Kalimat : Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap No ratings yet.

Posted on

Kalimat : Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap – Tahukah anda apa yang dimaksud dengan kalimat ??? Jika anda belum mengetahuinya anda tepat sekali mengunjungi gurupendidikan.com. Karena disini akan mengulas tentang pengertian kalimat, ciri-ciri kalimat, unsur-unsur kalimat, struktur kalimat, dan jenis-jenis kalimat beserta contohnya secara lengkap. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut ini.

kalimat

Pengertian Kalimat

Kridalaksana berpendapat bahwa kalimat merupakan satuan gagasan yang relatif berdiri sendiri, memiliki ciri utama berupa intonasi final dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa. Keraf memberi definisi kalimat sebagai satu bagian ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan, sedangkan intonasinya menunjukkan bahwa bagian ujaran itu sudah lengkap. Menurut Alwi kalimat merupakan satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan yang mengungkapkan pikiran yang utuh.

Dari pengertian-pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil dalam wujud lisan maupun tulisan yang terangkai untuk mengungkapkan suatu pemikiran yang utuh seperti gagasan, perasaan maupun pemikiran. Dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kalipat dan diakhiri dengan titik (.), tanda tanya (?) maupun tanda seru (!). Kalimat umumnya berupa kelompok kata yang sekurang-kurangnya mempunyai unsur subjek (S) dan predikat (S). Dalam wujud lisan kalimat diawali kesenyapan, diiringi alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi finaldan diiringi dengan kesenyapan akhir. Kesenyapan digambarkan sebagai ruang kosong saat memulai maupun mengakhiri kalimat.


Ciri-Ciri Kalimat

  • Sebagai satuan bahasa atau satuan gramatikal;
  • Terdiri atas satu kata atau lebih (tidak terbatas)/terdiri atas klausa;
  • Secara relatif dapat berdiri sendiri;
  • Mempunyai atau mengandung pikiran yang lengkap;
  • Memiliki pola intonasi akhir;
  • Dalam konvensi tulis, ditandai oleh awal huruf capital dan diakhiri tanda baca (tanda titik untuk kalimat deklaratif, tanda tanya untuk kalimat interogatif, dan tanda seru untuk kalimat interjektif).

Unsur-Unsur Kalimat

Unsur unsur pembentuk kalimat terdiri dari satuan kata dan ada pula yang berupa kelompok kata. Kelompok kata bisa berupa frase atau klausa. Klausa merupakan kelompok kata yang tidak melebihi fungsi kalimat dan masih mempertahankan makna aslinya seperti bayi besar.
Berikut jenis dari unsur-unsur kalimat :

1. Subjek (S)
Subjek adalah hal yang penting dalam sebuah kalimat sebagai unsur pokok yang mendampingi predikat. Fungsinya untuk menandai apa yang dinyatakan. Dengan adanya gambaran subjek, kalimat yang dihasilkan bisa terpelihara strukturnya. Misalnya : Saya, Lida, Rumah dan lain sebagainya.

2. Predikat (P)
Predikat secara khusus menjelaskan atau menggambarkan sebuah keterangan subjek. Fungsi predikat bisa dicari dengan menanyakan mengapa. Predikat bisa berupa sifat, situasi, status, ciri atau jati diri subjek.

loading...

3. Objek (O)
Objek menunjuk kepada tujuan kalimat atau kepada apa kalimat itu ditujukan. Objek hanya mempunyai tempat dibelakang predikat. Atau lebih jelasnya untuk melengkapi fungsi predikat. Fungsi objek bisa berubah menjadi subjek akibat pemasifan kalimat.

4. Pelengkap (Pel)
Pelengkap mempunyai fungsi untuk melengkapi predikat. Sama halnya dengan objek, tetapi fungsi yang satu ini tidak mempunyai fungsi khusus pada saat pemasifan kalimat.

5. Keterangan (K)
Keterangan dipakai sebagi unsur peluasan kalimat yang menjelaskan lebih terperinci apa yang dimaksud oleh kalimat. Keterangan bisa ditandai dengan kemampuannya untuk berpindah-pindah tempat. Keterangan mempunyai beberapa jenis seperti keterangan waktu, keterangan cara, keterangan penyebab, keterangan tujuan, keterangan aposisi (penjelasan kata benda), keterangan tambahan, keterangan pewatas (pembatas kata benda), keterangan penyerta, keterangan alat, keterangan similatif (kesetaraan), keterangan kesalingan (perbuatan silih berganti) dan lainnya


Struktur Kalimat

Semua kalimat yang kita pakai berasal dari beberapa struktur ataupun pola kalimat dasar saja. Sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing, kalimat dasar tersebut bisa dikembangkan berdasarkan kaidah yang berlaku. Pola dasar kalimat bahasa Indonesia yaitu sebagai berikut :

1. Kalimat dasar berpola S P
Kalimat dasar semacam ini hanya mempunyai unsur subjek dan predikat. Predikatnya bisa berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, ataupun kata bilangan.

Contohnya :
Mobil itu besar.
S          P

2. Kalimat dasar berpola S P O
Pola kalimat ini sering kali dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Unsurnya ada subjek predikat dan objek.

Contohnya :

Ari mengemudikan mobil.
S                   P                   O

3. Kalimat dasar berpola S P Pel

Contohnya :

Keluarganya pergi liburan.
S                 P       Pel

4. Kalimat dasar berpola S P O Pel

Contoh :

Supir bus mengemudikan busnya sembarangan.
S                    P                            O                   Pel

5. Kalimat dasar berpola S P K

Contoh :

Andi menjahit tadi pagi.
S                P                  K

6. Kalimat dasar berpola S P O K

Contoh :

Indah  merapikan kamarnya seminggu lalu.
S                  P                     O                       K


Jenis-Jenis Kalimat

Kalimat yang kita pakai sehari-hari maupun untuk kepentingan umum mempunyai macam yang perlu kita ketahui sebagai penempatan yang baik dan benar. Berikut macam-macam kalimatnya :

1. Berdasarkan Isi atau informasi
a. Kalimat Berita
Kalimat berita adalah  kalimat yang dipakai untuk menginformasikan sesuatu. Biasanya diakhiri dengan tanda titik (.)

contohnya : Anjing liar menyerang warga dengan ganasnya.

b. Kalimat Tanya
Kalimat tanya mengharapkan jawaban sebagi respon atau reaksi pemberitahuan informasi yang diharapkan, biasanya diakhiri dengan tanda tanya (?). kata tanya yang dipakai bagaimana, mengapa, apa kapan, dimana dsb.

Contoh kalimat tanya : Dimana alat rumah andi ?

c. Kalimat Perintah
Kalimat yang bertujuan untuk mengintruksikan seseorang untuk melakukan sesuatu. Kalimat perintah biasanya diakhiri dengan tanda seru. Tapi, bila dikatakan langsung atau lisan biasanya ditandai dengan intonasi tinggi.

Contoh : Ambilkan uang di ayah !

d. Kalimat Ajakan
Kalimat ajakan adalah kalimat yang memancing minat lawan bicara. Kata yang sering dipakai yaitu  Ayo, Mari dsb. Biasanya ada pada iklan. Contoh kalimat ajakan : Ayo, bersih-bersih!

e. Kalimat Pengandaian
Kalimat pengandaian menggambarkan keinginan atau tujuan dari penulis atau pembicara yang belum atau tidak kesampaian.

Contoh : Andai aku pemain sepak bola.

2. Berdasarkan diathesis kalimat
a. Kalimat Aktif
Kalimat yang subjeknya langsung melakukan pekerjaan terhadap objeknya. Kata kerja kalimat aktif umumnya ditandai oleh awalan me-. Tapi tidak sedikit kalimat aktif yang predikatnya tidak disertai imbuhan tersebut misal, makan dan minum..

Contohnya : Ani menggunakan kaleng untuk menciptakan bunyi.

b. Kalimat Pasif
Kalimat pasif kata kerjanya cenderung memakai di- atau ter-.

Contohnya : Bangunan itu dikerjakan dengan baik oleh para teknisi ternama.

3. Berdasarkan urutan kata
a. Kalimat Normal
Kalimat yang subjeknya mendahului predikatnya. Kalimat berpola dasar

b. Kalimat Inverse
Kalimat ini jenis ini adalah kebalikan dari kalimat normal. Dimana predikatnya mendahului objek.

c. Kalimat Minor
Kalimat yang mempunyai satu inti fungsi gramatikalnya. Bentuk kalimat minor seperti kalimat tambahan, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan maupun judul.

d. Kalimat Mayor
Kalimat mayor hanya mempunyai subjek dan predikat. Objek, pelengkap dan keterangan boleh ditambahkan sesuka hati. Sama seperti pola dasar pertama.

4. Berdasarkan struktur gramatikalnya
a. Kalimat Tunggal
Kalimat tunggal hanya mempunyai Subjek dan Predikat. Bila dilihat dari unsur penyusunnya, kalimat yang panjang dalam bahasa indonesia bisa dikembalikan ke bentuk dasar yang sederhana.

Contoh kalimat tunggal :

Bapak-bapak bersalaman
S                         P
Pola contoh kalimat diatas hanya mempunyai subjek dan predikat sehingga termasuk kedalam kalimat tunggal.

b. Kalimat Majemuk
Orang-orang sering kali menggabungkan beberapa pertanyaan ke dalam satu kalimat untuk memudahkan dalam berkomunikasi. Hasilnya, lahirlah penggabungan struktur kalimat yang didalamnya terdapat beberapa kalimat dasar. Penggabungan inilah yang dinamakan kalimat majemuk. Kalimat majemuk ini masih terbagi lagi dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :

  • Kalimat Majemuk Setara
    Struktur kalimat ini mempunyai dua kalimat tunggal atau lebih yang bila dipisahkan bisa berdiri sendiri. Kata penghubung kalimat majemuk setara biasanya digunakan kata dan, serta, tanda koma (,), tetapi, lalu, kemudian, atau. Contoh kalimat majemuk setara : Indonesia tergolong negara berkembang tetapi Jepang telah digolongkan negara maju.
  • Kalimat Majemuk Bertingkat
    Kalimat majemuk bertingkat mempunyai dua kalimat yang satunya bisa berdiri sendiri (induk kalimat) atau bebas sedangkan yang satunya lagi tidak(anak kalimat). Kata penghubung yang dipakai dalam kalimat majemuk ini yaitu ketika, sejak, karena, oleh sebab itu, hingga, sehingga, maka, jika, asalkan, apabila, meskipun, walaupun, andai kata, seandainya, agar supaya, seperti, kecuali, dengan. Contoh kalimat majemuk bertingkat : Ilmuan masih saja mencari asal usul bulan
    (induk kalimat) meskipun hingga sekarang masih belum ada kepastian yang jelas (anak kalimat).
  • Kalimat Majemuk Campuran
    Kalimat majemuk campuran adalah dua jenis kalimat majemuk (setara dan bertingkat) yang digabungkan.
    Karena hujan turun dengan derasnya, kami tidak dapat pulang dan menunggu di sekolah.

5. Berdasarkan unsur kalimat
a. Kalimat Lengkap
Kalimat lengkap mengikuti pola dasar dari kalimat baik yang sudah dikembangkan maupun tidak. Penggunaan unsur-unsurnya jelas. Sehingga mudah dipahami. Contoh : Warna merah melambangkan keberanian

b. Kalimat tidak Lengkap
Kalimat yang satu ini tidak sempurna karena hanya memiliki salah satu dari unsurnya saja. Kalimat ini biasanya berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, setuan, larangan, sapan dsb. Contoh : Kapan pulang?

6. Berdasarkan Pengucapan
a. Kalimat Langsung
Kalimat yang secara detai meniru sesuatu yang diujarkan oranglain. Tanda baca kutip tidak luput dalam jenis kalimat langsung. Kutipan dalam kalimat langsung berupa kalimat tanya, kalimat berita ataupun kalimat perintah.

Contohnya : “Letakkan senjatamu!” bentak pak polisi.

b. Kalimat Tak Langsung
Kalimat yang melaporkan kembali kalimat yang diujarkan orang lain. Kutipan dalam kalimatnya senmuany berbentuk berita.

Contohnya : Bapak Budi berkata padaku bahwa lebih baik membaca daripada main-main.

Itulah ulasan tentang Kalimat : Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, Dan Jenis Beserta Contohnya Secara Lengkap Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca. Sekian dan terimakasih.

Baca juga refrensi artikel terkait lainnya disini :

Please rate this