“Suku Talaud” Sejarah & ( Bahasa – Mata Pencaharian – Kekerabatan – Kepercayaan )

Posted on

“Suku Talaud” Sejarah & ( Bahasa – Mata Pencaharian – Kekerabatan – Kepercayaan )

GuruPendidikan.Com – Untuk pembahasan kali ini kami akan mengulas mengenai suku talaud yang dimana dalam hal ini meliputi sejarah, bahasa, mata pencaharian, kekerabatan dan kepercayaan, nah agar lebih memahami dan di mengerti simak ulasannya dibawah ini.

Sejarah Suku Talaud

Suku bangsa Talaud mendiami gugusan pulau-pulau Talaud di Kabupaten Kepulauan Sangir-Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Daerah mereka terdiri dari tiga pulau utama yakni pulau Karakelang, Salibabu dan Kabaruan. Nama lain dari Talaud ialah Taloda artinya “orang laut” ada yang menyebutnya Porodisa.

Bahasa Suku Talaud

Bahasa Talaud terdiri atas enam dialek yakni Sali-Babu, Karakelang, Essang, Nanusa, Miangas dan Kabaruan. Bahasa Talaud juga mengenal tingkatan bahasa halus, menengah, dan kasar. Masyarakat ini memakai bahasa Melayu Manado sebagai bahasa pergaulan “sehari-hari”.

Mata Pencaharian Suku Talaud

Mata pencaharian utama masyarakat ini ialah menjadi nelayan di laut hanya sebagian kecil saja yang menjadi petani di ladang-ladang atau dijadikan sebagai pekerjaan sampingan. Tanaman utama mereka ialah ubi-ubian, walaupun sudah diusahakan pula bertanam padi ladang dan sawah.

Kekerabatan Suku Talaud

Karena mata pencahariannya lebih banyak ke laut, maka masyarakat ini umumnya mendirikan kampung di pinggir pantai dekat muara-muara sungai. Keluarga intinya disebut gaghurang yang berdiam di rumah semi permanen yang disebut bale. Keluarga-keluarga inti lalu membentuk kelompok keluarga luas terbatas yang disebut ruangana.

loading...

Kelompok ini berdiam di rumah besar yang disebut bale manandu. Pada saat mereka bekerja di ladang atau menangkap ikan agak jauh dari kampung. Mereka terpaksa mendirikan rumah sementara yang mereka sebut sabua. Sebuah kampung sering dihuni oleh satu ruangana, tetapi umumnya terdiri atas tiga sampai empat ruangana. Orang Talaud mempunyai hubungan kekerabatan yang bilateral sifatnya.

Pada zaman dulu masyarakat Talaud sudah mengembangkan sistem sosial politik dalam bentuk kerajaan-kerajaan kecil. Pada masa sekarang pengaruhnya masih terlihat dalam pelapisan sosial masyarakatnya. Golongan keturunan raja-raja dan bangsawan lama itu disebut kelompok papung dan dibawahnya baru golongan rakyat biasa. Golongan budak zaman dulu disebut alangnga. Pada masa sekarang pelapisan sosial yang tejam seperti di atas sudah menipis pengaruhnya.

Pada zaman dulu pernah berdiri kerjaan Talaud yang dipimpin seorang ratu atau raja. Kekuasaan dibawahnya dibagi-bagi kepada beberapa orang jogugu yang membawahi pula sejumlah kampung “wanua” dibawahnya. Kepala kampung disebut dengan kapitan laut. Dalam tugasnya kapitan laut ini dibantu oleh sejumlah Dewan Adat yang disebut Inanggu Wanua yang sebenarnya ialah gabungan dari pada pemimpin kelompok keluarga luas terbatas yang disebut timadu ruangana.

Kepercayaan Suku Talaud

Dahulu kala mayoritas masyarakat Talaud mempercayai dunia gaip “super Natural”, banyak yang ingin memiliki kekuatan gaip dengan cara pergi bersemayam ataupun berdoa ke gua, gunung, batu-batu besar, pepohonan yang sudah sangat tua dan tempat-tempat lain yang mereka anggap memiliki kekuatan super natural.

Namun seiring perkembangan zaman sekarang ini Mayoritas masyarakat Talaud sudah meninggalkan kepercayaan tersebut karena dengan adanya agama kristen yang masuk di Tanah talud sehingga hal itu membuat kepercayaan masyarakat Talaud akan dunia gaip hilang meskipun masih ada yang mempercayai hal itu namun sebagian besar masyarakat Talaud sudah meninggalkan kepercayaan klasik tersebut.

Demikianlah pembahasan mengenai “Suku Talaud” Sejarah & ( Bahasa – Mata Pencaharian – Kekerabatan – Kepercayaan ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:


No ratings yet.

Please rate this