkan sekresi lendir pelindung), meningkatkan aliran darah di ginjal, dan leukotriens mempromosikan penyempitan saluran pernapasan yang terkait dengan asma;
  6. Menyebabkan penyempitan atau pelebaran dalam pembuluh darah otot halus sel;
  7. Menyebabkan agregasi atau disagregasi dari platelet;
  8. Peka tulang belakang neuron terhadap nyeri;
  9. Menurunkan tekanan intraokular;
  10. Mengatur kalsium gerakan;
  11. Kontrol hormon peraturan;
  12. Kontrol pertumbuhan sel;
  13. Bertindak pada pusat thermoregulatory dari hipotalamus untuk menghasilkan demam;
  14. Bekerja pada mesangial sel dalam glomerulus dari ginjal untuk meningkatkan laju filtrasi glomerular.

Prostaglandin sintetik digunakan :

  • Untuk menginduksi persalinan (nifas) atau aborsi (PGE 2 atau PGF 2 , dengan atau tanpa mifepristone , antagonis progesteron);
  • Untuk mencegah penutupan ductus arteriosus paten pada bayi baru lahir dengan khususnya cacat jantung sianosis (PGE 1 );
  • Untuk mencegah dan mengobati tukak lambung (PGE);
  • Sebagai vasodilator di parah ‘s fenomena Raynaud atau iskemia dari anggota badan
  • Pada hipertensi paru;
  • Dalam pengobatan glaukoma (seperti dalam bimatoprost larutan tetes mata, analog prostamide sintetik dengan aktivitas hipotensi okular);
  • Untuk mengobati disfungsi ereksi atau dalam rehabilitasi setelah operasi penis (PGE1 sebagai alprostadil );
  • Sebagai bahan dalam bulu mata dan alis produk kecantikan pertumbuhan karena efek samping yang berhubungan dengan peningkatan pertumbuhan

Baca Juga : Pengertian Sistem Regulasi Pada Manusia Beserta Macam-Macamnya


Klasifikasi Prostaglandin

Berdasarkan struktur molekulnya, prostaglandin alam dapat dibedakan atas empat kelompok, yaitu masing-masing kelompok E (PGE), kelompok F (PGF), kelompok A (PGA), dan kelompok B(PGB). Masing-masing kelompok PG terdiri dari beberapa senyawa dengan struktur molekul yang berbeda-beda. Misalnya, PGE1, PGE2, dan PGE3 masing-masing mengandung ikatan rangkap 13-trans; 5-cis-13-trans-17-cis. Keenam senyawa yang termasuk PGE Dan PGF dikenal sebagai prostaglandin primer.


Kelompok E

Kelompok E


Kelompok F

Kelompok F

Terdapat beberapa struktur prostaglandin, di antaranya adalah Prostaglandin A (PGA), Prostaglandin D (PGD), Prostaglandin E (PGE), Prostaglandin Fα (PGFα), Prostaglandin G atau H (PGG atau PGH), dan Prostaglandin I atau Prostasiklin (PGI). Menurut tata nama prostaglandin, huruf kapital di belakang nama prostaglandin menunjukkan cincin dan substituennya, sedangkan angka subskrip huruf kapital menunjukkan jumlah ikatan rangkap di luar cincin beranggota lima. (Muntholib, 2001)


Kelompok A

Kelompok A


Kelompok B

Kelompok B


Mekanisme Kerja Hormon Prostaglandin

Mekanisme kerja berhubungan dengan sisem biosintesis PG mulai dilaporkan pada tahun 1971 oleh Vane dkk yang memperlihatkan secara in vitro bahwa dosis rendah aspirin dan indometasin menghambat produksi enzimatik PG. Penelitian lanjutan telah membuktikan bahwa produksi PG akan meningkat apabila sel mengalami kerusakan. AINS bekerja menghambat enzim siklooksigenase sehingga konvensi asam arakidonat menjadi PGG2 terganggu.

Baca Juga : Sperma : Pengertian, Struktur, Dan Proses pembentukannya Beserta Kelainannya Lengkap


Walaupun in vitro obat AINS diketahui menghambat berbagai reaksi biokimiawi lainnya, hubungannya dengan efek analgesik, antipiretik dan anti-inflamasinya belum jelas, selain itu obat AINS secara umum tidak menghambat biosintesis leukotrien, malah pada beberapa orang sintesis meningkat dan dikaitkan dengan reaksi hipersensivitas yang bukan berdasarkan pembentukan antibodi. Mekanisme kerja dapat dilihat pada gambar dibawah :

Mekanisme-Kerja-Hormon-Prostaglandin


Efek Kelebihan Dan Kekurangan Hormone Prostaglandin

Penyelidikan dalam tahun-tahun terakhir menunjukkan bahwa peningkatan kadar prostaglandin penting peranannya sebagai penyebab terjadinya nyeri haid. Terjadinya spasme miometrium dipacu oleh zat dalam darah haid, mirip lemak alamiah yang kemudian diketahui sebagai prostaglandin, kadar zat ini meningkat pada keadaan nyeri haid dan ditemukan di dalam otot uterus (Dawood, 2006). Ditemukan kadar PGE2 dan PGF2α sangat tinggi dalam endometrium, miometrium dan darah haid wanita yang menderita nyeri haid primer (Pickles dkk, 1975).


Prostaglandin menyebabkan peningkatan aktivitas uterus dan serabut-serabut saraf terminal rangsang nyeri. Kombinasi antara peningkatan kadar prostaglandin dan peningkatan kepekaan miometrium menimbulkan tekanan intra uterus sampai 400 mm Hg dan menyebabkan kontraksi miometrium yang hebat. Atas dasar itu disimpulkan bahwa prostaglandin yang dihasilkan uterus berperan dalam menimbulkan hiperaktivitas miometrium. Kontraksi miometrium yang disebabkan oleh prostaglandin akan mengurangi aliran darah, sehingga terjadi iskemia sel-sel miometrium yang mengakibatkan timbulnya nyeri spasmodik. Jika prostaglandin dilepaskan dalam jumlah berlebihan ke dalam peredaran darah, maka akan timbul efek sistemik seperti diare, mual, muntah (Harel, 2006).

  1. Kelebihan :
  • Polip;
  • Rasa nyeri pada saat
  1. Kekurangan :
  • Jika jumlah prostaglandin dalam air mani ini kurang dapat juga menjadi masalah infertilitas.
  • Kelainan-kelainan yang terdapat dalam rahim dapat mengganggu dalam hal implantasi, pertumbuhan intrauterine (dalam kandung rahim), nutrisi, serta oksigenisasi janin.

Daftar Pustaka:

  • Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2009. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Jakarta: Balai Penerbitan FKUI.
  • Chandra Mohan, Antibiotics – A Brief Overview, EMD Bioscience, San Diego, 2008. Chandra Mohan, Antibiotics and Antibiotic Resistance, EMD Bioscience, San Diego, 2009. Neal, Michael.J.2006. “At a Glance Farmakologi Medis”. Erlangga: Jakarta
  • Neal M. J., 2006, At a Glance Farmakologi Medis Edisi Kelima, Jakarta: Erlangga
  • Pratiwi, Sylvia T. 2008. “Mikrobiologi Farmasi”. Erlangga : Jakarta Sylvia T. Pratiwi, Mikrobiologi Farmasi, Erlangga, 2008.
  • Tjay Tan Hoan. 2007. “Obat-obat Penting”. PT.Gramedia: Jakarta
  • Dawood, M. 2006. Primary Dysmenorrhea  Advances  in  Pathogenesis  and Management. Journal Obstetric and Gynaecology Vol. 108, No.  2,  August. Published by Lippincott Williams & Wilkins. ISSN:  0029- 7844/06
  • Harel, Zeev MD. 2006 . Dysmenorrhea in Adolescents and Young Adults:  Etiology and Management .J Pediatr Adolesc Gynecol 19:363-371
  • Jacobsen, C. 2004. Developing polyunsaturated fatty acids as functional ingredients.
  • In:    Functional foods, cardiovascular disease and diabetes. Edited by: A. Arnoldi. 2004. CRC Press. Boca Raton. Pp. 308 – 322.
  • Muntholib. 2001. Penghambatan biosintesis prostaglandin oleh asam asetil salisilat.Malang: Universitas Negeri Malang.
  • Pickles, VR.,    Hall, WJ., Best, FA . 1975. Prostaglandin in  endometrium  and menstrual fluid from normal and dysmenorrhoea subjects. J Obstet  Gynecol Br Comm; 72: 185.
  • Kudo, I.; Murakami,M., (2005) Prostaglandin E Synthase, a Terminal Enzyme for Prostaglandin E2 Biosynthesis, Journal of Biochemistry and Molecular Biology, Vol. 38, No.6, pp. 633-638
  • Thoren, S. et.al. (2003) Human Microsomal Prostaglandin E Synthase-1, The Journal of Biological Chemistry, Vol. 278, No.25, pp. 22199-22209.