Pengertian Senyawa Polifenol pada Tanaman

Posted on

Pengertian Senyawa Polifenol pada Tanaman

Senyawa Polifenol pada Tanaman

Pengertian Senyawa Polifenol pada Tanaman – Istilah dari senyawa fenol meliputi ialah aneka ragam senyawa yang berasal dari tumbuhan, yang mempunyai ciri sama ialah cincin aromatik yang mengandung satu maupun dua penyulih hidroksil. Senyawa fenol ini cenderung mudah larut didalam air sebab umumnya berikatan dengan gula ialah sebagai glikosida dan juga biasanya terdapat dalam vakuola sel.

Pengertian  Senyawa Polifenol
Pengertian Senyawa Polifenol

Struktur catechol (golongan polifenol)

Fenolat tersebut memiliki berbagai aktivitas, misalnya ialah antibakteri, antijamur, antioksidan, sedatif, dan lain sebagainya. Sementara itu bagi tanaman, fenolat tersebut berperan ialah sebagai bahan pembangun dinding sel, juga sebagai pigmen bunga (antosianin), dan sebagainya. Tetapi , kemampuannya ialah dapat membentuk kompleks dengan protein melalui suatu ikatan tunggal dapat mengganggu didalam penelitian. Selain hal itu , fenol tersebut sangat peka terhadap oksidasi enzim dan juga mungkin hilang pada proses isolasi yang diakibatkan kerja enzim fenolase yang terdapat dalam tumbuhan.

Metode standar yang digunakan didalam suatu penentuan kandungan polifenol maupun fenolat ialah Folin Ciocalteu dengan asam galat yang sebagai senyawa standarnya.
Flavonoid

Beberapa ribu dari senyawa fenol alam tersebut telah diketahui strukturnya. Flavonoid ialah golongan terbesar. Flavonoid tersebut mengandung sistem aromatik yang dapat terkonjugasi sehingga dapat menunjukkan pita serapan yang kuat pada suatu daerah spektrum UV dan spektrum tampak. pada umumnya , flavonoid didalam tumbuhan terikat pada gula ialah sebagai glikosida dan juga aglikon flavonoid.

Struktur flavonoid dan penomorannya

Flavonoid tersebut terdistribusi luas diberbagai tanaman dengan aktivitasnya yang sangat beragam dan juga seringkali mendukung suatu aktivitas senyawa utama ataupun sinergisme. Golongan senyawa tersebut memiliki struktur yang hampir seragam yang dapat memudahkan dalam penetapannya.

Identifikasi awal terhadap golongan flavonoid tersebut dengan menggunakan analisis sitroborat, yaitu mencampur sampel tersebut dengan asam formiat dan juga borat dengan eter setelah itu dikeringkan didalam lemari asam (fumwehood). kemudian setelah kering, dilihatlah fluoresensi pada bawah UV.
Jika Fluoresensi kuning itu menandakan bahwa positif keberadaan flavonoid.

Tannin

Tannin ialah salah satu contoh dari senyawa polifenol. Tannin tersebut terdapat luas didalam tumbuhan berpembuluh dan juga terdapat khsus dalam jaringan kayu pada suatu angiospermae.
Secara kimia terdapat dua jenis tannin, ialah :
1.tannin-terkondensasi atau flavolan
2.tannin terhidrolisiskan.

Struktur Proanthocyanidin (golongan tannin)

Tannin-terkondensasi tersebut terdapat didalam jenis paku-pakuan, gymnospermae, dan juga angiospermae. Sedangkan tannin ini terhidrolisiskan penyebarannya terbatas dalam tumbuhan berkeping dua . Tannin tersebut seringkali dilaporkan ialah sebagai mikromolekul yang mengganggu bioassay dan juga sering berikatan tidak spesifik pada berbagai protein yang termasuk beragai jenis reseptor sehingga dapat menjadi sukar larut air. Tetapi , beberapa aktivitas cukup penting juga yang dilaporkan pada tannin, ialah dapat menghambat, dapat menghentikan pedarahan dan juga dapat mengobatai luka bakar.

Tannin tersebut mampu untuk membuat lapisan pelindung luka dan juga ginjal. Kemampuan mengikat ion besi dengan dapat menghasilkan warna larutan biru kehitaman ataupun hijau kehitaman ialahh menjadi dasar analisis kualitatif tannin terhidrolisis maupun tannin galat. Tannin tersebut dapat pula dideteksi dengan cara menggunakan sinar UV pendek yang berupa bercak lembayung yang bereaksi positif pada setiap pereaksi fenol baku.

Demikian Penjelasan tentang Pengertian Senyawa Polifenol pada Tanaman Semoga Dapat Bermanfaat Bagi Para Pembaca Gurupendidikan.com 🙂