22 Nama Kerajaan Di Indonesia, Sejarah Beserta Rajanya Lengkap

Posted on

gurupendidikan.com – Sebelum menjadi Negara Republik seperti sekarang, Indonesia yang saat itu dikenal dengan nama Musantara memiliki banyak sekali kerajaan. Kerajaan kerajaan tersebut saling berdiri sendiri sehingga tak ayal sering terjadi peperangan antar kerajaan tersebut. Hah apa saja kerajaan-kerajaan yang pernah berdiri di Indonesia? Berikut uraian lengkap 22 Nama Kerajaan Di Indonesia, Sejarah Beserta Rajanya Lengkap

kerajaan di indonesia

Mengenal Kerajaan kerajaan di Indonesia beserta Sejarahnya Serta Raja Yang Memerintah

  1. Kerajaaan Kutai

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang didirikan pada tahun 400 Masehi di tepi sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Kutai sendiri sebenarnya merupakan nama yang diberikan oleh para ahli yang diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menunjukkan eksistensi keberadaan kerajaan tersebut. Hal itu karena tidak ada prasasti yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini dan memang informasi yang diperoleh juga sangat terbatas.

Dari prasasti yang ditemukan hanya menyebutkan tentang upacara pengorbanan yang berasal dari abad ke 4 M. Selain prasasti, juga terdapat 7 buah yupa yang menjadi sumber utama bagi para ahli dalam menginterpretasikan sejarah kerajaan Kutai. Yupa merupakan tugu batu yang memiliki fungsi sebagai tugu peringatan yang dibuat oleh para brahman atas kedermawanan Raja Mulawarman yang telah mendermakan sebanyak 20000 sapi kepada kaum brahmana. Dalam agama Hindu sapi merupakan hewan yang disucikan dan tidak boleh disembelih seperti kurbannya umat Islam .

Kerajaan Kutai berakhir pada masa pemerintahan Maharaja Dharma Setia yang tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke 13 Aji Pangeran Anum Panji Mendapa. Yang peru diingat, kerajaan Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan kerajaan Kutai Kartanegara yang saat itu beribukota di Kutai Lima (Tanjung Kite).

Baca Juga: Kerajaan Kutai : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Kehidupan Politiknya Secara Lengkap

2. Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan Hindu di Jawa Barat yang didirikan pada tahun 450 M. Nama Tarumanegara berasal dari kata “taruma” yang merupakan nama sebuah sungai yang membelah Jawa Barat yaitu sungai Citarum dan “negara” yang berarti kerajaan atau negara.

Ditemukannya komplek percandian yang luas yaitu percandian batujaya dan percandian cibuaya pada muara citarum diduga merupakan peradaban peninggalan kerajaan Tarumanegara. Kerajaan Tarumanegara dipimpin oleh seorang raja yang bernama Pernawarman.

3. Kerajaan Kalingga

Kalingga, Kaling atau Ho-ling (dalam sebutan Tiongkok) merupakan sebuah kerajaan bercorak Hindu yang didirikan di Jepara, Jawa Tengah pada tahun 674 Masehi atau pada abad ke 6 Masehi. Mengenai letak pasti kerajaan Kalingga, sampai saat ini masih belum jelas. Kemungkinan terletak di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah mengenai kerajaan ini kebanyakan berasal dari sumber catatan Cina, tradisi kisah setempat, serta naskah cerita parahyangan yang disusun pada beberapa abad kemudian tepatnya pada abad ke 16 yang menyinggung secara singkat mengenai ratu Shima dan kaitannya dengan kerajaan Galuh.

Selain itu, sumber catatan Tiongkok hanya menyebut kerajaan Kalingga telah ada pada abad ke 6 Masehi dan diperintah oleh seorang ratu bernama Ratu Shima. Ratu Shima dikenal memiliki peraturan potong tangan bagi yang kedapatan mencuri. Selain Ratu Shima, disebut juga seorang pendeta yang terkenal yang bernama Jhanabhadara

Baca Juga: “Kerajaan Kalingga” Sejarah & ( Masa Kejayaan – Runtuhnya )

4. Kerajaan Sriwijaya

Salah satu kerajaan yang terbesar di Nusantara adalah kerajaan Sriwijaya yang berdiri di Sumatra tepatnya di Sumatera Selatan. Sriwijaya merupakan kemaharajaan bahari yang sangat berpengaruh di Nusantara dengan daerah kekuasaan meliputi Kamboja, Thailand selatan, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa Barat, dan kemungkinan Jawa Tengah.

Sriwijaya dalam bahasa sansekerta berasal dari dua kata sri yang berarti bercahaya dan jaya yang berarti gemilang. Jadi kata Sriwijaya berarti kemenangan yang gilang gemilang.

Mengenai bukti keberadaan kerajaan sriwijaya diketahui dari seorang pendeta tiongkok I Tsing yang hidup pada abad ke 7 Masehi. Dalam tulisannya, pendeta I Tsing menyebut bahwa ia mengunjungi sriwijaya pada tahun 671 dan tinggal disana selama 6 bulan. Selain itu, terdapat pula prasasti tertua yang diketahui berasal dari abad ke 7. Prasasti tertua yang dikenal dengan nama prasasti Kedukan Bukit itu ditemukan di Palembang dan bertarikh 682.

Kerajaan sriwijaya mulai mengalami kemunduran akibat dari berbagai peperangan yang beruntun. Seperti serangan Rajendra Chola 1 dari Koromandel, India dan serangan dari Raja Kertanegara dari Singosari pada tahun 1025. Selanjutnya pada tahun 1183 kekuasaan sriwijaya berada dibawah kendali kerajaan Dharmasraya.

Setelah kerajaan Sriwijaya mengalami kejatuhannya, keberadaannya seakan terlupakan. Dan baru diketahui keberadaannya kembali lewat publikasi tahun 1918 dari sejarawan Perancis George Cœdès dari École française d’Extrême-Orient.

Raja-raja yang pernah memerintah Sriwijaya:

  • Sri Jayanaga
  • Balaputradewa
  • Sri Sangrawijayatunggawarman.

Guru agama Buddha yang terkenal ialah Sakyakirti.

Baca Juga: “Kerajaan Sriwijaya” Sejarah & ( Kejayaan – Keruntuhan – Peninggalan )

5. Kerajaan Melayu

Kerajaan Melayu berdiri hampir bersamaan dengan kerajaan Sriwijaya. Namun pada tahun 692 Kerajaan Melayu dikuasai oleh Kerajaan Sriwijaya.

Raja-raja Kerajaan Melayu:

  • Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa (1183). Sumber: Prasasti Grahi tahun 1183 di selatan Thailand, perintah kepada bupati Grahi yang bernama Mahasenapati Galanai supaya membuat arca Buddha seberat 1 bhara 2 tula dengan nilai emas 10 tamlin. Ibukota: Dharmasraya.
  • Srimat Tribhuwanaraja Mauli Warmadewa. (1286). Prasasti Padang Roco tahun 1286 di Siguntur, pengiriman Arca Amonghapasa sebagai hadiah Raja Singhasari kepada Raja Dharmasraya. Ibukota: Dharmasraya.
    Akarendrawarman. (1300). Sumber: Prasasti Suruaso. Ibukota: dharmasraya atau Suruaso.
  • Srimat Sri Udayadityawarman Pratapaparakrama Rajendra Maulimali Warmadewa. (1347). Sumber: Arca Amoghapasa. Ibukota: Suruaso atau Pagarruyung.
  • Ananggawarman. (1375). Sumber: Prasasti Pagaruyung. Ibukota: Pagaruyung.
6. Kerajaan Mataram Hindu

Kerajaan Mataram Hindu berdiri di Jawa Tengah dengan ibu kota Medang Kamulan.

Raja raja yang memerintah:

  • Sanna
  • Sanjaya yang bergelar Rakai Mataram Ratu Sanjaya
  • Rakai Panangkaran, yang bergelar Syailendra Sri Mahraja Dyah Pancapana Rakai Panangkarana

Pada masa Rakai Panangkaran, Mataram terpecah menjadi dua, Mataram Hindu yang berkuasa di sekitar pegunungan Dieng dan Mataram Budha yang berkuasa di Jawa Tengah Selatan. Mataram kembali bersatu setelah Mataram dipimpin oleh Rakai Pikatan.

Raja-raja yang selanjutnya ialah :

  • Belitung yang bergelar Rakai Watukara
  • Daksa
  • Tulodong
  • Wawa
  • Mpu Sendok.

Baca Juga: Kerajaan Mataram Kuno, Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Kehidupan Politiknya Secara Lengkap

7. Kerajaan Wangsa Isyana

Wangsa Isyana merupakan kerajaan yang didirikan Mpu Sendok setelah ia memindahkan pemerintahan Syailendra ke Jawa Timur pada tahun 929.

Raja-raja yang memerintah :

  • Mpu Sendok, bergelar Maharaja Rake Hino Sri Isyana Wikramadharmotunggadewa
  • Sri Isyanatunggawijaya
  • Makutawangsawardhana
  • Darmawangsa, bergelar Sri Darmawangsa Teguh Anantawikramatunggadewa
  • Airlangga, bergelar Sri Maharaja Rake Halu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga
  • Anantawikramatunggadewa

8. Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri merupakan kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja bernama Sri Samarawijaya. Kerajaan Kediri selalu berebut kekuasaan dengan Jenggala atau Singosari sampai tahun 1520. Selnjutnya kedua kerajaan tidak pernah disebut lagi dalam sejarah. Hingga pada tahun 117 kerjaan Kediri muncul kembali dengan raja-rajanya sebagai berikut:

  • Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Kameswara
  • Jaya baya, bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji  Jayabaya

Pada masa itu, kitab Baharata Yudha di gubah oleh Mpu sedah dan di lanjutkan Mpu Panuluh (Mpu Sedah meninggalkan sebelum kitabnya selesai). Mpu Penuluh juga menulis buku Hariwangsa dan Gatutkacasraya

  • Sri Aryeswara
  • Kameswara, bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawarata

Pada masa itu terdapat 2 pujangga yang sangat terkenal, yaitu:

  • Mpu Tanakung, karyanya Werasancaya dan Lubdaka
  • Mpu Darmaja, karyanya Smaradhahana

Pada tahun 1222 Ken Arok menyerang Kediri sekaligus mengakhiri masa kejayaan Kediri.

Baca Juga: Kerajaan Kediri : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Kehidupan Politiknya Secara Lengkap

9. Kerajaan Bali

A. Raja-raja Wangsa Warmadewa Salah satu wangsa terkenal yang memerintah di Bali ialah Wangsa Warmadewa.

Raja yang terkenal ialah :

  • Tri Candrabhaysingka Warmadewa
  • Udayana, bergelar Dhamodayana Warmadewa.

Udayana, berputra tiga orang yaitu : Airlangga, yang menjadi menantu Raja Dharmawangsa, dan kemudian menjadi raja Kahuripan (kerajaan wangsa Isyana). Marataka, yang menggantikan Udayana (tetapi tidak terkenal). Anak Wungsu, yang menggantikan tahta Marataka tahun 1049.

Dari pemerintahan Anak Wungsu di tinggalkan 28 buah prasasti Singkat, yang antara lain di temukan di goa Gajah, Gunung Kawi (Tampak Siring), Gunung Panulisan, dan Sangit.

B. Raja-Raja Lain di Bali Sesudah pemerintahan wangsa Warmadewa, Pulau Bali di perintah oleh raja-raja lain yang berganti-ganti, dan yang terkenal di antaranya :

  • Jayasakti, mempunyai kitab undang-undang yaitu uttara Widhi Balawan dan Rajawacana (1133 – 1150)
  • Jayapangus, menggunakan kitab undang-undang Manawasasa nadharma (117 – 1181).

Tahun 1284 Kerajaan Bali di taklukan oleh Kertanegara dari Singasari.

Baca Juga: Kerajaan Bali, Sejarah, Raja, Dan Peninggalan Beserta Kehidupan Politiknya Secara Lengkap

10. Kerajaan Singasari

Riwayat dan pemerintahan Ken Arok serta raja-raja Singasari terdapat dalam buku Pararaton dan negara kertagama. Raja-raja yang memerintah ialah :

  • Ken Arok. Ken Arok menjadi raja Singasari setelah membunuh Tumapel Tunggul Ametung dan menaklukkan Kerajaan Kediri tahun 1222 di Ganter. Ken Arok sebagai pendiri dan raja pertama di Singasari yang bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amurwabhumi, kemudian keturunannya terkenal dengan sebutan wangsa Rajasa.
  • Anusapati (anak Tunggul Ametung – Ken Dedes). Anusapati menjadi raja Setelah membunuh Ken Arok (ayah tirinya), dengan menyuruh seorang pengalasan (budak).
  • Tohjaya (anak Ken Arok – Ken Umang). Tohjaya menjadi raja setelah membunuh Anusapati. Tahun 1248 timbul pemberontakan yang dilancarkan oleh: Ranggawuni (anak Anusapati) dan Mahisa Campaka (anak Mahisa Wongaleleng atau cucu Ken Arok dan Ken dedes).
  • Ranggawuni. Bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana 1248 – 1268. Wisnuwardhana memerintah Singasari bersama-sama Mahisa Cempaka sebagai Ratu Anggabaya, yaitu pejabat tinggi yang bertugas menanggulangi bahaya yang mengancam kerajaan, gelarnya Narasinghamurti.
  • Kertanegara. Bergelar Srimaharajadhiraja Sri Kartanegara (1269 – I292), merupakan raja Singasari yang terbesar. Tahun 1275 dikirimnya ekspedisi Pamalayu. Daerah-daerah yang ditaklukkannya antara lain Bali, Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya) dan Gurun (Maluku) serta mengadakan hubungan persahabatan dengan Jaya Singawarman – Raja Campa. Tahun 1292 di taklukan oleh Jayakatwang dari Kediri.

Baca Juga: “Kerajaan Singasari” Sejarah & ( Awal Berdiri – Silsilah – Kejayaan – Keruntuhan )

11. Kerajaan Majapahit

#Kertarajasa, Jayawardhana (1292-1309).

Kerajaan Majapahit didirikan oleh Raden Wijaya (anak Lembu Tal atau cucu Mahisa Campaka) pada tahun 1292 setelah memperdayai bala tentara Kubilai Khan dan Cina yang bermaksud menghukum Raja Jawa yang telah menghina utusannya yaitu Meng Ki pada masa pemerintahan Kertanegara di Singasari. Karena Kertanegara telah dihancurkan oleh Jayakatwag dari Kediri, maka bala tentara Kubilai Khan menghancurkan Kediri. Yang selanjutnya atas siasat Raden Wijaya di bantu oleh Arya Wiraraja, bala tentara Cina dapat dihancurkan oleh Raden Wijaya. Akhirnya Raden wijaya menjadi Raja Majapahit pertama dengan gelar Kertarejasa Jayawardhana. Raden Wijaya memperistri 4 orang putri Kertanegara, yaitu :

  • Tribuana, sebagai permaisuri
  • Gayatri. yang kemudian menurunkan raja-raja Majapahit
  • Narendraduhita
  • Prajnaparamita.

Tahun 1309 Raja Kertarajasa wafat, meninggalkan tiga orang putra:


  • Jayanegara (dari permaisuri)
  • Sri Gitarya (dari Gayatri) kemudian menjadi Bhre Kahuripan
  • Dyah Wiyat (dari Gayatri) kemudian menjadi Bhre Daha.

#Sri Jayanegara (1309 – 1329).

Jayanegara menggantikan ayahandanya dengan gelar Sri Jayanegara. Pada masa pemerintahannya timbul pemberontakan, yaitu :

  • Pemberontakan Ranggalawe dari Tuban
  • Pemberontakan Sora, pada tahun 1311
  • Pemberontakan Nambi, pada tahun 1316
  • Pemberontakan Kuti, pada tahun 1319. lbukota Majapahit berhasil diduduki dan raja Jayanegara mengungsi ke desa Bedander dikawal oleh 15 orang pengawal setia (pasukan Bhayangkari) di bawah pimpinan Gajah Mada. Atas usaha Gajah Mada ibukota dapat direbut lagi, dan kembali Jayanegara bertahta, Atas jasanya Gajah Mada diangkat menjadi patih Kahuripan dan kemudian Kediri.

Dalam pemerintahannya Raja Jayanegara menggunakan lambang Minadwaya (dua ekor ikan).

#Tribhuwana Tunggadewi (1328 -1350)

Jayanegara wafat tidak meninggalkan putra, maka Gayatri atau Rajapatni berhak menjadi raja. Karena Gayatri telah menjadi bhiksuni (pendeta agama Buddha), maka diwakilkan kepada Sri Gitarya, Bhre Kahuripan yang bergelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana. Timbul pemberontakan Sadeng, yang dapat dipadamkan oleh Gajah Mada, karena jasanya pada tahun 1331 Gajah Mada diangkat menjadi perdana menteri, yang pada saat pelantikannya mengucapkan Sumpah Palapa.

Tahun 1350 Gayatri atau Rajapatni wafat, Tribuwana yang mewakilinya menyerahkan kekuasaan itu pada anaknya bernama, Hayam Wuruk.

#Rajasanegara (1350 -13891)

Hayam Wuruk naik tahta pada usia 16 tahun, bergelar Rajasanegara, merupakan raja terbesar dalam sejarah Majapahit dengan Gajah Mada sebagai Mahapatih. Kekuasaannya meliputi seluruh Kepulauan Nusantara, bahkan masih ditambah dengan Tumasik (Singapura) dan Semenanjung Melayu. Karya sastra yang terkenal diantaranya :

  • Negarakertagama karya Mpu Prapanca
  • Sutasoma atau Parusadashanta dan
  • Arjunawijaya karya Mpu Tantular.

Tahun 1364 Gajah Mada wafat, kedudukannya diganti oleh 4 orang menteri. Tahun 1389 Hayam Wuruk Wafat.

#Wikramawardhana (1389 – 1429)

Hayam Wuruk dengan permaisurinya hanya mempuyai seorang putri yaitu Kusumawardhani yang selanjutnya memerintah bersama suaminya Wikramawudhana yang masih saudara sepupunya. Bhre Wirabumi, anak dari selir diberi kekuasaan memerintah daerah Blambangan, merasa tidak puas, dan merasa lebih berhak atas tahta Majapahit.

Tahun 1401 – 1406 timbul perang saudara antara Bhre Wirabumi dan Wikramawardhana. Bhre Wirabumi gugur (Perang Paregreg). Tahun 1429 Wikramawurdhana wafat, Majapahit telah menjadi kerajaan kecil akibat dari satu persatu daerahnya melepaskau diri. Tahun 1478 Bhatara Prabu Girindrawardhana raja Daha merebut Majapahit dari Raja Kertabumi (Raja Majapahit yang terakhir).

Baca Juga: Sejarah Kerajaan Majapahit Terlengkap

12. Kerajaan Samudra Pasai

Samudra Pasai adalah kerajaan Islam Nusantara yang pertama. Letaknya di Aceh Utara (sekarang masuk Kabupaten Lhoksumawe) berdiri abad 13.

Raja-rajanya ialah :

  • Sultan Malik al Saleh.tahun 635 Hijriah atau l297 Masehi
  • Sultan Muhammad bergelar Sulatan Malik al Tathir.

Baca Juga: “Kerajaan Samudera Pasai” Sejarah & ( Kehidupan Politik – Ekonomi – Sosial – Budaya )

13. Kerajaan Demak

Raden Patah(±1500 -1518). Pada awal 1500 seorang Bupati Demak yang memeluk agama Islam yaitu Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit. Dibantu para ulama Raden Patah mendirikan Kerajaan Demak. Selanjutnya Demak berkembang menjadi pusat pengembangan agama Islam. Tahun 1511 hubungan Demak dengan Malaka terputus karena Malaka dikuasai Portugis. Tahun 1513 armada Demak dibawah pimpinan Pati Unus menyerang malaka tetapi gagal.

Pati Unus (1518 – l 521) Pati Unus terkenal dengan sebutan pangeran sabrang Lor, hanya tiga tahun menjadi raja.
Sultan Trenggana (1521 – 1546) Sultan Trenggana adalah menantu Pati Unus. Tahun 1522 mempercayai seorang ulama dari Pasai (Faletehan) untuk memimpin armada Demak merebut Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon dari Pajajaran. Tahun 1546 Sultan Trenggana gugur dalam usahanya menaklukan Pasuruan. Setelah itu timbul perebutan kekuasaan antara Sunan Prawata (putra sulung Sultan Trenggana) dengan Pangeran Sekar (adik Sultan Trenggana). Sunan Prawata naik tahta setelah membunuh Pangeran Sekar, tak lama kemudian Sunan Prawata dibunuh oleh Arya Penangsang (anak Pangeran Sekar).

Baca Juga: Kerajaan Demak : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Masa Kejayaannya Secara Lengkap

14. Kerajaan Pajang

Jaka Tingkir (menantu Sultan Trenggana), berhasil membinasakan Arya Penangsang atas bantuan Kyai Ageng Pemanahan. Jaka tingkir naik tahta bergelar Adiwijaya dan memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang. Kerajaan Pajang tidak lama berdiri. Setelah Sultan Adiwijaya wafat terjadi perebutan kekuasaan. Arya Pangiri (anak Sunan Prawata) mencoba merebut di gagalkan Pangeran Benawa (anak Sultan Adiwijaya) dibantu Sutawijaya (anak Kyai Ageng Pemanahan). Pangeran Benawaa merasa tidak sanggup menggantikan ayah handanya, maka menyerahkan kekuasaan kepada Sutawijaya, yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Mataram.

15. Kerajaan Mataram Islam.

Sutawijaya lebih dikenal dengan Panambahan Senapati. Panembahan Senapati wafat tahun 1601. Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di “Bumi Mentaok” yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan.

Kerajaan Mataram pada masa keemasannya pernah menyatukan tanah Jawa dan sekitarnya, termasuk Madura. Negeri ini pernah memerangi VOC di Batavia untuk mencegah semakin berkuasanya firma dagang itu, namun ironisnya malah harus menerima bantuan VOC pada masa-masa akhir menjelang keruntuhannya.

Mataram merupakan kerajaan berbasis agraris/pertanian dan relatif lemah secara maritim. Ia meninggalkan beberapa jejak sejarah yang dapat dilihat hingga kini, seperti kampung Matraman di Batavia/Jakarta, sistem persawahan di Pantura Jawa Barat, penggunaan hanacaraka dalam literatur bahasa Sunda, politik feodal di Pasundan, serta beberapa batas administrasi wilayah yang masih berlaku hingga sekarang.

Baca Juga: Kerajaan Mataram Islam : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Kehidupan Politiknya Secara Lengkap

16. Kerajaan Banten

Setelah Faletehan merebut Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon, maka dialah yang menguasainya. Karena di Demak timbul perebutan kekuasaan maka pada tahun 1522 Faletehan menyerahkan Banten kepada putranya Hasanuddin sebagai raja Banten yang pertama dan Faletehan memusatkan perhatiannya pada agama Islam di Gunung Jati, Cirebon. adalah sebuah kerajaan Islam yang pernah berdiri di Provinsi Banten, Indonesia. Berawal sekitar tahun 1526, ketika Kerajaan Demak memperluas pengaruhnya ke kawasan pesisir barat Pulau Jawa, dengan menaklukan beberapa kawasan pelabuhan kemudian menjadikannya sebagai pangkalan militer serta kawasan perdagangan.

Maulana Hasanuddin, putera Sunan Gunung Jati berperan dalam penaklukan tersebut. Setelah penaklukan tersebut, Maulana Hasanuddin mendirikan benteng pertahanan yang dinamakan Surosowan, yang kemudian hari menjadi pusat pemerintahan setelah Banten menjadi kesultanan yang berdiri sendiri.

Selama hampir 3 abad Kesultanan Banten mampu bertahan bahkan mencapai kejayaan yang luar biasa, yang diwaktu bersamaan penjajah dari Eropa telah berdatangan dan menanamkan pengaruhnya. Perang saudara, dan persaingan dengan kekuatan global memperebutkan sumber daya maupun perdagangan, serta ketergantungan akan persenjataan telah melemahkan hegemoni Kesultanan Banten atas wilayahnya. Kekuatan politik Kesultanan Banten akhir runtuh pada tahun 1813 setelah sebelumnya Istana Surosowan sebagai simbol kekuasaan di Kota Intan dihancurkan, dan pada masa-masa akhir pemerintanannya, para Sultan Banten tidak lebih dari raja bawahan dari pemerintahan kolonial di Hindia Belanda.

Raja-raja yang lain ialah :

  • Pangeran Yusuf (1570)
  • Maulana Muhammad (baru berusia 9 tahun), tahun 1596 gugur dalam usahanya menyerang Palembang
  • Abdulmufakir (baru berusia 5 tahun), pemerintahan dikendalikan oleh Mangkubumi Jayanegara.

Baca Juga: Kerajaan Banten : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Masa Kejayaannya Secara Lengkap

17. Kerajaan Malaka

Kerajaan Malaka tidak terletak di kawasan Nusantara.

Raja-rajanya ialah :

  • Paramisora, pelarian dari Majapahit, yang telah masuk lslam, yang telah diganti nama Sultan Iskandar Syah
  • Sultan Mansyur Syah
  • Sultan Mahmud Syah

Tahun 1511. Malaka jatuh ke tangan Portugis.

18. Kerajaan Aceh

Pada awal abad 16 masih merupakan kerajaan kecil, di bawah kekuasaan Pedir. Raja-rajanya ialah :

  • Sultan Ibrahim. Aceh melepaskan diri dari Kerajaan Pedir. Aceh semakin maju karena Malaka di kuasai oleh Portugis, sehingga pedagang Islam dari Arab dan Gujarat mengalihkan perdagangannya ke Aceh.
  • Sultan Iskandar Muda (1607-1639). Pada pemerintahannya Aceh mencapai puncak ketayaannya.

19. Kerajaan Ternate

Berdiri kira-kira Abad ke 13. Abad 14 Ternate Menjadi Kerajaan Islam. Masa Pemerintahan Sultan Baabullah Ternate Mencapai puncak kejayaannya. Tahun 1575 Sultan Baabullah Mengusir Portugis Dari Maluku. Baabullah bergelar yang di pertuan di 72 pulau, meluaskan wilayahnya sampai Filipina.

Baca Juga: Kerajaan Ternate & Tidore : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan Beserta Kehidupan Politiknya Secara Lengkap

20. Kerajaan Tidore

Merupakan kerajaan Islam di Maluku. Sempat diadu domba oleh Portugis dan Spanyol, untuk berselisih dengan Kerajaan Ternate, tetapi berbalik kembali bahkan bersama-sama mengusir bangsa Portugis dari Maluku. Rajanya yang terkenal adalah Sultan Nurku, yang gigih berjuang mengusir Belanda. Wilayahnya meliputi Halmahera. Seram, Kai, dan, sampai Papua.

21. Kerajaan Makasar

Pada abad ke 16 di Sulawesi Selatan terdapat dua kerajaan, yaitu Goa dan Tailo. Kedua kerajaan itu bersatu dengan nama Goa-Tailo, atau Makasar dengan ibu kota sombaopu, sebagai kerajaan Islam pertama di Sulawesi. Raja-rajanya ialah :

  • Raja Goa Daeng Manribia dengan gelar Sultan Alaudin. Mangkubuninya adalah raja Tailo Karaeng Matoaya bergelar Sultan Abdullah
  • Sultan Hasanuddin, masa pemerintahannya mencapai puncak kejayaan

Baca Juga: Kerajaan Makassar : Sejarah, Raja, Dan Peninggalan, Beserta Kehidupan Politiknya Secara Lengkap

22. Kerajaan Banjar

Dengan bantuan Kerajaan Demak, abad ke-76 Kerajaan Banjar di Kalimantan Selatan menaklukan Daha (sebuah kerajaan di pedalaman Kalimantan) Banjar adalah kerajaan Islam, dengan rajanya Raden Samudra yang Telah masuk Islam Berganti Nama Sultan Suryanullah.

Demikian artikel tentang 22 Nama Kerajaan Di Indonesia, Sejarah Beserta Rajanya Lengkap semoga dapat menambah wawasan.

Baca Juga:

22 Nama Kerajaan Di Indonesia, Sejarah Beserta Rajanya Lengkap
5 (100%) 4 votes