Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Beserta Penjelasannya

Posted on

GuruPendidikan.Com – Dalam laporan keuangan disusun dan disajikan sekurang-kurangnya setahun sekali. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai informasi keuangan. Di dalam penyusunan laporang keuangan di akhir periode akuntansi digunakan anggapan dasar atau asumsi dasar supaya laporan keuangan yang dibuat sesuai dengan keadaan atau situasi yang sebenarnya.

Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Asumsi Dasa Yang Digunakan Penyusun Laporan Keuangan

Asumsi dasar yang digunakan di dalam penyusunan laporan keuangan di antaranya sebagai berikut :

Asas Accrual Basic ( Dasar Akrual )

  • Dalam berdasarkan asas ini perusahaan harus menyusun sebuah laporan keuangan atas dasar akrual kecuali arus kas. Menurut dasar ini aktiva, kewajiban, ekuiti ( modal ), penghasilan dan beban diakui pada saat kejadian. Dalam penyusunan laporan keuangan bukan didasarkan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar dan dicatat serta disajikan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya.

Asas Cash Basic ( Dasar Tunai )

  • Dasar tunai memiliki maksud bahwa pendapatan dan biaya diakui pada saat penerimaan atau pengeluaran uang kas. Penggunaan dasar ini biasanya dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang menjual barang secara angsuran artinya pengakuan terhadap perubahan kekayaan didasarkan pada mutasi kas.

Asas Kesatuan Usaha ( Konsep Entitas )

  • Konsep entitas atau kesatuan usaha memiliki pengertian bahwa laporan keuangan digunakan baik, oleh suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri maupun terpisah dari organisasi lain atau individu lain.

Asas Going Concern ( Kelangsungan Usaha )

  • Konsep kesinambungan memiliki maksud bahwa laporan keuangan dibuat oleh suatu unit ekonomi yang diasumsikan akan terus-menerus melanjutkan usahanya dan tidak akan dibubarkan. Oleh karenanya penyajian aktiva dalam laporan keuangan harus berdasarkan harga historis atau harga perolehannya.

Asas Pembandingan Pengeluaran Beban Dengan Penghasilan ( Matching Concept )

  • Dalam laporan keuangan pengeluaran beban yang diakui dalam laporan laba rugi berlandaskan atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dengan pos penghasilan tertentu yang diperoleh. Proses yang biasanya disebut pengkaitan biaya dengan penghasilan ( matching concept ) melibatkan secara bersamaan atau gabungan antara penghasilan dan beban. Sehingga suatu laporan keuangan yang sajikan harus mempertemukan secara layak antara biaya-biaya yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diperoleh dalam satu periode akuntansi yang sama.

Asas Harga Perolehan ( Cost )

  • Asas ini mentapkan bahwa harta atau jasa yang dibeli atau diperoleh harus dicatat atas dasar biaya yang sesungguhnya. Meskipun pembeli mengetahui bahwa harga mungkin masih bisa ditawar tetapi barang atau jasa yang dibeli akan dicatat berdasarkan harga yang disepakati dalam transaksi tersebut. Cotohnya terjadi apabila suatu perusahaan membeli aktiva tetap ( mesin ) seharga Rp 80.000.000,00 biaya angkut Rp 4.000.000,00 serta biaya pemasangan dan percobaan Rp 3.000.000,00. Dengan demikia mesin tersebut memiliki harga perolehan ( cost ) sebesar Rp 87.000.000,00.

Demikianlah pembahasan mengenai Asumsi Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Beserta Penjelasannya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda semua, terima kasih banyak atas kunjungannya.

loading...