√ Kerukunan Antar Umat Beragama Di Indonesia Dan Tujuannnya

Diposting pada

√ Kerukunan Antar Umat Beragama Di Indonesia Dan Tujuannnya

 

Kerukukan antar umat beragama merupakan suatu kondisi dimana semua golongan agama dapat hidup bersama tanpa mengurangi hak dasar masing-masing untuk melakukan kewajiban agamanya. Pemeluk agama yang baik haruslah hidup damai dan rukun. Oleh sebab itu kerukunan antar umat beragama tidak mungkin bisa lahir dari sikap fanatisme buta serta sikap tidak peduli atas hak-hak keberagaman dan perasaan orang lain. Namun dalam hal ini tidak juga bisa diartikan bahwa kerukunan hidup diantara umat memberi ruang sebagai campurtangan unsur-unsur tertentu dari agama berbeda, karena hal tersebut akan merusak nilai agama itu sendiri.

Bentuk dari kerukunan antar umat beragama ialah hubungan yang harmonis dalam dinamika hidup bermasyarakat yang saling menguatkan yang di ikat dengan sikap pengendalian hidup dalam wujud sebagai berikut:

  1. Saling menghormati dalam kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.
  2. Saling mengormati serta berkerjasama dalam memeluk agama, antar golongan agama serta umat beragama dengan pemerintah yang sama-sama memiliki tanggung jawab membangun bangsa dan negara.
  3. Saling tenggang rasa serta loeran dengan tidak melakukan pemaksaan agama terhadap orang lain.

Apa yang dimaksud dengan kerukunan antar umat beragama?


Pengertian Kerukunan Menurut Para Ahli

Secara terminologi banyak batasan yang diberikan oleh para ahli sebagai berikut:

  • W. J.S Purwadarminta menyatakan

Kerukunan merupakan sikap atau sifat menenggang seperti menghargai dan membolehkan suatu pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan atau yang lainya yang berbeda dengan pendirian.

  • Dewan Ensiklopedi Indonesia

Kerukunan dalam aspek sosial, politik, adalah suatu sikap membiarkan orang untuk memiliki keyakinan yang berbeda. Selain itu menerima pernyataan ini sebab untuk pengakuan dan menghormati hak asasi manusia.

  • Ensiklopedi Amerika

Kerukunan mempunyai makna yang terbatas. Ia berkonotasi untuk menahan diri dari penganiayaan dan pelanggaran, walaupun beguty, ia memperlihatkan sikap tidak setuju yang tersembunyi serta biasanya mengarah kepada sebuah kondisi dimana kebiasaan yang di perbolehkan bersifat terbatas dan juga bersyarat.


Tujuan Kerukunan Hidup Beragama

  • Untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan keberagamaan

Masing-masing pengikut agama adanya kenyataan agama lain, akan mendorong agar menghayati dan juga memperdalam ajaran-ajaran serta berusaha untuk dapat mengamalkannya. Maka dengan demikian keimanan dan keberagaman di masing-masing penganut agama busa meningkatkan lagi. Seperti persaingan yang bersifat positif, bukan negatif.

  • Untuk mewujudkan stabilitas nasional yang mantap

Dengan adanya kerukunan hidup beragama, maka ketegangan adanya perbedaan yang ada akibat perbedaan paham yang berpangkal pada keyakinan keagamaan bisa dihindari. Bisa kita bayangkan jika pertikaian dan perbedaan paham yang terjadi pada pemeluk agama yang beaneka ragam ini, maka ketertiban serta keamanan nasional bisa terganggu. Namun sebaliknya jika pertikaian antar pemeluk agama sudah tidak terjadi, maka hal yang seperti itu ada bisa mewujudkan stabilitas nasional yang semakin mantap.

  • Menunjang dan mensukseskan pembangunan

Dari tahun ketahun pemerintah senantiasa berusaha untuk dapat melaksankan serta mensukseskan pembangunan dari berbagai bidang. Usaha pembangunan akan berjalan sukses jika didukung dan ditopang oleh seluruh lapisan masyarakat. Sedangkan jika umat beragama selalu bertikai, saling curiga-mencurigai tentu bisa mengarahkan kegiatan untuk mendukung serta membantu pembangunan. Bahkan bisa berakibat sebaliknya, yaitu dapat menghambat usaha pembangunan yang akan dituju. Membangun dan berusaha untuk memakmurkan bumi ini memang sangat di anjurkan oleh agama islam. Untuk mendapat kemakmuran, kesuksesan serta kebahagiaan dakam segala bidang.

  • Memelihara dan mempererat rasa persaudaraan

Jika rasa kebersamaan dan kebangsaan yang terpeliharan dan terbina dengan baik, jika kepentingan peribadi/golongan bisa dikurangi. Sedangkan pada kehidupan beragama sudah jelas kepentingan kehidupan agamanya sendiri yang menjadi titik suatu pandangan kegiaran. Jika hal itu tidak disertai dengan arah kehidupan bangsa dan negara, maka akan menimbulkan gejolak sosial yang dapat mengganggu keutuhan bangsa dan negara yang didalamnya terdiri dari negikut agama yang berbeda-beda, sebab itulah kerukunan hidup beragama untuk memelihara persatuan dan kesatuan bangsa harus dikembangkan.

 

Baca Juga :  √ Agama Di Indonesia Yang Diakui Oleh Pemerintah Dan Hubungannya
Baca Juga :  10 Pengertian Keadilan Dan Jenisnya Menurut Para Ahli

Demikian Penjelasan Tentang √ Kerukunan Antar Umat Beragama Di Indonesia Dan Tujuannnya Semoga Bermanfaat Bagi Semua Pembaca GuruPendidikan.Com