Pengertian Wakaf Menurut Islam Serta Para Ulama

Posted on

Pengertian Wakaf

Pengertian Wakaf Menurut Islam Serta Para Ulama– Wakaf adalah perbuatan hukum wakif (orang Wakaf) untuk memisahkan dan / atau menyerahkan sebagian hartanya baik secara permanen atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya untuk tujuan keagamaan dan / atau kesejahteraan umum sesuai syariah.

Unsur-Unsur Wakaf

Dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Wakaf ada enam unsur, yaitu Wakif (menyumbangkan kekayaan), Nazhir (manajer properti wakaf), properti wakaf, peruntukan, hibah abadi dan kontrak.

wakif atau pihak dapat menyumbangkan dari perseorangan, perusahaan, atau organisasi. Jika seorang, hal itu mungkin tidak Muslim karena disyariatkannya tujuan wakaf adalah untuk memajukan kesejahteraan umum dan non-Muslim tidak dilarang berbuat baik. Istilah untuk wakif adalah pubertas dan pemahaman.

Objek Wakaf

Objek wakaf yang dapat diwakafkan adalah benda bergerak atau tidak bergerak yang dimiliki secaratidak dapat bergerak dalam bentuk tanah, hak milik atas rumah, atau hak milik atas rumah susun. Benda amal objek bergerak dapat uang.

Terminologi Wakaf berasal dari kata Arab tidak “waqafa” berniat untuk berhenti, menengah dan memegang. Dalam kasus istilah, wakaf telah memberikan beberapa definisi seperti:

loading...
Wakaf dalam Islam
Wakaf dalam Islam
  1. Syed Sabiq (Fiqh al-Sunnah) – Wakaf adalah menahan harta dan memberikan manfaat di jalan Allah.
  2. Sahiban Abu Hanifah; Abu Yusuf dan Muhammad bin Hassan – Wakaf adalah menahan ‘mawquf ain (benda) sebagai milik Tuhan atau hukum-hukum Allah dan manfaat mensedekahkan menuju kebajikan dari awal sampai akhir.
  3. Dr Mohammad Al-Ahmad Abu Al-Nur, mantan Menteri Wakaf Mesir – Wakaf adalah properti atau Hartanah ditahan oleh pemilik banyak tentang dapat mencegah penggunaannya oleh dijual atau dibeli atau diberikan sebagai hadiah pada negara belanja faedahnya atau keuntungan atau hasil mahsulnya dengan yang ditentukan oleh pewakaf.

Definisi di atas telah menunjukkan praktik berdiri wakaf seperti yang direkomendasikan oleh partai Islam sebagaimana firman Allah:

“ Bandingan (pahala) orang yang membelanjakan harta mereka pada jalan Allah seperti sebiji benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada tiap-tiap tangkai itu pula terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi setiap yang Dia kehendaki dan Allah Mahaluas (Kurniaannya) lagi Maha Mengetahui. ”

Daripada Abu Hurairah RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:

“ Apabila mati anak Adam, terputus amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariah (wakaf), ilmu yang bermanfaat dan anak soleh yang mendoakan kepadanya. ”

Istilah ini berhubungan dengan infaq wakaf, zakat dan sedekah. Ia termasuk dalam infaq definisi yang disebut oleh Allah sebanyak 60 kali dalam Alquran. Ketiga itu berarti memindahkan partai umat Islam untuk mereka yang membutuhkan.

Namun, dibandingkan zakat wajib atas kaum muslimin yang memenuhi persyaratan tertentu dan sedeqah sunat adalah umum bagi umat Islam; wakaf lebih tambahan (pelengkap) untuk kedua kasus. Selain itu, apa yang disumbangkan melalui zakat adalah tidak kekal mana sumbangan akan digunakan dalam bentuk hangus, sedangkan produktif wakaf properti dalam hal abadi dan dapat dilaburkan dalam berbagai bentuk untuk mengambil keuntungan dari kali sebelumnya.

Syarat Wakaf

Syarat wakaf menjadi kebutuhan utama bagi keabsahan kontrak dapat wakaf adalah pemilik wakif matang, masuk akal, tidak mampu membuat tindakan hukum, dan penuh dan berlaku dari properti diwakafkan.

Wakaf Akad diadopsi harus disaksikan oleh dua orang saksi dan pejabat akta wakaf. Kontrak Wakaf diselenggarakan oleh janji wakif berjanji untuk menyerahkan properti milik secara hukum untuk dikelola oleh nadzir (orang-orang yang menjaga properti wakaf) demi ibadah dan kesejahteraan masyarakat.

Macam macam Wakaf

Ulama fikih seperti yang dinyatakan oleh Abdul Aziz Dahlan dalam Encyclopedia of Hukum Islam (2006: 1906) endowment dibagi ke dua bentuk:

  1. Wakaf khairi. Wakaf sejak awalnya ditujukan untuk kepentingan atau kepentingan umum, bahkan dalam jangka waktu tertentu, seperti menyumbangkan tanah untuk membangun masjid, sekolah, dan rumah sakit.
  2. Ahli wakaf atau zurri. Wakaf sejak ditakdirkan untuk individu tertentu atau khusus atau bahkan akhirnya untuk kepentingan kepentingan publik, seolah-olah itu adalah penerima wakaf amal telah meninggal, harus diwarisi oleh ahli waris yang menerima wakaf.

Keistimewaan

Properti wakaf dalam pengembangan pemangkin ekonomi dioperasikan sebagai Muslim karena memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

  1. Wakaf keunikan konsep pemisahan antara kepemilikan dan menggunakan berhasil. Pewakafan menyebabkan properti listrik akan kehilangan kepemilikan hartanya dari harta karun itu. Wakaf pada prinsipnya adalah kontrak pewakaf Berkelanjutan dan seharusnya tidak lagi memiliki properti apapun Namun meskipun, kecuali penjaga sebagai properti wakaf. Dalam majazinya adalah milik wakaf milik Allah.
  2. Wakaf adalah amal yang mencari tidak hanya memungkinkan pencarian wakif reward, namun penerima mendapat quest berhasil. Dengan orang-orang yang bergantung wakaf harus menetapkan desain dengan lembaga keuangan yang mengesankan untuk jangka panjang. Selain itu, para pihak tidak perlu khawatir pewakaf mungkin berlaku sabotaj seperti mengubah status wakaf tanah oleh pemerintah karena kaedah fiqh menyatakan: “. Syarat pewakaf seperti nas Syara .'” Dikutip dari: https://id.wikipedia.org/wiki/Wakaf
  3. Penggunaan properti wakaf adalah untuk kebajikan dan kasus yang diperlukan oleh Syara ‘. Dengan tidak diperlukan untuk menentukan kelas penerima hibah yang memadai dan berkata: “Saya wakafkan harta ini karena Allah.” Karakteristik ini memungkinkan pengembangan properti wakaf untuk berbagai bentuk selagimana modern yang ia terus wakaf objektif.

Demikian Penjelasan Tentang Pengertian Wakaf Menurut Islam Serta Para Ulama Semoga Bermanfaat Untuk Semua Pembaca GuruPendidikan.Com 😀


No ratings yet.

Please rate this