Ciri Khusus Cumi-Cumi – Pengertian, Klasifikasi, Struktur, Habitat, Amphineura, Berkembangbiak, Para Ahli

Diposting pada

Ciri Khusus Cumi-Cumi – Pengertian, Klasifikasi, Struktur, Habitat, Amphineura, Berkembangbiak, Para Ahli : Cumi-cumi merupakan kelompok hewan yang cephalopoda besar, atau jenis moluska yang hidup di laut.


Ciri Khusus Yang Dimiliki Cumi-Cumi Serta Struktur Dan Habitatnya

Pengertian Cumi – Cumi

Cumi-cumi merupakan kelompok hewan yang cephalopoda besar, atau jenis moluska yang hidup di laut. Nama itu “Cephalopoda” dalam bahasa Yunani berarati “Kaki Kepala”, hal ini karena kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Ciri Dan Klasifikasi Aves (Burung) Beserta Contohnya Terlengkap


Dalam hal ini seperti semua cephalopoda, cumi-cumi dipisahkan dengan memiliki kepala yang berbeda. Akson besar cumi-cumi ini memiliki diamter 1 mm, cumi-cumi banyak digunakan sebagai makanan.


Klasifikasi

Kingdom : Animalia
Phylum : Mollusca
Kelas : Cephalopoda
Ordo : Teuthoidea
Sub-Ordo : Myopsidae
Family : Loliginidae
Genus : Loligo
Spesies : Loligo chinensis


Pengertian Cumi – Cumi Menurut Para Ahli

Berikut Ini Merupakan Pengertian Cumi – Cumi Menurut Para Ahli.


  • (Nontji 2002)

cumi-cumi memiliki tubuh langsing, kerangkanya tipis, bening dan terdapat dalam tubuhnya. Cumi-cumi berenang menggunakan sistem propulsi jet yakni menyemburkan air lewat organ berupa corong. Kelas Cephalopoda umumnya tidak mempunyai cangkang luar, pada cumi-cumi cangkang terletak di dalam rongga mantel yang berwarna putih transparan.


  • (Barnes, 1974 dalam Nurcaya, 2004).

Tubuh cumi-cumi tertutup oleh mantel tebal yang diselubungi oleh selaput tipis berlendir, pada bagian bawah mantel terdapat lubang seperti corong yang berguna untuk mengeluarkan air dari ruang mantel.


  • (Carpenter dan Niem, 1998 dalam Khairiyah 2007).

Cumi-cumi L.chinensis memiliki mantel memanjang, ramping, berujung tumpul, sirip berbentuk belah ketupat, panjang lebih dari 60% dari panjang mantel pada cumi-cumi dewasa. Panjang mantel maksimum 400 mm tapi secara umum panjang mantelnya 200 mm.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Jenis Dan Ciri-Ciri Amfibi Dalam Ilmu Biologi


cumi cumi

Struktur Tubuh Dan Anatomi Pada Cumi-Cumi

Cumi-cumi merupakan hewan yang cukup unik karena memiliki “kaki” dikepalanya. Yang kita mengenalnya dengan sebutan tentakel, tentakel ini berada di sekitar atau mengelilingi mulut hewan yang satu ini. Untuk jumlah tentakel yang ada pada kebanyakan cumi-cumi ialah sekitar 10 buah, yang dimana setiap tentakel memiliki penghisap di ujungnya. Untuk tubuh makhluk ini berbentuk silindris dimana meruncing dibagian belakangnya.


Pada tubuh cumi-cumi tidak memiliki tulang luar dan tulang dalam yang cukup keras untuk melindungi tubuh cumi-cumi tersebut, yang sehingga tubuh cumi-cumi cenderung lunak.


Tubuhnya pun terdiri dari dua bagian yakni bagian mantel dan rongga tubuh. Mantel ini cukup tebal dan beotot untuk melindungi bagian rongga yang ada di dalamnya, yang dimana mantel ini menutupi rongga tubuhnya dari bagian leher sampai bagian belakang tubuhnya.


Di dalam rongga cumi-cumi terdapat tinta yang dalam hal ini berguna untuk melindungi diri. Dana pada bagian belakang tubuh cumi-cumi juga dilengkapi dengan ekor yang menyerupai sirip.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis Dan Penyebaran Kura-Kura Serta Penjelasannya


Habitat Cumi-Cumi

Pada cumi-cumi menghuni perairan dengan suhu antara 8 sampai 32 derajat celcius dan salinitas 8,5 sampai 30 per mil. Terjadinya kelimpahan cumi-cumi ditunjang oleh adanya zat hara yang terbawa arus dari daratan. Daerah penyebaran cumi-cumi ialah di perairan pasifik barat, australia utara, pulau filipina, bagian utara laut cina selatan hingga jepang.


Untuk penyebaran cumi-cumi diseluruh perairan Indonesia hampir merata, yang penyebaran cumi-cumi hampir di seluruh laut di dunia ini, mulai dari pantai hingga laut lepas dan mulai permukaan sampai kedalaman beberapa ribu meter.


Ciri Khusus Cumi-Cumi

Ada beberapa ciri khusus cumi-cumi yang diantaranya yaitu:


  • Hewan cumi-cumi memiliki tentakel yang pendek dan dapat berkerut dengan cepat.
  • Cumi-cumi menyemprotkan tinta pekat, yang tinta ini digunakan untuk melindungi cumi-cumi, karena tinta yang disemprotkan oleh cumi-cumi ini bisa mengejutkan pemangsa selama beberapa detik, setelah itu cumi-cumi langsung melarikan diri.

  • Hewan ini juga dapat memancarkan cahaya yang indah dan gemerlap, supaya memudahkan cumi-cumi untuk mencari makan pada saat malam hari.
  • Cumi-cumi juga dapat bergerak sangat cepat bila pada saat ia dikejar oleh pemangsa.

Ciri Umum Cumi – Cumi

Beberapa ciri umum cumi – cumi adalah:


  1. Memiliki ukuran tubuh bervariasi dari kecil hingga jenis raksasa, Architeuthis, yang berukuran hingga 16 meter
  2. Ukuran betina lebih besar dibandingkan ukuran jantan
  3. Perkembangbiakan hewan cumi cumi hanya melalui perkembangbiakan seksual. Cara berkembang biak hewan cumi cumi adalah dengan bertelur.

  4. Makanan utama cumi cumi adalah jenis jenis plankton dan biota laut yang ukurannya lebih kecil dibandingkan tubuh cumi cumi. (baca juga: hewan karnivora, herbivora dan omnivora dan ciri ciri hewan karnivora, herbovora, omnivora)
  5. Tubuh memanjang, kepala runcing, dan memiliki lengan sebanyak 8 buah dan 2 tentakel

  6. Dapat berkamuflase sebagai cara beradaptasi hewan dengan lingkungannya
  7. Dapat menyemburkan tinta pekat sebagai perlindungan diri terhadap ancaman predator

  8. Memiliki mata
  9. Habitatnya di laut, sebagian besar berenang di laut dangkal namun ada juga yang berada di kedalaman laut.k
  10. Sistem gerak pada hewan cumi cumi mengandalkan sistem otot yang rumit.

Amphineura

Hewan mollusca kelas Amphineura ini hidup di laut dekat pantai atau di pantai. Hewan ini memiliki ciri-ciri, yaitu cangkangnya memiliki susunan yang bertumpuk-tumpuk seperti susunan genting. Tubuhnya bilateral simetri, dengan kaki di bagian perut ( ventral ) memanjang.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian Dan Jenis Sedimentasi Beserta 5 Dampaknya Secara Lengkap


Ruang mantel dengan permukaan dorsal, tertutup oleh 8 papan berkapur, sedangkan permukaan lateral mengandung banyak insang. Hewan ini bersifat hermafrodit ( berkelamin dua ), fertilisasi eksternal (pertemuan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh ). Pada mulutnya dilengkapi dengan lidah parut atau radula. Contohnya Cryptochiton sp atau Chiton.  Saat ini sudah dibedakan menjadi 3 kelas, yaitu:


  1. Aplacophora (tidak bercangkang)
  2. Monoplacophora (bercangkang tunggal/satu sisi)
  3. Polyplacophora.

Cumi-Cumi

Cara Berkembangbiak Cumi-Cumi

Untuk hal ini kebanyakan cumi-cumi melakukan reproduksi dengan cara seksual, cara berkembang biak cumi-cumi yang diawali dengan jantan merayu betina dengan menggunakan warna kulit mereka dan bila diterima oleh betina kemudian menggunakan lengan yang disebut dengan hectocotylus untuk mentransfer paket sperma disebut spermatophore ke betinanya. Betina memproduksi sekitar 200 telur dan menempelkan pada dasar laut dalam kelompok yang besar bergabung dengan telur betina lainnya.


Pada sistem reproduksi seksual pada cumi-cumi terdiri atas sistem reproduksi, reproduksi jantan terdiri atas testis, pori genital dan penis. Sedangkan betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur. Cumi-cumi memiliki sistem reproduki yang terpisah yang dimana gonadnya terletak pada bagian posterior tubuhnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Karakteristik Reptil Dalam Biologi