√ 9 Pengertian Hak Dan Kewajiban Warga Negara Menurut Para Ahli

Diposting pada

√ 9 Pengertian Hak Dan Kewajiban Warga Negara Menurut Para Ahli

Hak semua untuk mendapatkan semua orang yang telah ada sejak lahir dan bahkan sebelum kelahiran. Kamus indonesia di sebelah kanan untuk memiliki rasa hal yang benar, kepemilikan properti, kewenangan, kekuasaan untuk melakukan sesuatu (seperti yang ditentukan oleh undang-undang, peraturan, dll), listrik hingga sesuatu atau untuk menuntut sesuatu, derajat atau martabat .

√ 9 Pengertian Hak Dan Kewajiban Warga Negara Menurut Para Ahli
Pengertian Hak Dan Kewajiban Warga Negara

Sementara kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan, harus (sesuatu yang harus dilaksanakan). Dalam perjalanan sejarah, tema hak adalah usia yang relatif lebih muda dari tema kewajiban, meskipun sebelumnya telah lahir. Tema hak baru “lahir” resmi pada tahun 1948 oleh Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Manusia, sedangkan tema kewajiban (umum) telah lahir melalui ajaran agama di mana manusia harus menyembah Tuhan, dan berbuat baik bagi orang lain.

Setiap warga negara memiliki hak serta kewajiban yang sama di mata hukum, asasi manusia, maupun yang diatur menurut undang-undang dasar 45, pengertian secara umum hak merupakan suatu peran yang bersifat fakultatif yang memiliki arti boleh dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, sedangkan makna kewajiban adalah peran yang bersifat imteratif dalam arti khusus harus dilaksanakan. Lalu bagaimana pengertian hak dan kewajiban menurut para pakar dan ahli serta apa contohnya.

Pengertian Hak Pendapat Para Ahli

Hak adalah Sesuatu yang mutlak milik pemiliknya dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri. Contohnya hak mengeluarkan pendapat, hak mendapatkan pengajaran, dan lain lain.

Menurut Soerjono Soekanto

Hak dapat dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:

  1. Hak searah atau relatif. Pada umumnya hak ini muncul dalam hukum perikatan atau perjanjian. Contohnya hak menagih atau hak melunasi prestasi.
  2. Hak jamak arah atau absolut, terdiri dari:
  • Hak dalam HTN (Hukum Tata Negara) pada penguasa menagih pajak, pada warga hak asasi.
  • Hak kepribadian, hak atas kehidupan, hak tubuh, hak kehormatan dan kebebasan.
  • Hak kekeluargaan, hak suami istri, hak orang tua, hak anak.
  • Hak atas objek imateriel, hak cipta, merek dan paten.

Dari pendapat para pakar seperti Soerjono Soekanto bahwa:

  • Hak Mutlak (absolut) adalah memberikan kekuasaan atau wewenang kepada yang bersangkutan untuk bertindak, dipertahankan dan dihormati oleh orang lain. Contohnya:
  • Hak asasi manusia.
  • Hak publik. seperti hak atas kemerdekaan atau kedaulatan, hak negara memungut pajak.
  • Hak keperdataan, hak menuntut kerugian, hak kekuasaan orang tua, hak perwalian, hak pengampuan, hak kebendaan dan hak imateriel.

 

  • Hak relatif (nisbi) adalah memberikan hak kekuasaan atau wewenang kepada orang tertentu untuk menuntut kepada orang kain tertentu untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu, dan menyerahkan sesuatu. Contohnya:
    • Hak publik relatif, seperti: hak untuk memungut pajak atas pihak tertentu.
    • Hak keluarga relatif, hak suami istri.
    • Hak kekayaan relatif, hak dalam hukum perikatan atau perjanjian, seperti jual beli.

Menurut Prof. Dr. Notonegoro

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.

Menurut Salmond

Hak memiliki 4 pengertian:

  1. Hak dalam arti sempit, hak berpasangan dengan kewajiban. Contohnya:
  • Hak yang melekat pada seseorang sebagai pemilik.
  • Hak yang tertuju kepada orang lain sebagai pemegang kewajiban antara hak dan kewajiban berkorelatif.
  • Hak dapat berisikan untuk kewajiban kepada pihak lain agar melakukan perbuatan (comission) atau tidak melakukan (omission) suatu perbuatan.
  • Hak dapat memiliki objek yang timbul dari comission dan omission.
  • Hak memiliki titel, ialah suatu peristiwa yang menjadi dasar sehingga hak itu melekat pada pemiliknya.
  1. Hak Kemerdekaan. Adalah hak memberikan kemerdekaan kepada seseorang untuk melakukan kegiatan yang diberikan oleh hukum namun tidak untuk menggangu, melanggar, menyalahgunakan sehingga melanggar hak orang lain, dan pembebasan dari hak orang lain.
  2. Hak Kekuasaan. Merupakan hak yang diberikan untuk melalui jalan dan cara hukum, untuk mengubah hak-hak, kewajiban-kewajiban, pertanggungjawaban atau lain-lain dalam hubungan hukum.
  3. Hak Kekebalan atau imunitas. Yaitu hak untuk dibebaskan dari kekuasaan hukum orang lain.

Menurut Curzon

Hak dikelompokan menjadi 5, yaitu:

  1. Hak Sempurna. Contoh hak dapat dilaksanakan dan dipaksakan melalui hukum, dan hak tidak sempurna, misal hak yang dibatasi oleh kadaluwarsa.
  2. Hak utama, yaitu hak yang diperluas oleh hak-hak lain, hak tambahan, melengkapi hak utama.
  3. Hak publik, marupakan hak yang ada pada masyarakat, negara dan hak perdata, ada pada seseorang.
  4. Hak positif, adalah hak menuntut dilakukannya perbuatan, hak negatif agar tidak melakukan.
  5. Hak milik, yaitu hak yang berkaitan dengan barang dan hak pribadi berkaitan dengan kedudukan seseorang;

Pengertian Kewajiban Menurut Para Ahli

Menurut Prof. Dr. Notonegoro

Kewajiban adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan. Kewajiban adalah sesuatu yang harus dilakukan.

 

Menurut Curzon

Kewajiban dikelompokan menjadi 5, yaitu:

  1. Kewajiban Mutlak. tertuju kepada diri sendiri maka tidak berpasangan dengan hak dan nisbi melibatkan hak di lain pihak.
  2. Kewajiban Publik. Dalam hukum publik yang berkorelasi dengan hak publik ialah wajib mematuhi hak publik dan kewajiban perdata timbul dari perjanjian berkorelasi dengan hak perdata.
  3. Kewajiban Positif. Kewajiban ini menghendaki dilakukan sesuatu dan kewajiban negatif, tidak melakukan sesuatu.
  4. Kewajiban Universal atau Umum. Kawajiban yang ditujukan kepada semua warga negara atau secara umum, ditujukan kepada golongan tertentu dan kewajiban khusus, timbul dari bidang hukum tertentu, perjanjian.
  5. Kewajiban Primer. Kewajiban ini tidak timbul dari perbuatan melawan hukum. Contoh kewajiban untuk tidak mencemarkan nama baik dan kewajiban yang bersifat memberi sanksi, timbul dari perbuatan melawan hukum misal membayar kerugian dalam hukum perdata.

 


Macam-Macam Hak

Hak Legal dan Hak Moral

Hak hukum berhak oleh hukum dalam satu bentuk. Hak hukum yang lebih berbicara tentang hukum atau sosial. Kasus di titik, memutuskan bahwa veteran mendapatkan manfaat setiap bulan, maka setiap veteran yang telah ditentukan memenuhi syarat berhak menerima manfaat tersebut.

Hak moral didasarkan pada aturan atau prinsip-prinsip etika saja. Soliderisasi atau hak moral atas individu. Kasus di titik, jika majikan memberikan gaji rendah untuk seorang wanita yang bekerja di perusahaan yang sama dengan penampilan saat di perusahaan orang-orang yang bekerja. Dengan demikian, ini melaksanakan hak-hak hukum, tetapi dengan hak moral melnggar perempuan yang bekerja di perusahaan. Dari contoh ini jelas bahwa hak-hak hukum yang tidak sama dengan hak moral.

T.L. Beauchamp, menemukan bahwa memang ada hak hukum dan moral, hak ini disebut hak konvensional. Sebagai contoh, jika saya menjadi anggota klub futsal Indonesia, maka saya mendapatkan beberapa hak. Secara umum, hak-hak ini muncul karena manusia tunduk pada aturan dan konvensi yang disepakati. Hak konvensional berbeda dari hak moral karena hak-hak ini tergantung pada aturan yang telah disepakati dengan anggota lain. Dan hak ini berbeda dengan hak-hak hukum karena tidak tercantum dalam sistem hukum.


Hak Positif dan Hak Negatif

Hak negatif adalah hak untuk menjadi negatif, jika saya bebas untuk melakukan sesuatu atau memiliki sesuatu dalam arti bahwa orang lain tidak perlu menghindari saya untuk melakukan atau memiliki hal-hal. Contoh: hak untuk hidup, hak untuk mengekspresikan pendapat.

Benar-benar positif adalah hak untuk menjadi positif, jika saya memiliki hak yang lain melakukan sesuatu untuk saya. Contoh: hak atas pendidikan, pelayanan, dan kesehatan. Kita harus mempertimbangkan hak-hak negatif karena hak-hak ini dibagi menjadi dua jenis: hak aktif dan pasif. Hak negatif aktif adalah hak untuk melakukan atau tidak melakukan apa yang orang inginkan.

Sebagai contoh, saya memiliki hak untuk pergi ke mana pun aku suka atau mengatakan apa yang saya inginkan. Hak aktif bisa disebut hak kebebasan. Hak negatif pasif adalah hak untuk tidak diperlakukan orang lain dengan cara tertentu. Sebagai contoh, saya memiliki orang lain yang tepat tidak mencampuri urasan pribadi saya, bahwa rahasia saya tidak dibongkar, bahwa nama saya ternoda. Hak pasif bisa disebut keamanaan benar.

Hak Khusus dan Hak Umum

Hak-hak tertentu muncul dalam hubungan khusus antara beberapa orang atau untuk fungsi khusus diadakan satu terhadap yang lain. Contoh: jika kita meminjam Rp. 10.000 orang lain dengan janji aku akan kembali dalam dua hari, maka orang lain mendapat hak orang lain.

Hak publik manusia bukan sebagai hubungan atau fungsi tertentu, tetapi hanya karena ia adalah manusia. Hak ini dimiliki oleh semua manusia tanpa kecuali. Indonesia di negara kita disebut “hak asasi manusia”.

Hak Individual dan Hak Sosial

Mengenai hak-hak individu di sini di tempat pertama dimiliki hak-hak individu terhadap Negara. Negara tidak harus menghindari atau mengganggu individu dalam mewujudkan hak-hak yang ia Milki. Contoh: agama yang benar, hak untuk mengikuti hati nurani, kebebasan berekspresi, kita perlu mengingat hak-hak individu, termasuk hak-hak negatif dibahas.

Sosial di sini adalah tidak sesuai untuk kepentingan negara, tetapi sebagai anggota masyarakat bersama-sama dengan anggota lain. Ini disebut hak-hak sosial. Contoh: hak untuk bekerja, hak atas pendidikan, hak atas kesehatan.

Hak Absolut

Setelah kita melihat dan membaca penjelasan tentang hak dan jenis, sekarang ada hak mutlak? Memiliki hak mutlak merupakan hak yang mutlak tanpa pengecualian, berlaku di mana saja dengan tidak terpengaruh oleh situasi dan keadaan. Tapi ternyata tidak ada hak mutlak. Mengapa? Menurut ahli etika, yang paling tepat adalah hak prima facie atau kanan pada pandangan pertama, yang berarti bahwa hak ini berlaku sampai dikalahkan oleh hak lain yang lebih kuat. Setiap manusia memiliki hak untuk hidup dan hak sangat penting.

Manusia memiliki hak untuk tidak dibunuh, tetapi ini tidak berlaku di semua situasi tanpa alasan yang cukup. Seseorang yang membela dirinya akan menyerang melawan dia memiliki hak untuk membunuh jika tidak ada cara lain untuk melakukannya. Salah satu contoh lainnya adalah warga yang diberi tugas membela tanah air dalam keadaan perang.

Contoh kedua adalah contoh di mana hak untuk hidup adalah penting dan harus dianggap sebagai hak mutlak, namun kalah oleh situasi, alasan yang cukup.


Kesimpulan

Hak adalah kuasa untuk menerima atau melakukan suatu yang semestinya diterima atau dilakukan melulu oleh pihak tertentu dan tidak dapat dilakukan oleh pihak lain manapun juga yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa olehnya.

Kewajiban adalah beban untuk memberikan sesuatu yang semestinya dibiarkan atau diberikan melulu oleh pihak tertentu tidak dapat oleh pihak lain manapun yang pada prinsipnya dapat dituntut secara paksa oleh yang berkepentingan.

HAM (Hak Asasi Manusia) adalah hak-hak yang melekat pada diri manusia dan tanpa hak-hak itu manusia tidak dapat hidup layak sebagai manusia. Hak tersebut diperoleh bersamaan dengan kelahiran atau kehadirannya bisa dikatakan HAM sudah ada sejak kita masih ada dalam kandungan dan melekat pada diri kita saat kita lahir.

 


Demikian Penjelasan Tentang √ 9 Pengertian Hak Dan Kewajiban Warga Negara Menurut Para Ahli Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com

 

 

Baca Juga :  √ Sejarah BPUPKI : Pengertian, Anggota, Tugas, Sidang, Dan Tujuan Lengkap
Baca Juga :  √ Pengertian Pancasila Sebagai Dasar Negara [ TERLENGKAP ]
Baca Juga :  √ Adat Istiadat : Pengertian, Jenis, Kriteria, Dan Contohnya