Bimbingan Dan Kerja Sama – Prinsip, Azas, Kegiatan, Hubungan, Peran, Para Ahli

Diposting pada

Bimbingan Dan Kerja Sama – Prinsip, Azas, Kegiatan, Hubungan, Peran, Para Ahli – Bimbingan merupakan sebuah interaksi yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih salah satu individu yang merupakan center yang ditunjuk untuk dapat memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa tindakan yang dilakukan untuk perkembangan kepribadian seseorang yang dibantu.


Bimbingan

Bimbingan Menurut Para Ahli

Bimbingan merupakan sebuah interaksi yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih salah satu individu yang merupakan center yang ditunjuk untuk dapat memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa tindakan yang dilakukan untuk perkembangan kepribadian seseorang yang dibantu. Berikut menurut para ahli sebagai berikut.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Proses Pembentukan Fosil Dan Syarat Terbentuknya Fosil Menurut Ahli Arkeologi


  • Menurut James
    Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh seorang ahli untuk membantu orang lain dalam mengambil keputusan yang terbaik.


  • Menurut Crow
    Bimbingan menurutnya ialah sebuah proses yang mendidik.


  • Menurut Shertzer Dan Stone
    Bimbingan merupakan sebuah tindakan yang diberikan untuk menolong orang lain yang mengalami perkembangan emosi, jiwa, mental, intelektual dan sosial.


  • Menurut Sunaryo Kartadinata
    Bimbingan merupakan sebuah proses untuk membantu seseorang agar dapat berkembang optimal.


  • Menurut Rochman Natawidjaja
    Bimbingan merupakan proses memberikan bantuan secara berkesinambungan agar seseorang tersebut dapat memahami dirinya sendiri.


  • Menurut Yee
    Bimbingan merupakan suatu bantuan yang berkelanjutan yang diberikan oleh seseorang yang kompeten kepada seseorang yang meminta bantuan agar seseorang tersebut dapat menyesuaikan tingkah lakunya.


Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling

Prinsip yang berasal dari bahasa latin, yakni prinsipia, dapat diartikan sebagai permulaan yang dengan suatu cara tertentu melahirkan hal-hal lain, prinsip ini merupakan hasil paduan antara kajian teoritik dan telaah lapangan yang digunakan sebagai pedoman pelaksanaan suatu yang dimaksudkan.


 Jadi kalau berbicara tentang prinsip – prinsip bimbingan dan konseling, maka kita berbicara tentang pokok dasar pemikiran yang dijadikan pedoman dalam program pelaksanaan atau aturan main yang harus diikuti dalam pelaksanaan program pelayanan bimbingan.


Dengan perkataan lain dapat dikatakan bahwa prinsip bimbingan dan konseling adalah seperangkat landasan praktis atau aturan main yang harus diikuti dalam pelaksanaaan program pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah. Dalam layanan bimbingan dan konseling perlu diperhatikan sejumlah prinsip yaitu:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Proses Pembentukan Minyak Bumi Beserta Pengertian Dan Komponennya


Guidance and Cooperation


  1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan sasaran

    1. Bimbingan dan konseling melayani semua individu tanpa memandang umur, jenis kelamin, suku agama dan status sosial
    2. Bimbingan dan konseling berurusan dengan pribadi dan tingkah laku individu yang unik dan
    3. Bimbingan dan konseling memperhatikan sepenuhnya tahap dan berbagai aspek perkembangan individu. Bimbingan dan konseling memberikan perhatian utama kepada perbedaan individual yang menjadi orientasi pokok pelayanan.

  2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan permasalahan

    1. Bimbingan dan konseling berurusan dengan hal yang menyangkut pengaruh kondisi mental/fisik individu terhadap penyesuaian dirinya di rumah, di sekolah, serta dalam kaitannya dengan kontrak sosial, pekerjaan dan sebaliknya pengaruh lingkungan tehadap kondisi mental dan fisik individu.

    2. Kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan merupakan faktor timbulnya masalah pada individu yang kesemuanya menjadi perhatian utama pelayanan bimbingan dan

  1. Prinsip-prinsip berkenaan dengan program

    1. Bimbingan dan konseling merupakan bagian dari integral dari upaya pendidikan dan pengembangan individu, oleh karena itu program bimbingan dan konseling harus diselaraskan dan dipadukan dengan program pendidikan serta pengembangan peserta 2
    2. Program bimbingan dan konseling harus fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan individu, masyarakat dan kondisi lembaga program bimbingan dan konseling disusun secara berkelanjutan dari jenjang pendidik yang terendah sampai
    3. Terhadap isi dan pelaksanaan program bimbingan dan konseling perlu diarahkan

  2. Prinsip-prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan

    1. Bimbingan dan konseling harus diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu membimbing diri sendiri dalam menghadapi permasalahan.
    2. Dalam proses bimbingan dan konseling keputusan yang diambil dan akan dilaksanakan oleh individu hendaknya atas kemampuan individu itu sendiri bukan karena kemauan atau desakan dari pembimbing atau pihak lain

    3. Permasalahan individu harus ditangani oleh tenaga ahli dalam bidang yang relevan dengan permasalahan yang dihadapi.
    4. Kerjasama antara guru pembimbing, guru lain dan orang tua yang akan menentukan hasil
    5. Pengembangan program pelayanan bimbingan dan konseling ditempuh melalui pemanfaatan yang maksimal dari hasil pengukuran dan penilaian terhadap individu yang terlibat dalam proses pelayanan dan program bimbingan dan konseling itu sendiri.

Azas-azas Bimbingan dan Konseling

Dalam setiap kegiatan yang dilakukan, seharusnya ada suatu azas atau dasar yang melandasi dilakukannya kegiatan tersebut. Atau dengan kata lain ada azas yang dijadikan dasar pertimbangan kegiatan itu.demikian pula halnya dalam kegiatan Bimbingan dan konseling, diantaranya:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Sejarah Awal Mula Terbentuknya Laut Di Bumi Menurut Peneliti Kelautan


  • Azas Kerahasian

Sebagaimana telah diketahui bahwa dalam kegiatan bimbingan dan konseling. Kadang-kadang klien harus menyampaikan hal-hal yang sangat pribadi/rahasia kepada koselor. Oleh karena itu konselor harus menjaga kerahasiannya data yang diperoleh dari kliennya. Kerahasian data perlu dihargai dengan baik, karena hubungan menolong dalam bimbingan dan konseling hanya dapat berlangsung dengan baik jika data atau informasi yang dipercayakan kepada konselor atau guru pembimbing dapat dijamin kerahasiannya.


Azas ini dikatakan sebagai azas kunci dalam kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling, karena dengan adanya azas kerahasiaan ini dapat menimbulkan rasa aman dalam diri klien. Di samping itu azas kerahasiaan ini juga akan menghilangkan kekhawatiran klien terhadap adanya keinginan konselor untuk menyalah gunakan rahasia dan kepercayaan yang telah diberikan kepadanya sehingga merugikan klien.


  • Azas Kesukarelaan

Dalam memahami pengertian bimbingan dan konseling telah dikemukakan bahwa bimbingan merupakan proses membantu individu. Perkataan membantu disini mengandung arti bahwa bimbingan merupakan suatu paksaan. Oleh karena itu dalam kegiatan bimbingan dan konseling diperlukan adanya kerjasama yang demokratis antara konselor dan kliennya. Kerjasama akan terjalin bilamana klien dapat dengan sukarela menceritakan serta menjelaskan masalah yang dialaminya kepada konselor.


  • Azas Keterbukaan

Azas keterbukaan merupakan asas penting bagi konselor karena hubungan tatap muka antar konselor dank lien merupakan pertemuan batin tanpa tedeng aling-aling. Dengan adanya keterbukaan ini dapat ditumbuhkan kecenderungan pada klien untuk membuka dirinya, untuk membuka kedok hiidupnya yang menjadi penghalang bagi perkembangan psikisnya.


Menurut Truax dan Carkhuff menyimpulkan bahwa ada hubungan yang erat antara keterbukaan konselor dan kemampuan klien membuka diri (self explorasion). Dengan demikian konselor yang dalam proses konseling membuka diri, tidak bersikap dibuat-buat atau pura-pura akan mendorong klien mengekpresikan pengalaman pribadinya.


  • Azas Kekinian

Pada umumnya pelayanan bimbingan dan konseling bertitik tolak dari masalah yang dirasakan klien saat sekarang atau kini. Namun pada dasarnya pelayanan bimbingan dan konseling itu sendiri menjangkau dimensi wktu yang lebih luas, yaitu masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang.


permasalahan yang dihadapi oleh klien sering bersumber dari rasa penyesalannya terhadap apa yang terjadi pada masa lalu dan kekhawatiran dalam menghadapi apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, sehingga ia lupa dengan apa yang harus dikerjakannya pada saat ini. Dalam hal ini konselor dapat mengarahkan klien untuk memcahkan masalah yang sedang dihadapinya sekarang.


  • Azas Kemandirian

Salah satu tujuan pemberian layanan bimbingan dan konseling adalah agar konselor berusaha menghidupkan kemandirian didalam diri klien. Pada tahap wal konseling, biasanya klien menampakan sikap yang lebih tergantung dibandingkan pada tahap akhir konseling, sebenarnya sikap ketergantungan klien terhadap konselor ditentukan respon-respon yang diberikan oleh konselor terhadap kliennya. Oleh karena itu konselor dan klien harus berusaha menumbuhkan sikap kemandirian itu di dalam diri klien dengan cara memberikan respon yang cermat.


  • Azas Kegiatan

Dalam proses pelayanan bimbingan dan konseling kadang-kadang konselor memberikan beberapa tugas dan kegiatan kepada kliennya. Dalam hal ini klien harus mampu melakukan sendiri kegiatan-kegiatan tersebut dalam rangka mencapai tujuan bimbingan dan konseling yang telah ditetapkan. Di pihak lain konselor harus berusaha/mendorong agar kliennya mampu melakukan kegiatan yang telah ditetapkan tersebut.


  • Azas Kedinamisan

Keberhasilan usaha pelayanan bimbingan dan konseling ditandai dengan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku klien kearah yang lebih baik.untuk mewujudkan terjadinya perubahan sikap dan tingkah laku itu membutuhkan proses dan waktu tertentu sesuai dengan kedalaman dan kerumitan masalah yang dihadapi klien.konselor dan klien diminta untuk memberikan kerjasama sepenuhnya agar pelayanan bimbingan dan konseling yang diberikan dapat dengan cepat menimbulkan perubahan dalam sikap dan tingkah laku klien.


  • Azas Kenormatifan

Asas kenormatifan yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap layanan dan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dan norma-norma yang ada, yaitu norma-norma agama, hukum dan peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan dan kebiasaan yang berlaku.


Bukanlah layanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan dan pelaksanaannya tidak berdasarkan norma-norma yang dimaksudkan itu. Lebih jauh, layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan peserta didik (klien) memahami, menghayati dan mengamalkan norma-norma tersebut.


  • Azas Keahlian

Untuk menjamin keberhasilan usaha bimbingan dan konseling, para petugas harus mendapatkan pendidikan dan latihan yang memadai. Pengetahuan, ketrampilan, sikap dan kepribadian yang ditampilkan oleh konselor akan menunjang hasil konseling.


  • Asas Keterpaduan

Azas keterpaduan yaitu azas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai layanan  dan  kegiatan  bimbingan  dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain, saling menunjang, harmonis dan terpadukan. Untuk ini kerjasama  antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. Koordinasi segenap layanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.


  • Azas Alih Tangan

Bimbingan dan konseling merupakan kajian profesional yang menangani masalah yang cukup pelik.disamping pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh konselor juga terbatas, maka ada kemungkinan suatu masalah belum dapat diatasi setelah proses konseling berlangsung.dalam hal ini konselor perlu mengalih tangankan (referral) klien pada pihak lain yang lebih ahli untuk menangani masalah yang sedang dihadapi oleh klien tersebut.


  • Azas Tut Wuri Handayani

Sebagaimana yang telah dipahami dalam pengertian bimbingan dan konseling bahwa bimbingan dan konseling itu merupakan kegiatan yang dilakukan secara sistematis, sengaja, berencana dan terus menerus dan terarah kepada suatu tujuan. Oleh karena itu kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling tidak hanya dirasakan adanya pada saat klien mengalami masalah dan menghadapkannya kepada konselor saja. Kegiatan bimbingan dan konseling harus senantiasa diikuti secara terus menerus dan aktif sampai sejauh mana klien telah berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan.


Guidance and Cooperation

Kegiatan Bimbingan Dan Konseling Di Sekolah

Kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah terutama dibebankan kepada guru pembimbing di SMP/SMA, dan kepada guru kelas (di SD). Untuk dapat mengemban dan mengembangkan pelayanan bimbingan dan konseling dengan pengertian, tujuan, fungsi, prinsip, azas, jenis-jenis layanan dan kegiatan pendukung, serta jenis-jenis program. Diperlukan tenaga yang benar-benar berkemampuan, baik ditinjau dari personalitasnya maupun profesionalitasnya.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : 41 Teori Terbentuknya Planet Bumi Menurut Para Ahli


  • Modal Personal

Modal    dasar    yang    akan    menjamin    suksesnya    penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah adalah berupa karakter personal yang ada dan dimiliki oleh tenaga penyelenggara bimbingan dan konseling.


  • Modal Profesional

Modal profesional mencakup kemantapan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap dalam bidang kajian pelayanan bimbingan dan konseling. Semuanya itu dapat diperoleh melalui pendidikan dan atau pelatihan khusus dalam program pendidikan bimbingan dan konseling. Dengan modal professional itu, seorang tenaga pembimbing (guru pembimbing dan guru kelas) akan mampu secara nyata melaksanakan kegiatan bimbingan dan konseling menurut kaidah-kaidah keilmuannya, teknologinya dan kode etik profesionalnya.


Apabila modal personal dan modal profesional tersebut dikembangkan dan dipadukan dalam diri guru pembimbing dan guru kelas serta diaplikasikan dalam wujud nyata terhadap peserta didik yaitu dalam bentuk kegiatan dan layanan pendukung bimbingan dan konseling, dapat diyakni pelayanan bimbingan dan konseling akan berjalan dengan lancar dan sukses.


  • Modal Instrumental

Pihak sekolah atau satuan pendidikan perlu menunjang perwujudan kegiatan guru pembimbing dan guru kelas itu dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana yang merupakan modal instrumental bagi suksesnya bimbingan dan konseling, seperti ruangan yang memadai, perlengkapan kerja sehari-hari, instrument BK dan sarana pendukung lainnya.


Dengan kelengkapan instrumental seperti itu kegiatan bimbingan dan konseling akan memperlancar dalam keberhasilannya akan lebih dimungkinkan. Disamping itu, suasana profesional pengembangan peserta didik secara menyeluruh perlu dikembangkan oleh seluruh personil sekolah.


Suasana profesional ini, selain mempersyaratkan teraktualisasinya ketiga jenis modal tersebut, terlebih-lebih lagi adalah terwujudnya saling pengertian, kerjasama dan saling membesarkan diantara seluruh personil sekolah.


Personil Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Personil yang dapat berperan dalam pelayanan bimbingan dan konseling terentang secara vertikal dan horizontal. Pada umumnya dapat diidentifikasi sebagai berikut:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Meterial Pembentuk Litosfer Beserta Penjelasannya


  1. Personil pada Kantor Dinas Pendidikan yang bertugas melakukan pengawasan (penyeliaan) dan pembinaan terhadap penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling di satuan
  2. Kepala Sekolah, sebagai penanggung jawab program pendidikan secara menyeluruh (termasuk di dalamnya program bimbingan dan konseling) di satuan pendidikan masing-masing.
  3. Guru Pembimbing atau Guru Kelas, sebagai petugas utama dan tenaga inti dalam pelayanan bimbingan dan

  4. Guru-guru lain, (guru mata pelajaran, guru praktik) serta wali kelas, sebagai penanggung jawab dan tenaga ahli dalam mata pelajaran, program latihan atau kelas masing-masing.
  5. Orang tua, sebagai penanggung jawab utama peserta didik dalam arti yang seluas-luasnya.
  6. Ahli-ahli lain, dalam bidang non bimbingan dan nonpelajaran/ latihan seperti dokter, psikolog, psikiater sebagai subjek alih tangan kasus.

  7. Sesama peserta didik, sebagai kelompok subyek yang potensial untuk diselenggarakannya “bimbingan sebaya” Untuk setiap personil yang diidentifikasikan itu ditetapkan, tugas, wewenang, dan tanggung jawab masing- masing yang terkait langsung secara keseluruhan organisasi pelayanan bimbingan dan konseling. Tugas, wewenang dan tanggung jawab guru pembimbing sebagai tenaga inti pelayanan bimbingan dan konseling dikaitkan dengan rasio antara seorang guru pembimbing dan jumlah peserta didik yang menjadi tanggung jawab langsungnya.

    Guru kelas sebagai tenaga pembimbing bertanggungjawab atas pelaksanaan bimbingan dan konseling terhadap seluruh peserta didik di kelasnya. Berhubungan dengan jenjang dan jenis pendidikan serta besar kecilnya satuan pendidikan, jumlah dan kualifikasi personil (khusus personil sekolah) yang dapat dilibatkan dalam pelayanan bimbingan dan konseling pada setiapsatuan pendidikan dapat tidak sama.


    Dalam kaitan itu, tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing personil di setiap satuan pendidikan disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan yang bersangkutan tanpa mengurangi tuntutan akan efektifitas dan efisiensi pelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh demi kepentingan peserta didik.


Kerjasama Menurut Para Ahli

Kerjasama merupakan suatu kegiatan yang dilakukan bersama-sama oleh sekelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama.


  1. Menurut Zainudin
    Kerjasama merupakan seseorang yang memiliki kepedulian dengan orang lain atau sekelompok orang sehingga membentuk.
    Suatu kegiatan yang sama dan menguntungkan seluruh anggota dengan dilandasi rasa saling percaya antar anggota serta menjunjung tinggi adanya norma yang berlaku. Kerjasama menurut Zainudin merupakan kerjasam dalam bidang organisasi yang merupakan suatu pekerjaan yang dilakukan bersama-sama antar anggota untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh anggota organisasi.

  2. Menurut Pamudji
    Kerjasama merupakan pekerjaan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan melakukan interaksi antar indivindu yang melakukan kerjasama sehingga tercapai tujuan yang dinamis ada tiga unsur yang terkandung dalam kerjasam yaitu orang yang melakukan kerjasam adanya interaksi serta adanya tujuan yang sama.


  3. Menurut Thomson Dan Perry
    Kerjasama merupakan suatu kegiatan yang memiliki tingkatan yang berbeda dimulai dari adanya koordinasi dan kooperasi hingga terjadi kolaborasi di dalam suatu kegiatan kerjasama.


  4. Menurut Rosen
    Kerjasama merupakan sumber yang sangat efisien untuk kualitas pelayanan. Dalam hal ini kerjasama dalam ranah ekonomi pada bidang jual beli.


  5. Menurut Tangkilisan
    Kerjasama merupakan sumber kekuatan yang timbul didalam suatu organisasi sehingga dapat mempengaruhi keputusan dan tindakan organisasi.


  6. Menurut Handshake Agreements
    Kerjasama merupakan pekerjaan yang diatur bukan atas dasar perjanjian yang ditulis.


  7. Menurut Written Agreements
    bentuk kerjasam terdiri dari : consortia yaitu merupakan kegiatan sharing sumber daya, joint purchasing yaitu kerjasam pembelian barang, equipment sharing yaitu kerjasama sharing peralatan, cooperative construction yaitu kerjasama mendirikan bangunan, joint service yaitu kerjasama bidang pelayanan public contract service yaitu kerjasama bidang kontrak pelayanan.


Guidance and Cooperation

Hubungan dan Kerjasama Antar Profesi

Hubungan dan kerjasama BK, umumnya dalam masalah sekolah. Karena kedua kata ini sering ditemui. Hubungan berarti terkait akan peran, dan sisini kita akn membahas peranan dan kerjasama personil sekolah dalam pelayanan Bk di Sekolah. Seperti yang diungkapkan oleh Gusnanda Amalia (2014);


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Karaktersitik Benua Eropa Beserta Penjelasannya Secara Lengkap


Peran Kepala/Wakil Kepala Sekolah

kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelenggaraan pendidikan di sekolah memegang peran strategis dalam mengembangkan layanna bimbingan dan konseling di sekolah. Secara garis besarnya, Prayitno (2004) dalam Gusnanda Amalia (2014)memerincikan peran, tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam bimbingan dan konseling, sebagai berikut;


  1. Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah,sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan bimbingan dan konseling merupakan suatukesatuan yang terpadu, harmonis, dan dinamis.

  2. Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayananbimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.
  3. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tidak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling.
  4. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
  5. Memfasilitasi guru pembimbing/konselor untuk dapat mengembangkan kemampuanprofesionalnya, melalui berbagai kegiatan pengembangan profesi.

  6. Menyediakan fasilitas, kesempatan, dan dukungan dalam kegiatan kepengawasan yangdilakukan oleh Pengawas Sekolah Bidang BK.Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas, 2006), terdapat tujuh peranutama kepala sekolah yaitu, sebagai:1. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik). 2. Kepala sekolah sebagai manajer. 3. Kepala sekolah sebagai administrator. 4. Kepala sekolah sebagai supervisor. 5. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin). 6. Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja.7. Kepala sekolah sebagai wirausahawan.

Peran Guru Pembimbing

Bimbingan adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahamandan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimumterhadap sekolah, keluarga serta masyarakat.


Dalam keseluruhan proses pendidikan gurumerupakan faktor utama. Dalam tugasnya sebagai pendidik, guru memegang berbagai jenisperan yang mau tidak mau harus dilaksanakan sebaik-baiknya. Setiap jabatan atau tugastertentu akan menuntut pola tingkah laku tertentu pula. Sehubungan dengan peranannyasebagai pembimbing, seorang guru harus;


  • Mengumpulkan data tentang siswa
  • Mengamati tingkah laku siswa dalam situasi sehari-hari
  • Mengadakan pertemuan atau hubungan dengan orangtua siswa baik secara individumaupun secara kelompok untuk memperoleh saling pengertian tentang pendidikananak
  • Bekerja sama dengan masyarakat dan lembaga lainnya untuk membantu memecahkanmasalah siswa

  • Membuat catatan pribadi siswa serta menyiapkannya dengan baik
  • Menyelenggarakan bimbingan kelompok atau individu
  • Bekerja sama dengan petugas bimbingan lainnya untuk membantu memecahkanmasalah siswa
  • Menyusun program bimbingan sekolah bersama-sama dengan petugas bimbinganlainnya
  • Meneliti kemajuan siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Peran Guru Mata Pelajaran

Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah melaksanakan kegiatanpembelajaran siswa. Kendati demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatanpelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangatdiharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling disekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagisiswanya.


Wina Senjaya (2006) menyebutkan salah satu peran yang dijalankan oleh guruyaitu sebagai pembimbing dan untuk menjadi pembimbing baik guru harus memilikipemahaman tentang anak yang sedang dibimbingnya. Sementara itu, berkenaan peran gurumata pelajaran dalam bimbingan dan konseling, Sofyan S. Willis (2005) mengemukakanbahwa guru-guru mata pelajaran dalam melakukan pendekatan kepada siswa harusmanusiawi-religius,


bersahabat, ramah, mendorong, konkret, jujur dan asli, memahami dan menghargai tanpa syarat. Prayitno (2003) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab guru-guru mata pelajaran dalam bimbingan dan konseling adalah:


  • Membantu memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa.
  • Membantu guru pembimbing/konselor mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukanlayanan bimbingan dan konseling, serta pengumpulan data tentang siswa-siswa tersebut.
  • Mengalihtangankan siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan dan konseling kepadaguru pembimbing/konselor.

  • Menerima siswa alih tangan dari guru pembimbing/konselor, yaitu siswa yang menuntutguru pembimbing/konselor memerlukan pelayanan pengajar /latihan khusus (sepertipengajaran/ latihan perbaikan, program pengayaan).
  • Membantu mengembangkan suasana kelas, hubungan guru-siswa dan hubungan siswa-siswa yang menunjang pelaksanaan pelayanan pembimbingan dan konseling.

  • Memberikan kesempatan dan kemudahan kepada siswa yang memerlukanlayanan/kegiatan bimbingan dan konseling untuk mengikuti /menjalani layanan/kegiatanyang dimaksudkan itu.
  • Berpartisipasi dalam kegiatan khusus penanganan masalah siswa, seperti konferensikasus.
  • Membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian pelayananbimbingan dan konseling serta upaya tindak lanjutnya.

Peran Wali Kelas

Sebagai pengelola kelas tertentu dalam pelayanan bimbingan dan konseling, Wali Kelasberperan:


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Karaktersitik Benua Asia Beserta Penjelasannya Secara Lengkap.


  • Membantu guru pembimbing/konselor melaksanakan tugas-tugasnya, khususnya di kelasyang menjadi tanggung jawabnya;
  • Membantu Guru Mata Pelajaran melaksanakan peranannya dalam pelayanan bimbingandan konseling, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya;
  • Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya dikelas yangmenjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti/menjalani layanan dan/atau kegiatanbimbingan dan konseling;

  • Berpartisipasi aktif dalam kegiatan khusus bimbingan dan konseling, seperti konferensikasus; dan
  • Mengalihtangankan siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling kepadaguru pembimbing/konselor.

Peran Pengawas BK

Pengawas BK mempunyai peranan:


  • Mengkoordinasikan guru pembimbing dalam :
  • Memasyarakatkan pelayanan BK kepada segenap warga sekolah (siswa, guru, danpersonil sekolah lainnya), orang tua siswa dan masyarakat.
  • Menyusun program kegiatan BK (prohram satuan layanan dan kegiatan pendukung, program mingguan, bulanan, caturwulan, dan tahunan).
  • Melaksanakan program BK

  • Mengadministrasikan program kegiatan BK
  • Menilai hasil pelaksanaan program BK
  • Menganalisis hasil penilaian pelaksanaan BK
  • Memberikan timdak lanjut terhadap analisis penilaian BK
  • Mengusulkan kepada kepala sekolah dan mengusahakan bagi kepentingan tenaga,prasarana, dan sarana alat dan perlengkapan pelayanan BK.

Kerjasama antara Personil Sekolah dan Pelaksana BK

Pelaksanaan tugas pokok guru dalam proses belajar pembelajaran tidak dapat dipisahkandari proses bimbingan. Ada beberapa pendapat mengenai hal ini yaitu:


  • Proses belajar menjadi sangat efektif apabila bahan yang dipelajari dikaitkan langsungdengan tujuan pribadi siswa.
  • Guru memahami siswa dan masalah-masalah yang dihadapinya lebih peka terhadapahal-hal yang dapat memperlancar dan mengganggu kelancaran kegiatan kelas.

Guru dapat memperhatikan perkembangan masalah/kesulitan secara lebih nyata. Guru pembimbing mempunyai keterbatasan dalam hal yang berkaitan dengan:


  1. Kurangnya waktu untuk bertatap muka dengan siswa dalam hal ini karena tenagapembimbing masih sangat terbatas, sehingga pelayanan siswa dalam jumlah yangcukup banyak tidak bisa dilakukan secara intensif.
  2. Keterlibatan guru pembimbing sehingga tidak mungkin dapat memberikan semuabentuk pelayanan seperti memberikann pengajaran perbaikan untuk bidang studitertentuDilain pihak, guru juga mempunyai beberapa ketentuan menurut KoestoerPratowisastro (1982). Keterbatasan-keterbatasan guru tersebut antara lain:

    1. Guru tidak mungkin lagi menangani masalah siswa yang bermacam-macam, karenaguru tidak terlatih untuk melakukan semua tugas.
    2. Guru sendiri sudah berat tugas mengajarnya, sehingga tidak mungkin lagi ditambahtugas yang lebih banyak untuk memecahkan berbagai macam masalah.

      Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Pengertian, Fungsi, Komponen, Dan Jenis Peta Beserta Contohnya Secara Lengkap