Tulang Manusia : Pengertian, jenis, Dan Struktur Beserta Fungsinya Secara Lengkap

Posted on

Tulang Manusia : Pengertian, jenis, Dan Struktur Beserta Fungsinya Secara Lengkap – Anda pasti tahu dengan tulang. Tapi apakah anda tahu dari pengertian tulang, jenis tulang, dan struktur tulang beserta fungsinya secara lengkap. Jika anda belum mengetahui nya. Pada kesempatan kali ini disini akan mengulas tentang tulang secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

tulang

Pengertian Tulang

Tulang merupakan  jaringan ikat yang terdiri dari sel, serat, dan matriks ekstraselular. Matriks tulang yaitu bagian terkeras yang terletak dilapisan luar tulang, yang disebabkan oleh pengendapan mineral dalam matriks, sehingga tulang pun mengalami sebuah kalsifikasi Didalam tubuh manusia juga terdapat yang namanya tulang rawan (cartilago), yakni jaringan ikat yang memiliki kemampuan meregang, membentuk penyokong yang kuat bagi jaringan lunak, memberikan kelenturan, dan sangat tahan terhadap tekanan.

Contohnya tulang pada paha ayam, dikedua bagian pada ujungnya itu adalah tulang rawan, sedangkan bagian yang terletak diantara keduanya ataupun bagian yang paling keras disebut dengan tulang


Jenis-Jenis Tulang

1. Tulang kompak
Tulang ini tersusun oleh serat kolagen yang disebut dengan lamela ossea, yang saling berjajar di tepi tulang, mengelilingi pembuluh darah. Contohnya yaitu tulang kompak yaitu tulang panjang (seperti tulang paha, kaki, tangan).

loading...

2. Tulang spongiosa/kanselosa
Tulang jenis ini adalah bagian dalam dari tulang kompak , seperti pada rongga sumsum tulang, pada bayi rongga ini tampak merah dan menghasilkan banyak sel darah, pada orang dewasa, rongga sumsum tulang tampak kuning dan terisi oleh sel lemak. Tulang spongiosa ini akan tampak pula ketika kita menggigit tulang ujung tulang rawan pada ayam, tulang ini berbentuk sponge (pori-pori).

3. Tulang rawan
Tulang Rawan ialah tulang yang memiliki sifat lentur dan tidak memiliki pemembuluh darah juga saraf kecuali pada lapisang terluarnya (perikondrium). Tulang rawan ini memiliki tiga jenis, yakni sebagai berikut :

  •  Tulang rawan hialin
    Tulang ini yang paling banyak terdapat di tubuh, yang berfungsi sebagai model kerangka kebanyakan tulang. Pada orang dewasa, tulang ini terdapat di permukaan sendi tulang, ujung iga, hidung, laring, trakea, dan bronki (saluran pernafasan)
  •  Tulang rawan elastik
    Jenis tulang yang satu ini Mengandung serat-serat elastik yang bercabang didalam matriks dan sangat lentur, ditemukan di telinga luar, tuba auditorius (saluran yang menghubungkan hidung dengan telinga), epiglotis (penutup saluran pernafasan saat kita menelan, supaya makanan tidak masuk kedalam saluran pernafasan), dan laring.
  • Fibrokartilago
    Tulang rawan ini memberikan daya regang, menahan beban, dan ketahanannya cukup kuat terhadap tekanan. Ditemukan pada diskus intervertebralis (jaringan ikat yang terletak diantara tiap ruas tulang belakang), pada orang tua, diskus intervertebralis yang 80% nya terdiri dari air, mulai kekurangan elastisitas akibat jumlah air yang berkurang, sehingga pada orang tua pun mudah terjadi gangguan seperti nyeri pada tulang belakang, dan habitat membungkuk.
    Contoh lainnya yakni simfisis pubis (tulang rawan yang terletak diatas kemaluan), tulang ini melindungi organ urinaria dan seksual dari tekanan dan benturan yang terjadi.

Struktur Tulang

Tulang memiliki matriks yang mana matriks tersebut yaitu struktur yang keras pada tulang, matriks tersebut mempunyai banyak pembuluh darah, dikarenakan struktur yang keras ini susah untuk ditembus oleh nutrien dan metabolit. Matriks tulang terdiri dari serat protein yang kuat, terutama kolagen. Matriks ini di hasilkan oleh osteoblas. Osteoblas ialah sel yang terdapat didakam tulang yang juga berfungsi membuat sel-sel tulang baru dan menyerap mineral dari darah. Matriks memiliki komponen organik dan inorganik. Komponen organik memungkinkan tulang untuk menahan tegangan, sedangkan komponen inorganik atau komponen mineral menahan tegangan.

Sel lain yang terdapat pada tulang yaitu sel osteoklas, sel ini memiliki fungsi yang berlawanan dari osteoblas, yakni fungsi nya menghancurkan tulang dengan cara melarutkan kembali mineral di dalam darah. Sel yang juga terdapat pada tulang yaitu osteosit, sel ini menjaga keseimbangan mineral di dalam darah, mereka yang mengarahkan penyerapan mineral dari darah dan mengarahkan pengembalian mineral ke dalam darah, agar tulang dan tubuh sama-sama mendapatkan mineral yang cukup. Analogi nya osteosit yang memerintahkan, kemudian osteoblas dan osteoklas bekerja.

Komponen organik utama matriks tulang ialah serat kolagen tipe I, yang mengandung protein, salah satunya yaitu glikoprotein osteokalsin dan osteopontin, yang berikatan erat dengan kalsium selama terjadinya mineralisasi tulang. Protein matriks lainnya yaitu sialoprotein, yang mengikat osteoblas pada matriks ekstraselular.

Komponen inorganik matriks terdiri dari kalsium dan fosfat dalam bentuk kristal hidroksiapatit. Ikatan serat kolagen dengan kristal hidroksiapatit akan mengakibatkan tulang menjadi keras, tahan lama, dan kuat. Komponen mineral ini akan dipertahankan didalam darah dengan bantuan hormon paratiroid (dari kelenjar disebelah tiroid) dan kalsitonin (dari kelenjar tiroid).

Sumsum tulang ialah jaringan ikat lunak yang terdapat di dalam tulang spongiosa, fungsinya untuk menghasilkan sel-sel darah. Juga terdapat periosteum pada tulang, periosteum ini adalah bagian kuat, yang terdiri dari membran fibrosa yang menutupi dan melindungi permukaan luar tulang.


Fungsi Tulang

Tulang mempunyai banyak fungsi utama yang tidak bisa digantikan oleh bagian lain, seperti:

  • Membentuk postur tubuh: Tulang ini membentuk kerangka yang memberikan bentuk tubuh dan memberikan dukungan kepada jaringan tubuh.
  • Perlindungan: Tulang juga berfungsi untuk melindungi organ penting, seperti jantung, paru-paru dan otak.
  • Gerakan: Tulang ini berfungsi untuk Bekerja bersama otot, tendon, sendi dan ligamen, tulang memungkinkan tubuh untuk bergerak.
  • Tempat penyimpanan lemak dan mineral: Lemak disimpan di dalam rongga tulang. Selain itu tulang juga menyimpan mineral penting, seperti kalsium, fosfor dan magnesium.
  • Produksi sel darah: Sel darah ini dibuat di bagian sumsum tulang merah.
  • Mengatur regulasi endokrin

Proses Terbentuknya Tulang

Tulang terbentuk melalui suatu proses yang disebut dengan osifikasi. Pertumbuhan didalam embrio melalui dua proses,yakni sebagai berikut :

  • Osifikasi endokondral ini terjadi ketika tulang rawan hialin mengalami pengerasan kalsifikasi, sel mesenkim di periosteum (lapisan terluar tulang) berubah menjadi sel osteoprogenitor dan membentuk osteoblas (sel pembentuk tulang). Osteoblas menghasilkan matriks, yang mengalami kalsifikasi. Tulang pun mulai memanjang yang dimulai dari bagian diafisis nya (batang tulang panjang), kemudian di ikuti oleh epifisis nya (permukaan sendi ujung). Dan akhirnya tulang rawan tadi pun menjadi tulang yang keras.
  • Pada osifikasi intramembranosa, pertumbuhan tulang rawan tidak didahului oleh tulang rawan, melainkan dari mesenkim jaringan ikat. Sel mesenkim tersebut berubah menjadi osteoblas yang kemudian menghasilkan matriks juga, dan kemudian mengalami kalsifikasi. Banyak pusat osifikasi yang terbentuk, berhubungan satu sama lain dan membentuk anyaman tulang spongiosa, yang terdiri dari duri duri yang tipis atau yang disebut dengan trabekulae. Tulang maksila, mandibula (rahang), klavikula, dan hampir seluruh tulang yang berbentuk pipih pada tengkorak terbentuk melalui osifikasi intramembranosa.

Itulah ulasan tentang Tulang Manusia : Pengertian, jenis, Dan Struktur Beserta Fungsinya Secara Lengkap Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini :


No ratings yet.

Please rate this