“Suku Dani” Sejarah & ( Bahasa – Kepercayaan – Kekerabatan – Mata Pencaharian – Sistem Kesenian )

Posted on

“Suku Dani” Sejarah & ( Bahasa – Kepercayaan – Kekerabatan – Mata Pencaharian – Sistem Kesenian )

GuruPendidikan.Com – Suku Dani Papua pertama kali diketahui di Lembah Baliem diperkirakan sekitar ratusan tahun yang lalu. Banyak eksplorasi di dataran tinggi pedalaman Papua yang dilakukan, salah satu diantaranya yang pertama ialah Ekspedisi Lorentz pada tahun 1909-1910 “Belanda” tetapi mereka tidak beroperasi di Lembah Baliem.
Dani merupakan salah satu dari sekian banyak suku bangsa yang terdapat atau bermukim atau mendiami wilayah pegunungan tengah, papua Indonesia dan mendiami keseluruhan Kabupaten Jayawijaya serta sebagian Kabupaten Puncak Jaya.

Suku Dani merupakan sebuah suku yang mendiami satu wilayah di Lembah Baliem yang dikenal sejak ratusan tahun yang lalu sebagai petani yang terampil dan telah menggunakan alat/perkakas yang pada awal mula ditemukan diketahui telah mengenal teknologi penggunaan kapak batu, pisau yang dibuat dari tulang binatang, bambu dan juga tombak yang dibuat menggunakan kayu galian yang terkenal sangat kuat dan berat.

Bahasa Suku Dani

Bahasa suku dani terdiri dari 3 sub keluarga bahasa yaitu:

  • Sub keluarga Wano di Bokondini
  • Sub keluarga Dani pusat yang terdiri atas logat Dani Barat dan logat lembah Besar Dugawa.
  • Sub keluarga Nggalik dan ndash

Bahasa suku Dani termasuk keluarga bahasa Melansia dan bahasa Papua tengah “secara umum”.

Sistem Kepercayaan Suku Dani

Suku bangsa Dani tinggal di Lembah Baliem, Papua, suku Dani lebih suka disebut suku bangsa Parim/suku bangsa Baliem. Suku bangsa Dani percaya pada roh, yakni roh laki-laki “Suangi Ayoka” dan roh perempuan “Suangi Hosile”.
Suku bangsa Dani mempercayai atou yakni kekuatan sakti yang berasal dari nenek moyang yang diturunkan kepada anak lelakinya, kekuatan tersebut meliputi:

loading...
  • Kekuatan menjaga kebun,
  • Kekuatan menyembuhkan penyakit
  • Dan kekuatan menyuburkan tanah

Sistem Kekerabatan Suku Dani

Kekerabatan masyarakat suku Dani bersifat patrilineal, pernikahan suku bangsa Dani bersifat poligami. Keluarga batih ini tinggal di satu satuan tempat tinggal yang disebut silimo. Berdasarkan mitologi, suku bangsa Dani berasal dari sepasang suami istri yang tinggal di Kampung Maina di Lembah Baliem.

Kepala suku besar disebut ap kain, pemimpin suku disebut watlangka, selain itu juga terdapat pemimpin pada bidang tertentu sebagai berikut.

  • Ap Menteg ialah kepala perang.
  • Ap Horeg ialah kepala suku kesuburan.
  • Ap Ubalik ialah kepala suku adat.

Pemimpin dalam masyarakat Dani harus dapat menjadi panutan bagi rakyatnya, oleh sebab itu pemimpin tersebut juga harus memiliki kemampuan, antara lain berdiplomasi, bercocok tanam, berburu, keberanian dan ramah.

Mata Pencaharian Suku Dani

Mata pencaharian suku bangsa Dani ialah bercocok tanam ubi kayu dan ubi jalar yang disebut hipere. Selain berkebun mata pencaharian suku bangsa Dani ialah beternak babi. Babi dipelihara dalam kandang yang bernama wamai. Bagi suku bangsa Dani, babi memiliki manfaat yang cukup banyak, antara lain dagingnya untuk dimakan, tulang-tulangnya untuk pisau dan hiasan dan darahnya untuk perlengkapan upacara adat.

Sistem Kesenian Dan Kerajinan Suku Dani

Kesenian masyarakat suku bangsa Dani dapat dilihat dari cara membangun rumah dan beberapa bangunan suku bangsa Dani antara lain sebagai berikut.

  • Honae ialah merupakan rumah adat suku bangsa Dani, Honae berbentuk bulat dan atapnya berasal dari rumput kering.
  • Ebeai ialah rumah wanita, ebe artinya tubuh/pusat dan ai artinya rumah.
  • Wamai ialah kandang babi yang berbentuk persegi panjang dan disekat sebanyak jumlah ebeai.

Kerajinan masyarakat suku bangsa Dani antara lain korok; alat sejenis parang, sage; alat sejenis tugal untuk melubangi tanah, moliage: sejenis kapak batu dengan ujung dari besi dan wim: busur panah. Peralatan-peralatan tersebut biasanya diberi hiasan atau diukir agar nampak indah.

Demikianlah pembahasan mengenai “Suku Dani” Sejarah & ( Bahasa – Kepercayaan – Kekerabatan – Mata Pencaharian – Sistem Kesenian ) semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian semua, terima kasih banyak atas kunjungannya. 🙂 🙂 🙂

Baca Juga:


No ratings yet.

Please rate this