Ciri-Ciri Bakteri Mycoplasma Dalam Biologi

Diposting pada

Bakteri-Mycoplasma

Pengertian Bakteri Mycoplasma

Pneumonia pada anak merupakan salah satu penyakit infeksi saluran pernapasan yang serius dan banyak menyebabkan kematian pada anak dan balita.Penyebabnya bermacam – macam dan diketahui ada 30 sumber infeksi dengan sumber utama bakteri, virus, mikoplasma, jamur, berbagai senyawa kimia maupun benda asing yang teraspirasi


Ada dua jenis mikoplasma yang menyebabkan penyakit pada manusia, salah satunya Mycoplasma pneumoniae  yangmerupakan salah satu patogen pada manusia yang menginfeksi saluran napas terutama pada anak usia sekolah dan dewasa muda.Pneumonia jenis ini berbeda gejala dan tanda – tandafisiknya bila dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya.


Karena itu, pneumonia mikoplasma ini sering juga disebut pneumonia yang tidak tipikal (Atypical Pneumonia).Pneumonia atipikal adalah pneumonia yang disebabkan oleh mikroorganisme yang tidak dapat diidentifikasi dengan teknik diagnostik standar pneumonia pada umumnya (pengecatan gram, biakan darah, pemeriksaan sputum) dan tidak menunjukkan respons terhadap antibiotika golongan b-laktam.6 Mikoplasma tidak bisa diklasifikasikan sebagai virus maupun bakteri, meski memiliki karakteristik keduanya.Mikoplasma bukan jamur karena tidak mempunyai membran inti, tidak memiliki hifa, tidak menghasilkan spora. Jamur merupakan kelompok eukariotik dan umumnya multiseluler dengan struktur sel lebih lengkap.


Mycoplasma pneumoniae mempunyai afinitas selektif untuk sel epitel saluran napas misalnya bronkus, bronkiolus, dan alveoli yang akan menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2). Terbentuknya H2O2 pada metabolismenya menyebabkan kerusakan pada lapisan mukosa saluran napas, misalnya terjadi deskuamasi dan ulserasi lapisan mukosa, edema pada dinding bronkus dan timbulnya sekret yang memenuhi saluran napas dan alveoli.5,6,7 H2O2 juga menyebabkan kerusakan pada membran eritrosit.

Pneumonia akibat mikoplasma umumnya lebih ringan dan ditandai dengan perjalanan penyakit yang lebih berlarut-larut atau berkepanjangan.7Angka kematian sangat rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati.1 Infeksi diperoleh melalui droplet dari kontak dekat.4,8,9 Pneumonia mikoplasma bisa menimbulkan gejala di luar paru misalnya anemia dan ruam kulit serta sindroma neurologis seperti meningitis, mielitis dan ensefalitis. Terapi empiris antibiotik diberikan setelah diagnosis telah ditegakkan.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Reproduksi Bakteri Dalam Ilmu Biologi


Epidemilogi, Etiologi dan Patogenesis

Morfologi Sel

Memiliki diameter sekitar 100-200 mikrometer, sel Mycoplasma ialah beberapa bakteri terkecil yang pernah ditemukan. Dengan ukuran kecil tapi dapat menimbulkan masalah dalam teknik penyaringan sterilisasi.

Mycoplasma membutuhkan sumber kolesterol luar, biasanya diperoleh dari makanan yang dicerna manusia, untuk biosintesis sel. Kolesterol dalam membran plasma memiliki kepentingan khusus pada bakteri yang tidak memiliki dinding sel, untuk membantu menjaga kekakuan sel.


Epidemilogi Mycoplasma

Penyakit ini menyerang semua kelompok umur, jenis kelamin dan ras.2 Pneumonia mikoplasma jarang ditemukan pada anak < 5 tahun, lebih sering ditemukan pada usia 5 – 20 tahun dengan perbandingan laki – laki dan perempuan sama namun ada beberapa observasi yang menyatakan bahwa kondisi yang berat terjadi pada kelompok laki – laki.7


Infeksi M. pneumoniaedapat dijumpai di seluruh dunia dan bersifat endemik.4 Infeksi lebih mudah menyebar melalui udara terutama pada populasi yang padat misalnya di sekolah, asrama, kamp militer atau pemukiman yang padat.5 Angka serangan bervariasi antara 5 atau >50 per 1000 per tahun pada kelompok militer dan 1 – 3 per 1000 per tahun pada masyarakat sipil. M. pneumoniae berpengaruh kepada 40% dari community – acquired  pneumonia.


Laporan kasus Singer dkk menemukan dalam satu keluarga 3 anak berturut – turut masuk rumah sakit dengan keluhan gejala respiratorik yang mana sebelum masuk RS telah mendapat pengobatan Ampisilin tapi tidak menunjukkan adanya perbaikan. Setelah pemeriksaan serologis ditemukan kenaikan 4 kali atau lebih titer antibodi fiksasi komplemen untuk M. pneumoniae.Masa inkubasi penyakit ini relatif lama kira – kira 2 sampai 3 minggu. Itulah sebabnya dalam anggota keluarga tidak terjadi sakit dalam waktu yang bersamaan


Etiologi Mycoplasma

Mikoplasma sebagai organisme terkecil dalam kelompok makluk hidup, secara taksonomi tidak tergolong bakteri ataupun virus.Mikoplasma berada pada hampir semua kehidupan baik pada tumbuhanmaupun pada hewan sebagai koloni maupun bersifat patogen. Mikoplasma sangat pleomorfik merupakanprokariota yang tidak mempunyai dinding sel,2,3 namun membran sel dari mikoplasma ini mempunyai keunikan tersendiri karena mengandung sterol dimana sterol ini tidak ditemui baik  pada bakteri maupun virus yang lain.


Mikoplasma ini sangat kecil sekitar150 – 250 nm dan mempunyai membran yang mampu beregenerasi.Pada saat pertama kali ditemukan, mikoplasma dipercayai termasuk dalam kelompok virus karena mikoplasma bisa terlepas dari pertahanan terhadap bakteri namun, tidak seperti virus, mikoplasma ini bisa hidup di dalam media bebas sel dan mengandung RNA dan juga DNA.Mikoplasma juga pernah disalah artikan sebagai bakteri bentuk L,dimana bakteri bentuk L ini bentuk dinding selnya sama seperti mikoplasma. Namunberbeda dengan  mikoplasma, bakteri bentuk L tidak mengandung sterol di dalam membran selnya


Etiologi Mycoplasma


Mikoplasma tidak terdapat dipelajari dengan cara-cara bakteriologik yang biasa dilakukan karena koloninya kecil, plastisitas dan kehalusan sel – selnya(akibat tidak mempunyai dinding sel yang kaku), dan hasil pewarnaannya yang jelek dengan zat warna aniline. Morfologinya berbeda – bedasesuai dengan cara pemeriksaan yang digunakan (misalnya, lapangan gelap, imunofluoresensi, sediaan yang diwarnai dengan Giemsa dari pembenihan padat atau cair, fiksasi agar). Mikoplasma dapat tumbuh atau berkembang biak dalam perbenihan tanpa sel, dan pertumbuhannya dihambat oleh antibodi spesifik.


Kuman ini mempunyai afinitas selektif untuk sel epitel saluran napas misalnya bronkus, bronkiolus, dan alveolus yang akan menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2). Kerusakan ini timbul dalam waktu yang singkat, antara 24 – 48 jam dan dapat terjadi pada bagian paru yang luas. H2O2juga dapat menyebabkan kerusakan pada membran eritrosit, secara in vitro kerusakan ini menyebabkan hemolisa yang dapat merubah antigen eritrosit sehingga menstimulasi cold agglutinin atau agglutinin dingin.5Pada umumnya bersifat anaerob fakultatif dengan suhu pertumbuhan optimal 36 – 37°C dan pH optimum 7.


Untuk pertumbuhannya diperlukan kolesterol dan asam lemak rantai panjang, sedangkan sumber energi utama didapatkan dari glukosa atau arginin. Mikoplasma ini dapat dibedakan dari ciri – ciri khasnya yaitu tidak mempunyai dinding sel, Bersifat sangat pleomorf karena spesies ini tidak memiliki dinding sel peptidoglikan, ia memiliki tiga lapis membran sel yang menggabungkan senyawa sterol, mirip dengan sel-sel eukariotik.

Mikoplasma pneumonia


Patogenesis Mycoplasma

Sel bersilia dari epitel saluran pernapasan merupakan target utama dari infeksi Micoplasma pneumoniae.Organismeini memanjang seperti bentuk ular (snake like) dengan perlekatanyang mempunyai karakteristik electron-dense coredan tiga lapis membran luar. Perlekatanini diperantarai oleh protein aksesoriusadhesidanadherencedimana protein iniberkerjasama secara struktural dan fungsional untuk menggerakkan dan menyebabkanperlekatan danmenyebabkan mikoplasmadapat berkolonisasi di membranmukosa.


M. penumoniae bisa menginvasike dalamsel dan bertahandi dalamsitoplasma atau kawasan perinuklear untuk satu jangka waktu yang lama.M. pneumoniae ekstrapulmoner sudahpernah dideteksi dengan menggunakan polymerase-chain-reaction (PCR). Mekanisme yangmungkin terjadipada mikoplasmainiadalah mengeluarkanberbagai sitokin yang bersifatpro-inflamasi dan anti-inflamasi.M. pneumoniae bisa menginduksi keluarnya berbagaiinterleukin, interferon, tumor necrosis factor(TNF), dan sitokin yang lain. Penyakityang  diakibatkanoleh M. penumoniae ini sangat kompleks karena melibatkan respon immunologidarihost yang menyebabkan timbulnya manifestasi klinik untuk mempertahanandiri sendiribergantungpadabalans sistem immunitas humoral dan seluler.4


Selain sistem saluran napas sebagai target utama M. pneumonia juga menyerang organ lain. Meskipun data tentang serangan ekstrapulmoner sedikit yang dilaporkan dengan PCR pernah terdeteksi M. pneumonia di dalam liquor serebrospinal, cairan pleura dan persendian. Mekanisme serangan tidak diketahui jelas tetapi kemungkinan karena invasi langsung dari kuman mikoplasma atau karena mekanisme autoimun. Pasien dengan atau tanpa gejala gangguan pernapasan bisa menampilkan manifestasi di kulit, darah, jantung, sistem saraf pusat, saluran cerna dan persendian.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Virus Pemakan Bakteri ( Bakteriofag ) Beserta Penjelasannya


Diagnosis Bakteri Mycoplasma

a. Anamnesis

Gejala dari infeksi Mycoplasma pneumonie biasanya non-spesifik.Masa inkubasi antara 2 – 4 minggu.11 Onset dari infeksi ini biasanya didahului dengan demam, malaise dan batuk.Suhu tubuh jarang mencapai lebih dari 38.5˚ C. Batuk merupakan penanda seseorang itu terkena infeksi M. pneumoniae.Batuk terjadi 2 – 5 hari. Frekuensi batuk dan parahnya batuk akan meningkat selama beberapa hari setelah onset.


Pada pasien yang mengalami perkembangan infeksi ke arah infeksi saluran napas bagian bawah, gejala yang lebih nyata akan muncul yaitu batuk non produktif yang semakin parah. Kadang ditemukan sputum berwarna putih atau disertai bercak darah dan nyeri dada bagian parasternal.Jarang terjadi batuk dengan sputum purulen.5 Sesak napas tidak ditemui pada penderita M. pnuemoniae tetapi penderita dapat memberikan tanda dan gejala seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik eksarsebasi.


b. Pemeriksaan Fisis

Demam dan batuk merupakan manifestasi yang selalu ditemukan hampir 100% pada penderita pneumonia mikoplasma.Faring terlihat eritematous tanpa pembesaran kelenjar getah bening± 50% dan infeksi telinga sekitar 20%.Malaise kira – kira 75% dari penderita dan sakit kepala sering mengawali gejala.5Penderita pneumonia mikoplasma pada pemeriksaan fisik terlihat seperti tidak sakit.


Penderita jarang ditemui dalam sakit berbaring atau perawatan di rumah sakit karena masih bisa beraktivitas seperti orang sehat (Walking pneumonia) namun pada pemeriksaan fisik (auskultasi) ditemukan ronki basah hampir pada 75% dari kasus dan biasanya di lobus bawah. Selain itu mengi didapatkan pada 30 – 40% kasus dan biasanya pada pasien yang lebih besar. Sangat jarang ditemukan pneumonia fulminan dengan kegagalan pernapasan namun hal ini bisa saja terjadi.2Ciri khas dari infeksi mikoplasma ini adalah ketidaksamaan antara pemeriksaan fisik dan hasil foto thoraks yang terbukti pasien mengalami pneumonia. Hal ini sama ditemui pada anak penderita TB paru yang secara umum tampak tidak sakit tetapi hasil foto thoraks menunjukkan gambaran khas TB paru.


Temuan diagnostik pneumonia karena infeksi M. pneumoniae dapat dibandingkan dengan penyebab penyebab lain pneumonia atipikal yaitu Chlamidya pneumoniae dan Legionella pneumophila seperti pada tabel di bawah ini.

Temuan diagnostik pneumonia atipikal


c. Pemeriksaan Penunjang

Pada infeksi Mycoplasma pneumoniae, tidak terdapat gejala klinik khusus atau tes laboratorium khusus untuk benar-benar dapat mendiagnosa infeksi mikoplasma stadium awal.4 Jumlah leukosit darah dan hitung jenis darah biasanya dalam batas normal.Laju endap darah (LED) dapat meningkat selama perjalanan klinis penyakit.

Kadang – kadang terjadi hemolisis subklinis. Anak yang menderita penyakit sel sabit memperlihatkan leukositosis polimorfonuklear yang nyata. Pada pemeriksaan fotothoraks dapat ditemukan gambaran infeksi Mycoplasma penumoniae yaitu keterlibatan kedua bagian paru yang bersifat multifokal atau difus dan bisa terdapat retikular infiltrat.2,8 Pada kasus yang jarang bisa juga ditemukan efusi pleura.6 Pembesaran kelenjar limfe pada bagian hilus bisa terlihat pada 7 – 22% pasien anak.


Kultur yang dilakukan pada medium khusus yang memperlihatkan M. pneumoniae biasanya tidak dapat terdeteksi pada awal minggu pertama.4 Kultur dari sputum atau hapusan tenggorokan dengan menemukan M. pneumoniae merupakan diagnosa pasti tetapi hal ini tidak dilakukan secara rutin oleh karena memakan waktu yang lama, 2 – 3 minggu baru ada pertumbuhan kuman, sehingga tidak dapat dipakai sebagai diagnosa untuk memberikan terapi inisial.5 Beberapa cara pemeriksaan serologi untuk mendeteksi M. pneumoniae meliputi complement fixation test, ELISA, cold aglutinin,dan rapid microagglutinin.6Peningkatan titer aglutinin dingin sama atau lebih besar dari 1 : 64 dapat menyokong diagnosa tetapi tes aglutinin tidak spesifik untuk pneumonia mikoplasma karena dapat positif juga pada penyakit lain misalnya penyakit anemia hemolisis, penyakit liver dan virus lainnya.5


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Ciri Ciri Bakteri


Diagnosis Banding Mycoplasma

  1. TB Paru
    Penyakit pertama yang memiliki tanda dan gejala seperti pneumonia mikoplasma adalah TB paru.Tanda dan gejala fisik tuberkulosis primer paru pada anak secara mengherankan sangat kurang mengingat tingkat perubahan radiograf yang ditemukan. Lebih dari 50% bayi dan anak dengan tuberkulosis paru sedang sampai berat secara radiografis, tidak mempunyai tanda – tanda fisik dan ditemukan hanya dengan penelusuran kontak. Bayi lebih mungkin mengalami tanda – tanda dan gejala. Batuk non-produktif dan dyspnea ringan merupakan gejala yang paling lazim. Keluhan sistemik seperti demam, keringat malam, anoreksia dan aktivitas berkurang, jarang ditemukan. Beberapa bayi dan anak-anak mempunyai kesukaran penambahan berat badan atau berkembang menjadi sindrom gagal tumbuh. Beberapa bayi dan anak-anak dengan obstruksi bronchial mengalami mengi setempat dengan takipnea atau kadang – kadang distress respirasi.1

  2. Infeksi Clamidia
    Namun juga dapat menyebabkan infeksi saluran napas akut bawah seperti pneumonia, bronkitis dan eksaserbasi akut chronic obstructive pulmonary disease (COPD) pada orang dewasa.Chlamydia pneumoniae sering menyebabkan infeksi tanpa gejala (asimptomatik) atau infeksi ringan saluran napas atas.Pada keadaan infeksi berat dapat terjadi pneumonia, bronkitis, faringitis, sinusitis, eksaserbasi asma.Gejala infeksi saluran napas atas seperti sakit tenggorokan, serak dan rinitis dengan atau tanpa demam. Infeksi ringan dapat sembuh dengan spontan atau berlanjut ke infeksi saluran napas bawah seperti batuk kering yang persisten, rasa tidak nyaman di dada/nyeri dada. Infeksi primer dapat menyebabkan pneumonia ringan atau bronkitis yang lama pada dewasa muda, secara klinis sama dengan infeksi dengan M. pneumoniae.4,6


  3. Infeksi Virus Influenza dan Parainfluenza
    Virus influenza dan parainfluenza dapat menyebabkan infeksi saluran napas atas atau infeksi saluran napas bawah pada anak – anak dan dewasa.Virus menyebabkan bronkitis dan pneumonia, pada bayi dapat mengalami bronkiolitis. Namun terkadang hanya menyebabkan hidung meler, batuk ringan, dan sakit tenggorokan.4


  4. Infeksi Respiratory Syncytial Virus (RSV)
    Infeksi RSV sering mengenai bayi sampai anak usia 2 tahun. Pada orang dewasa, lansia dan anak – anak gejala tampak seperti flu biasa.Tanda dan gejala muncul sekitar 4 – 6 hari setelah terpapar virus yakni hidung meler, batuk kering, demam ringan, sakit tenggorokan dan sakit kepala ringan. Pada kasus yang lebih berat RSV menyebabkan pneumonia dan bronkiolitis.4


  5. Infeksi Rinovirus
    Pasien dengan infeksi rinovirus akan mengalami flu seperti biasa mulai 2 – 3 hari sejak terinfeksi. Gejalanya meliputi lendir yang menumpuk di hidung, kesulitan bernapas, bersin, sakit tenggorokan, batuk dan sakit kepala.Demam pada infeksi rinovirus biasanya ringan. Gejala bisa bertahan 2 – 14 hari dan akan pulih dengan sendirinya


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Jenis, Habitat, Pengertian Bakteri Beserta Bakteri Penyebab Penyakit


Struktur dan Sifat Bakteri Mycoplasma

Sifat Resistensi
Mikoplasma dapat melewati membran filter bakteri dengan pori-pori 450 nm sehingga mikoplasma sebanding dengan klamidia atau virus besar. Mikoplasma resiten terhadap talium asetat, yang dapat digunakan untuk menghambat bakteri. Mikoplasma juga resisten terhadap penisilin. Banyak mikoplasma menggunakan glukosa sebagai sumber energi.


Struktur
Banyak spesies mikoplasma yang secara antingenik dapat dibedakan dari binatang dan manusia. Spesies diklasifikasikan dengan gambaran biokimia dan serologik. Antingen CF mikoplasma adalah glikolipid. Antingen untuk uji Elisa adakah protein. Beberapa spesies mempunyai lebih dari satu serotipe.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Reproduksi Virus – Pengertian, Cara, Strategi, Bakteriofage, Virus Hewan, Contohnya


Ciri Karakteritik Bakteri Mycoplasma

Karakteristik yang paling mencolok dari bakteri dalam genus Mycoplasma ialah kurangnya dinding sel. Dinding sel bakteri yang membantu memberikan struktur sel. Kelangsungan hidup bakteri Mycoplasma terhadap antibiotik tertentu ialah kuat, karena banyak antibiotik menargetkan dinding sel bakteri ini untuk membantu membunuh infeksi. Dengan kurangnya dinding sel juga membuat Mycoplasma lebih rentan terhadap lisis atau ledakan sel, ketidakseimbangan osmotik. Dalam ketidakseimbangan osmotik, jumlah yang lebih tinggi dari partikel di kedua sisi luar atau di dalam sel yang dapat menyebabkan air mengalir ke dalam atau keluar dari sel, yang sehingga deformaso dan kemungkinan kerusakan sel.


Asal mula mikoplasma tidak diketahui dengan jelas. Genom terkecil mikoplasma lebih kecil daripada dua kali genom virus besar tertentu. Mikoplasma adalah organisme terkecil yang dapat hidup bebas di alam dan bereplikasi sendiri pada medium laboratorium. Bakteri ini mempunyai karakteristik umum sebagai berikut:

  1. Ukuran terkecil mikoplasma yaitu 125-250 nm
  2. Mikoplasma sangat pleomorfik karena dinding selnya tidak kaku dan dilapisi tiga lapis membran unit yang mengandung sterol (mikoplasma memerlukan tambahan serum atau kolesterol ke dalam medium agar dapat menghasilkan sterol untuk pertumbuhannya)
  3. Mikoplasma sangat resisten terhadap penisilin karena pada dinding selnya tidak terdapat struktur tempat penisilin beraksi, tetapi mikoplasma dihambat oleh tetrasiklin atau eritromisin.
  4. Mikoplasma dapat bereproduksi dalam media bebas sel; pada agar, pusat keseluruhan koloni melekat di bawah permukaanya
  5. Pertumbuhan dihambat oleh antibodi yang spesifik
  6. Mikoplasma mempunyai afinitas untuk membran sel mamalia

Klasifikasi Bakteri Mycoplasma pneumoniae

Kingdom : Bacteria
Divisi       : Tenericutes
Class        : Mollicutes
Order       : Mycoplasmatales
Family     : Mycoplasmataceae
Genus      : Mycoplasma
Spesies    : Mycoplasma pneumoniae

Pada bakteri genus Mycoplasma dikelompokkan dalam filum Tenericutes, kelas Molicutes, Ordo Mycoplasmatales dan famili Mycoplasmataceae. Yang semua anggota Mollicutes tidak memiliki dinding sel dan memiliki genom khas kecil. Genom yang berisi semua DNA organisme, kode untuk protein yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Struktur Sel Bakteri


Infeksi Bakteri Mycoplasma

Selain pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae, spesies Mycoplasma lainnya menyebabkan infeksi pada manusia. Mycoplasma genitalium menyebabkan infeksi urogenital yang mungkin bisa diteruskan ke pasangan saat berhubungan seks tanpa kondom.

Mycoplasma gallisepticum menyebabkan penyakit pernapasan kronis pada berbagai jenis burung tapi bukan biro penyebab infeksi manusia. Agen lain bukan infeksi pada manusia tapi hewan, Mycoplasma hyopneumoniae menyebabkan peneuminia enzootik babi atau pneumonia pada babi dan ternak lainnya.


  1. Komplikasi infeksi M. penumoniae di kulit
    • Maculaerythematous atau ruam seperti morbili
    • Eksantema papulovesikuler
    • Multiform eritema
    • Steven-Johnson Syndrome
    • Eritema nodosum
    • Mukositis

  2. Komplikasi infeksi Mycoplasma pneumoniae di jantung
    • Aritimia atau kelainan EKG (gangguan konduksi)
    • Gagal jantung kongestif
    • Perikarditis
    • Miokarditis
    • Endokarditis


  3. Komplikasi infeksi Mycoplasma pneumoniaepadasistem saraf:
    • Ensefalitisdanmeningoensefalitis
    • Myelitis transversal
    • Meningitis aseptik
    • Peripheral neuropati
    • Kegagalan fungsi dari batang otak
    • Kelainan pada system piramidal atauekstrapiramidal
    • Kelainan diserebelum
    • Infark serebri
    • Guillain-Barre Syndrome


  4. Komplikasi infeksi Mycoplasma pneumoniaepada sistem muskuloskeletal:
    • Poliartralgia
    • Artritisakut
    • Nekrosisdigitalis


  5. Komplikasi pada sistem hematologi:
    • Anemia hemolitik
    • Pansitopenia
    • Infark splenik
    • Kelainan menyerupai hemofilia


Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan : Penjelasan Bentuk Virus Heliks Dan Ikosahedral


Pencegahan dan Prognosis Mycoplasma

  • Pencegahan Mycoplasma
    Tidak ada cara spesifik untuk mencegah pertumbuhan penyakit ini. Cara yang dapat ditempuh hanya berupa menjaga kebersihan diri, terutama kebiasaan mencuci tangan, serta menghindari kontak langsung dengan pasien yang terinfeksi.

  • Prognosis Mycoplasma
    Kematian yang disebabkan oleh infeksi M. pneumoniae sangat jarang. Kelainan anatomi seperti terjadinya perubahan pada perfusi di paru, bronkiektasis ringan dan penebalan dinding bronkus didapat pada anak berusia 1 – 2  tahun yang menderita infeksi M. penumoniae. Kelainan dari difusi gas di paru didapat pada hampir setengah dari anak pada 6 bulan setelah sembuh dari infeksi. Pasien biasanya sembuh tanpa komplikasi namun sekuele dari ensefalitis dapat permanen

 


 

Daftar Pustaka

  1. Anonim. Pneumonia pada anak : UNICEF dan WHO menyebutkan pneumonia sebagai penyebab kematian tertinggi anak balita. http://www.pdpersi.co.id/content/article.php?mid=5&catid=9&nid=866 . Diakses pada 26 Juli 2012
  2. Chatterjee A. Pediatric Mycoplasma Infections. http://emedicine.medscape.com/article/966785-clinical#showall .Diakses pada 10 Juli 2012
  3. Kayser FH, Bienz KA, Eckert J, Zinkernagel RM: editor. Mycoplasma dalam : Kayser Color Atlas of Medical Microbiology. New York : Thieme. 2005. p.340 – 341
  4. Powell DA. Mycoplasma pneumoniaedalam : Kliegman RD, Behrman RE, Jenson HB, Stanton BF. Nelson Textbook of Pediatrics 18th Edition. Philadelphia : Saunders Elsevier. 2007. Chapter 220
  5. Lubis HM. Pneumonia Mikoplasma. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/2033/1/anak-helmi3.pdf . Diakses pada 15 Juli 2012
  6. Budastra IN, Siadi PP, Subanada IB. Pneumonia Atipikal dalam : Sari Pediatri Volume 9 No. 2 2007.http://www.idai.or.id/saripediatri/pdfile/9-2-10.pdf . Diakses pada 26 Juli 2012
  7. Bono MJ. Mycoplasma Pneumonia.http://emedicine.medscape.com/article/1941994-overview. Diakses pada 10 Juli 2012
  8. Mason RJ, Murray JF, Broaddus VC, Nadel JA : editor. Common Cause of Pyogenic Pneumonia dalam :Mason : Murray & Nadel’s Textbook of Respiratory Medicine, 4th Edition. Philadelphia : Saunders Elsevier. 2005. p. 837
  9. Muller NL, Franquet T, Lee KS : editor. Viruses, Mycoplasma, and Chlamydiadalam :Imaging of Pulmonary Infections. Canada : Lippincott Williams & Wilkins. 2007. p.109 – 110
  10. Clyde WA. Infeksi Mikoplasma dalam Rudolph AM, Hoffman JIE, Rudolph GD : Buku Ajar Pediatri Rudolph Volume 1. Jakarta : EGC. 2007. p.768 – 769
  11. Waites KB, Talkington DF. Mycoplasma pneumoniae and Its Role As A Human Pathogendalam :Clinical Microbiology Reviews. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC523564/ . Diakses pada 16 Agustus 2012