Sistem Gerak Manusia : Pengertian, Komponen, Dan Fungsinya Secara Lengkap

Posted on

Sistem Gerak Manusia : Pengertian, Komponen, Dan Fungsinya Secara Lengkap – Manusia dapat bergerak karena adanya sistem gerak yang ada didalam tubuh manusia. Tapi Tahukah anda secara lengkap tentang sistem gerak pada manusia ?? Jika anda belum mengetahuinya anda tepat sekali mengunjungi gurupendidikan.com. Karena pada kesempatan kali ini akan membahas tentang sistem gerak pada manusia secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

sistem gerak manusia

Pengertian Sistem Gerak Manusia

Kerangka tubuh manusia terletak di dalam tubuh ditutupi oleh kulit dan daging sehingga disebut rangka dalam. Rangka berfungsi untuk menunjang tubuh dan memberi bentuk tubuh, sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka. Rangka juga mempunyai fungsi sebagai alat gerak pasif dan pelindung bagian tubuh yang lunak. Rongga tulang pada rangka manusia yang bersumsum merah adalah pusat penghasil sel-sel darah.

Rangka manusia terdiri dari ± 206 ruas tulang yang memiliki ukuran dan bentuk yang bervariasi. Tulang-tulang penyusun rangka dikelompokkan menjadi tulang tengkorak, tulang pembentuk tubuh dan tulang anggota gerak.

Anggota gerak dikelompokkan menjadi anggota gerak atas dan anggota gerak bawah. Tulang anggota gerak atas terdiri dari lengan, tulang hasta, tulang pengumpil, tulang pergelangan tangan, tulang telapak tangan dan tulang jari tangan. Tulang anggota gerak bawah terdiri dari tulang paha, tulang kering, tulang betis, tulang pergelangan kaki, tulang telapak kaki dan tulang jari kaki.

Susunan dan bentuk tulang anggota gerak atas sesuai dengan fungsi lengan, misalnya untuk mengangkat, melempar, memukul, memegang, menggenggam, memungut, dan menjumput. Tulang Anggota gerak bawah mempunyai bentuk dan susunan tulang anggota gerak bawah lebih disesuaikan untuk berjalan, berlari, dan menahan beban tubuh.


Komponen Sistem Gerak Manusia

1. Tulang/rangka
Tulang mempunyai fungsi utama sebagai alat gerak pasif. artinya tulang hanya dapat bekerja/bergerak apabila ada bantuan dari otot.

Tulang atau rangka pada manusia tergolong ke dalam alat gerak pasif dikarenakan tulang hanya akan dapat bergerak jika ada aktifitas yang terjadi pada otot. tulang sendiri terbentuk oleh kandungan kalsium yang berbentuk garam yang merekat erat dengan bantuan kalogen. di dalam masa perkembangannya, bentuk tulang bisa berubah atau mengalami kelainan jika ada gangguan yang dibawa sejak lahir seperti adanya infeksi penyakit, faktor nutrisi dan gizi, ataupun posisi tubuh yang salah. tulang yang satu dengan yang lain biasanya terhubung oleh sendi-sendi. Materi mengenai persendian akan kita bahas sesudah pembahasan mengenai tulang berikut ini:

Fungsi Rangka pada Manusia
Kerangka pada tubuh manusia mempunyai beberapa fungsi utama, yaitu sebagai berikut :

  • Penegak tubuh
  • Pembentuk tubuh
  • Tempat Melekatnya otot
  • Tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah
  • Alat gerak pasif

Kerangka pada manusia bisa dibagi ke dalam 3 kelompok yakni : Bagian tengkorak, Bagian badan, serta Bagian anggota gerak.

1. Bagian Tengkorak
Bagian tengkorak pada sistem gerak manusia tersusun atas tulang-tulang pipih yang menjadi tempat terjadinya proses pembentukan sel-sel darah merah dan putih. Bagian tengkorak pada manusia terdiri dari:

Masing-masing tulang tersebut berjumlah 2 buah kecuali tulang lidah, tulang tengkorak, dan tulang dahi (1 buah)

2. Bagian Badan
Bagian rangka badan pada manusia dipisahkan ke dalam 5 kelompok yakni Ruas-ruas tulang belakang, Tulang rusuk, Tulang dada, Gelang bahu, dan Gelang panggul.

3. Bagian Anggota gerak
Bagian ini juga terbagi lagi ke dalam 2 bagian yakni sebagai berikut :

  • Anggota gerak atas
    Anggota gerak ini terdapat pada tangan kanan dan tangan kiri
  • Anggota Gerak Bawah
    Untuk anggota gerak bawah tentunya merupakan rangka penyusun kaki kanan dan kiri

Jenis-jenis Tulang

Brdasarkan kepada jenisnya, tulang yang terdapat di dalam tubuh manusia dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Tulang Rawan
Tulang rawan adalah tulang yang disusun oleh sel-sel tulang rawan. Tulang ini sifatnya lentur karena terdapat ruang pada aantar sel tulang rawan. Tulang ini mengandung zat kapur dan zat perekat. Diantara contoh tulang rawan yaitu ujung tulang rusuk, hidung, telinga, trakea, laring, bronkus, dan di antara ruas-ruas tulang belakang.

2. Tulang Keras
Seperti namanya, tulang keras mempunyai tekstur yang lebih padat dan bersifat keras daripada tulang rawan. Jenis tulang ini disusun oleh osteoblas (sel pembentuk tulang). Terdapat banyak zat kapur diantara sel tulang keras dengan sedikit zat perekat. itulah yang membuat jenis tulang ini menjadi keras. Di dalam tulang keras kita bisa menjumpai saluran havers. di dalam saluran havers ini terdapat pembuluh-pembuluh darah. Diantara contoh tulang keras yaitu :  tulang kering, tulang lengan, dan tulang selangka.


Bentuk Tulang

Tulang dibedakan menjadi 3 macam bila didasarkan kepada bentuknya, yakni sebagai berikut :

1.Tulang Pipa
Bentuk tulang ini panjang dan bulat dengan rongga di tengahnya seperti pipa. contoh tulang pipayaitu tulang jari tangan, tulang paha, dan tulang lengan atas.

2. Tulang Pipih
Bentuk tulang ini gepeng atau pipih. contohnya yaitu tulang dada, tulang belikat,dan tulang rusuk.

3. Tulang Pendek
Tulang yang berbentuk bulat dan pendek. contohnya yaitu: ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki, dan tulang pergelangan tangan. Tulang pipih memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya proses pembentukan sel darah merah dan putih.

Kelainan pada Tulang

Berikut ini adalah beberapa contoh kelainan pada tulang :

1. Skoliosis
Skoliosis adalah kelainan pada tulang punggung yang mengakibatkan posisinya menjadi membengkok ke samping kanan atau kiri. hal ini dapat terjadi karena terlau sering mengangkat beban pada salah satu bahu atau lengan. atau juga dapat disebabkan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang miring sehingga beban tubuh bertumpu pada salah satu lengan.

2. Kifosis
Kifosis adalah suatu kelainan tulang punggung terlalu membengkok kearah belakang, kelainan ini biasanya dikarenakan oleh kebiasaan duduk dengan posisi yang terlalu membungkuk atau sering memanggul beban yang berat dengan menggunakan punggung.

3. Lordosis
Kebalikan dari kifosis yakni kelainan tulang punggung yang terlalu membengkok ke depan, posisi duduk dengan membusungkan dada dapat menjadi penyebab dari kelainan ini.

4. Polio
kelainan ini dikarenakan oleh adanya infaksi virus polio, penderitanya akan mengalami kondisi tulang yang kian lama kian mengecil sehingga berujung pada kelumpuhan.

5. Rakhitis
Kelainan yang terjadi akibat kekurangan asupan vitamin D, sehingga tulang kakinya berbentuk menyerupai huruf X atau O.

6. Persendian
Seperti kalian ketahui, ada banyak sekali tulang yang menyusun rangka pada tubuh manusia. masing-masing tulang tersebut tentu saling berhubungan. setidaknya ada 200 tulang yang posisinya saling berhubungan di dalam tubuh manusia. Hubungan yang terdapat diantara 2 tulang itulah yang disebut dengan sendi ataupun artikulasi. Di dalam sistem gerak pada manusia, persendian mmpunyai fungsi serta peranan yang amat penting di dalam proses terjadinya aktivitas ataupun gerakan.


Macam-macam Sendi

Berdasarkan kepada sifat pergerakannya, sendi dibedakan kedalam 3 macam, yakni sebagai berikut :

1. Sendi Mati (Sinartrosis)
Sendi yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak mungkin terjadi pergerakan pada sendi tersebut. Contoh dari sendi mati ialah sendi-sendi yang menghubungkan antar tulang pada bagian tengkorak.

2. Sendi Kaku (Amfiartrosis)
Sendi yang bisa digerakkan namun terbatas. contohnya adalah sendi pada ruas tulang belakang, sendi pada pergelangan tangan, serta sendi pada tulang dada.

3. Sendi Gerak (Diartrosis)
Sendi yang bisa digerakkan secara bebas.

4. Sendi engsel
Seperti engsel pada pintu, sendi ini memungkinkan pergerakan tulang pada satu arah. contoh sendi engsel yaitu sendi pada lutut dan siku.

5. Sendi Pelana
Pada sendi pelana, salah satu tulang bisa digerakkan menuju dua arah. contohnya yaitu sendi yang menghubungkan ruas jari dengan telapak tangan.

6. Sendi Geser
Sendi ini memungkinkan terjadinya gerakan pergeseran pada tulang. contohnya yaitu sendi-sendi pada ruas tulang belakang.

7. Sendi Putar
Pada jenis sendi ini, salah satu tulang dapat bergerak karena mempunyai poros pada tulang yang lain. yaitu sendi yang menghubungkan tulang hasta dan tulang pengumpil.

8. Sendi Peluru
Pada sendi ini salah satu tulang berbentuk bonggol sehingga tulang itu dapat bergerak ke segala arah. contohnya yaitu sendi yang menghubungkan tulang lengan dengan tulang gelang bahu serta tulang paha dan tulang gelang panggul.


Jenis-jenis Otot

Otot adalah jaringan yang terdapat di dalam tubuh manusia yang fungsinya yaitu sebagai alat gerak aktif untuk membantu tulang supaya dapat bergerak. Tanpa adanya otot, tubuh manusia tidak akan dapat bergerak karena ototlah yang dapat membuat tulang bergerak.

berdasarkan jenisnya, otot dibedakan menjadi 3, yakni :

1. Otot Polos
adalah jaringan yang terbentuk oleh sel-sel otot yang bentuknya seperti gelondong dimana dibagian ujungnya cenderung meruncing.

2. Otot Jantung
otot jantung adalah Otot yang terletak pada dinding jantung.

3. Otot Lurik
biasa disebut juga sebagai otot rangka karena otot ini biasanya melekat pada rangka. disebut lurik karena jika dilihat dengan memakai mikroskop akan tampak terlihat garis gelap terang pada serabut otot ini.


Gerak dan Kerja Otot

Otot bergerak secara kontraksi dan relaksasi. Ketika otot berkontraksi maka ukurannya akan memendek menjadi keras dan akan membentuk sebuah gelembung pada bagian tengah. dengan adanya kontraksi pada otot maka tulang akan tertarik. untuk mengembalikan tulang tersebut pada posisi awal maka dibutuhkan relaksasi. artinya harus ada otot lain yang berkontraksi supaya dapat menarik tulang itu kembali ke posisi awal. jadi untuk dapat menggerakan tulang setidaknya dibutuhkan kerjasama dari dua macam otot dengan cara kerja yang berbeda.

Dengan berdasarkan kepada cara kerjanya, maka otot bisa dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut :

1. Gerak Sinergis
Gerak sinergis adalah gerak selaras dari dua otot atau lebih. Pada gerak sinergis, otot-otot tersebut akan berkontraksi dan berelaksasi secara bersamaan. contohnya adalah gerakan pada otot punggung dan leher.

2. Gerak Antagonis
Gerak berlawanan antara dua atau lebih otot untuk menggerakan pada suatu bagian tubuh. contohnya adalah ketika lengan bawah terangkat maka otot bisep akan berelaksasi sementara otot trisep melakukan relaksasi.


Kelainan pada Otot

Berikut adalah beberapa cntoh kelainan yang dapat terjadi pada otot manusia yaitu sebagai berikut :

1. Tetanus
Kelainan pada otot yang dikarenakan oleh infeksi bakteri sehingga kondisi otot terus menegang.

2. Atrofi
Kondisi otot yang mengecil biasanya beriringan dengan adanya infeksi virus polio, karena tidak digerakkan maka otot akan menyusut dan mengecil.

3. Kram
Kejang otot dikarenakan kegiatan otot berlebih. biasanya terjadi pada atlit olahraga.

4. Terkilir
Kelainan otot karena terjadinya kesalahan pada gerak otot sinergis yang bekerja justru berlawanan arah.

Itulah ulasan tentang Sistem Gerak Manusia : Pengertian, Komponen, Dan Fungsinya Secara Lengkap Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini :