Eceng Gondok – Definisi, Ciri, Bentuk, Manfaat, Habitat, Dampak, Penanggulangan, Pembersih

Diposting pada

Eceng Gondok – Definisi, Ciri, Bentuk, Manfaat, Habitat, Dampak, Penanggulangan, Pembersih : Eceng gondok (Eichonia crassipe) hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter dan Tidak mempunyai batang.


Ciri Khusus Tumbuhan Eceng Gondok Serta Manfaatnya

Definisi Eceng Gondok

Eceng gondok (Eichonia crassipe) hidup mengapung di air dan kadang-kadang berakar dalam tanah. Tingginya sekitar 0,4 – 0,8 meter. Tidak mempunyai batang. Daunnya tunggal dan berbentuk oval. Ujung dan pangkalnya meruncing, pangkal tangkai daun menggelembung.


Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau. Bunganya termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir, kelopaknya berbentuk tabung. Bijinya berbentuk bulat dan berwarna hitam. Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau. Akarnya merupakan akar serabut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Anatomi Tumbuhan Secara Lengkap


Dalam hal ini tidak semua tumbuhan hidup didaratan, yang sebagian tumbuhan malah justru hidup di lingkungan air. Tumbuhan memang memiliki lingkungan tumbuh yang berbeda dan hanya tumbuhan tertentu saja yang hidup di air atau misalnya di lingkungan ekstrim seperti di lingkungan yang bersalju.


Untuk di Indonesia sendiri selain tumbuhan dapat tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi juga ada yang hidup di air seperti tumbuhan eceng gondok. Dalam hal ini apakah anda mengetahui bunga apa ini…?? tentu saja semua sudah mengetahui mengenai bunga ini yang mana seringnya dianggap sebagai gulma dari pada tumbuhan.


Tidak banyak yang begitu suka dengan membiakkannya karena bunga jenis ini tidak dapat dijadikan sebagai bunga hias kecuali di kola dan seringnya bunga ini mengganggu ekosistem air bila jumlahnya sudah melebihi batasan. Namun sebenarnya bunga ini memiliki kegunaan yang cukup bagus bagi manusia.


Klasifikasi ilmiah Eceng Gondok

  • Kerajaan: Plantae
  • Divisi: Magnoliophyta
  • Kelas: Liliopsida
  • Ordo: Commelinales
  • Famili: Pontederiaceae
  • Genus: Eichhornia Kunth
  • Spesies: E. crassipes
  • Nama binomial: Eichhornia crassipes

Ciri Khusus Tumbuhan Eceng Gondok

Tumbuhan enceng gondok ialah tumbuhan ari yang mana banyak terdapat di perairan tawar seperti di sungai. Pada tumbuhan ini biasanya terlihat mengapung di atas sungai yang mana menutupi sinar matahari yang akan masuk ke dalam parairan.


Pada tangkai daun eceng gondok menggelembung atau berongga. Tumbuhan ini masih memiliki akar layaknya tumbuhan lainnya yang tentu saja mengapung di perairan. Daun enceng gondok merupakan daun tunggal yang mana bentuknya oval, memiliki tekstur yang licin dan bawarna hijau cerah.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Tumbuhan Berkembangbiak Dengan Spora


Pada ujung dari tangkai daun menggelembung dan juga pangkal tersebut meruncing. Tanaman ini mudah sekali berkembang biak yang sehingga apabila dibiarkan lama kelamaan akan semakin tumbuh subur, jumlahnya menjadi banyak. Yang salah satu alasan eceng gondok dianggap gulma karena dapat mengancam kehidupan yang ada dibawahnya.


Apabila semakian banyak eceng gondok yang ada di sungai maka cahaya matahari akan menjadi susah untuk masuk ke dalam perairan, ikan akan kekurangan vitamin dari matahari dan mempersulit untuk ikan bernapas karena eceng gondok yang menutupi perairan tidak menyediakan ruang untuk ikan mengambil udara bebas.


Bentuk Eceng Gondok

Berikut adalah beberapa bentuk-bentuk penyesuaian struktur dan fungsi tubuh eceng gondok:


  • Akar

Bagian ini ditumbuhi dengan bulu-bulu akar yang berserabut berfungsi untuk pegangan atau jangkar tanaman. Peranan akar eceng gondok lebih pada kemampuannya dalam menyerap zat-zat yang diperlukan di dalam air.


Pada ujung akar terdapat kantung akar yang man di bawah sinar matahari akan berwarna merah, susunan akarnya dapat mengumpulakan lumpur atau partikel-partikel zat yang terlarut dalam air.


  • Daun

Tergolong makrofita yang terleak di atas permukaan air yang di dalamnya terdapat rongga udara sebagai alat pengapung tanaman. Klorofil terdapat pada sel eepidermis. Permukaan atas daun dipenuhi mulut daun dan bulu daun. Rongga udara selain untuk penampungan juga sebagai penyimpan O2 saat fotosintesis.


  • Tangkai

Tangkai eceng gondok berbentuk bulat menggelembung yang di dalamnya penuh dengan rongga udara yang berperan untuk mengapungkan tanaman di permukaan air.


Manfaat Tumbuhan Eceng Gondok

Tumbuhan eceng gondik memiliki manfaat yang diantaranya yaitu:


  • Eceng gondok banyak mengandung zat yang baik tubuh seperti protein, karbohidrat, kalori, kalsium, fosfor, zat besi dan sebagainya.
  • Eceng gondok juga mengandung banyak vitamin seperti A, C, atau B1.

  • Digunakan sebagai pupuk organik bagi tanaman sayur atau buah.
  • Digunakan untuk menyembuhkan penyakit kulit, sulit buang air kecil, sakit tenggorokan dan sebagainya.
  • Sebagai tempat bertelurnya ikan.

Nah itulah beberapa manfaat dari eceng gondok bagi makhluk hidup, walaupun banyak juga kekurangannya namun tanaman ini juga memiliki cukup banyak kelebihan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Respirasi Sel Pada Tumbuhan Dalam Biologi


Habitat Eceng Gondok

Eceng gondok tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan sungai. Tumbuhan ini dapat mentolerir perubahan yang ektrim dari ketinggian air, laju air, dan perubahan ketersediaan nutrien, pH, temperatur dan racun-racun dalam air.


Pertumbuhan eceng gondok yang cepat terutama disebabkan oleh air yang mengandung nutrien yang tinggi, terutama yang kaya akan nitrogen, fosfat dan potasium (Laporan FAO). Kandungan garam dapat menghambat pertumbuhan eceng gondok seperti yang terjadi pada danau-danau di daerah pantai Afrika Barat, di mana eceng gondok akan bertambah sepanjang musim hujan dan berkurang saat kandungan garam naik pada musim kemarau.


Eceng gondok

Dampak Negatif Eceng Gondok

Akibat-akibat negatif yang ditimbulkan eceng gondok antara lain:


  • Meningkatnya evapotranspirasi (penguapan dan hilangnya air melalui daun-daun tanaman), karena daun-daunnya yang lebar dan serta pertumbuhannya yang cepat.
  • Menurunnya jumlah cahaya yang masuk kedalam perairan sehingga menyebabkan menurunnya tingkat kelarutan oksigen dalam air

  • Tumbuhan eceng gondok yang sudah mati akan turun ke dasar perairan sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.
  • Mengganggu lalu lintas (transportasi) air, khususnya bagi masyarakat yang kehidupannya masih tergantung dari sungai seperti di pedalaman Kalimantan dan beberapa daerah lainnya.
  • Menurunkan nilai estetika lingkungan perairan.

Penanggulangan Eceng Gondok

Karena eceng gondok dianggap sebagai gulma yang mengganggu maka berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya. Tindakan-tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya antara lain:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 7 Ciri Morfologi Protozoa Dalam Biologi


  1. Menggunakan herbisida
  2. Mengangkat eceng gondok tersebut secara langsung dari lingkungan perairan

  3. Menggunakan predator (hewan sebagai pemakan eceng gondok), salah satunya adalah dengan menggunakan ikan grass carp (Ctenopharyngodon idella) atau ikan koan. Ikan grass carp memakan akar eceng gondok, sehingga keseimbangan gulma di permukaan air hilang, daunnya menyentuh permukaan air sehingga terjadi dekomposisi dan kemudian dimakan ikan. Cara ini pernah dilakukan di danau Kerinci dan berhasil mengatasi eceng gondok di danau tersebut.

  4. Memanfaatkan eceng gondok tersebut, misalnya sebagai bahan pembuatan kertas, kompos, biogas , perabotan , kerajinan tangan, sebagai media pertumbuhan bagi jamur merang, dsb.


Pembersih Polutan Logam Berat

Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat. Rangkaian penelitian seputar kemampuan eceng gondok oleh peneliti Indonesia antara lain oleh Widyanto dan Susilo (1977) yang melaporkan dalam waktu 24 jam eceng gondok mampu menyerap logam kadmium (Cd), merkuri (Hg), dan nikel (Ni),


masing- masing sebesar 1,35 mg/g, 1,77 mg/g, dan 1,16 mg/g bila logam itu tak bercampur. Eceng gondok juga menyerap Cd 1,23 mg/g, Hg 1,88 mg/g dan Ni 0,35 mg/g berat kering apabila logam-logam itu berada dalam keadaan tercampur dengan logam lain.


Lubis dan Sofyan (1986) menyimpulkan logam chrom (Cr) dapat diserap oleh eceng gondok secara maksimal pada pH 7. Dalam penelitiannya, logam Cr semula berkadar 15 ppm turun hingga 51,85 persen.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Peranan Tumbuhan Bagi Kehidupan Beserta Penjelasannya