21 Pengertian, Tujuan, Nilai Dan Jenis Konstitusi Terlengkap Menurut Para Ahli

Posted on

Pengertian, tujuan, nilai, jenis konstitusi menurut para ahli– Undang-Undang Dasar (Konstitusi) atau dalam bahasa latin “Constitutio” di sebuah negara adalah pembentukan norma-norma politik dan sistem hukum di negara pemerintah-biasanya dikodifikasikan sebagai sebuah dokumen yang tertulis. Hukum itu tidak mengatur hal-hal secara detail, tetapi hanya menjelaskan prinsip-prinsip yang menjadi dasar untuk aturan lainnya.

Pengertian konstitusi
Pengertian konstitusi

Dalam kasus pembentukan sebuah negara, konstitusi membuat aturan dan prinsip entitas hukum dan politik, istilah itu secara khusus untuk menetapkan sebuah konstitusi nasional sebagai prinsip dasar hukum atau politik, prinsip-prinsip dasar hukum, termasuk dalam membentuk prosedur, struktur, struktur dan wewenang dari negara pemerintah, Konstitusi struktur, menjamin dan merujuk mereka hak rakyat. Konstitusi Istilahnya dapat diterapkan untuk seluruh hukum yang menjelaskan fungsi pemerintahan negara.

Pengertian Konstitusi

Konstitusi umumnya dikodifikasi sebagai dokumen yang berisian aturan untuk menjalankan organisasi pemerintah negara, pengertian ini masih umum, konstitusi harus ditafsirkan dalam arti bahwa tidak semuanya berupa dokumen tertulis, tetapi menurut ahli hukum dan ilmu politik konstitusi harus diartikan termasuk kesepakatan negara, politik, kekuasaan, negara, pengambilan keputusan dan distribusi ataupun alokasi.

Konstitusi bagi organisasi pemerintah yang bersangkutan, ada berbagai bentuk dan kompleksitas strukturnya, tidak ada konstitusi politik atau hukum, tetapi konstitusi juga mengandung arti konstitusi ekonomi.

Saat ini, istilah konstitusi sering di identikkan dengan dokumen atas suatu kodifikasi yang ditulis dalam bahasa Inggris dan tidak memiliki konstitusi dalam bentuk kodifikasi namun berdasarkan hukum konstitusional negara di Inggris.

“Konstitusi” Istilah ini berasal dari bahasa Inggris “Constitution” dan dari bahasa Belanda “constitue” dalam bahasa Latin (contitutio, constituere) di Perancis adalah “constiture” dalam bahasa Jerman “vertassung” di RI konstitusi identik dengan Undang-undanga dasar.

Konstitusi / aturan dapat didefinisikan sebagai aturan dasar dan yang memuat ketentuan – ketentuan pokok dan menjadi sumber hukum. Konstitusi adalah keseluruhan baik aturan tertulis dan tidak tertulis cara mengikat pemerintah diadakan dalam suatu keadaan masyarakat negara.

Pengertian Konstitusi menurut para ahli

  • K. C. Wheare, konstitusi adalah negara yang memiliki seluruh sistem ketatanegaraaan yang merupakan kumpulan aturan yang membentuk / memerintah dalam suatu pemerintahan negara.
  • Lasalle, konstitusi adalah hubungan antara kekuatan yang terkandung dalam sekelompok orang yang memiliki posisi yang nyata dalam masyarakat, misalnya kepala angkatan bersenjata negara itu, partai politik, dll
  • Herman heller, konstitusi memiliki arti yang lebih luas dari Undang-undang dasar. Konstitusi tidak hanya yuridis tetapi juga sosiologis dan politis.
  • LJ Van Apeldoorn, Baik peraturan tertulis dan aturan tidak tertulis dalam konstitusi .
  • Koernimanto Soetopawiro,  Dalam bahasa Latin “cisme”  atau Konstitusi yang berarti bersamaan dengan UU (undang-undang) yang berarti membuat sesuatu untuk berdiri. Jadi konstitusi memiliki arti menetapkan sesuatu secara bersama-sama.
  • Carl schmitt membagi konstitusi ada empat pengertian yaitu sebagai berikut:

1. Konstitusi dalam arti absolut memiliki empat sub pengertian yaitu sebagai berikut;

  • Konstitusi sebagai organisasi serikat yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada di negeri ini.
  • Konstitusi adalah bentuk negara.
  • Konstitusi adalah faktor integrasi.
  • Konstitusi adalah suatu sistem yang tertutup dari norma hukum yang tertinggi di negara.

2. Konstitusi memiliki arti relatif dibagi menjadi dua istilah, yaitu konstitusi sebagai tuntutan agar hak-hak mereka dapat dijamin oleh pemerintah dan konstitusi sebagai konstitusi dalam arti formal (konstitusi dapat ditulis) dan konstitusi di pengertian bahan (dalam hal isi konstitusi ),

3. Konstitusi dalam arti positif adalah sebagai keputusan politik tertinggi sehingga untuk mengubah tatanan kehidupan negara.

4. Konstitusi ideal dalam arti bahwa konstitusi yang meliputi jaminan hak dan perlindungan warga negara.

Tujuan Konstitusi

  • Membatasi kekuasaan pemerintah agar tidak sewenang-wenang – yang berarti tanpa membatasi kekuasaan penguasa yang sewenang-wenang, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan mungkin otoritas kekuasaan akan merajalela dan dapat menyakiti orang.
  • Melindungi hak asasi manusia memiliki arti bahwa setiap penguasa memiliki hak untuk menghormati hak asasi manusia orang lain dan hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam hal pelaksanaan hak-hak mereka.
  • Pedoman berarti tidak adanya pedoman untuk konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan tegak.

Nilai Konstitusi

  • Nilai normatif yakni konstitusi yang resmi diterima oleh suatu negara, dan bagi negara atau bangsa konstitusi ini tidak berlaku hanya dalam arti hukum (legal), namun juga kekuatan nyata di masyarakat dalam arti berlaku efektif dan dilakukan secara ketat dan konsisten.
  • Nilai nominal adalah konstitusional menurut hukum yang berlaku, namun tidak sempurna. Ketidak sempurnaan yang disebabkan pasal tertentu tidak berlaku / tidak seluruh pasal yang terdapat dalam Konstitusi berlaku untuk seluruh wilayah negara.
  • Nilai semantik adalah konstitusi yang berlaku sebagai kepentingan penguasa. Kekuatan memobilisasi, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat sebagai pelaksanaan kekuasaan politik.

Jenis Konstitusi

A. Macam-macam Konstitusi
Menurut CF. Strong konstitusi terdiri atas dua macam, yaitu sebagai berikut:

  1. Konstitusi secara tertulis adalah aturan – dasar atau aturan pokok suatu negara, gedung negara dan pemerintahan, serta aturan dasar lainnya yang mengatur kehidupan bangsa dalam hukum negara persekutuan.
  2. Konstitusi secara tidak tertulis / konvensi adalah bentuk atau kebiasaan konstitusional yang sering timbul.

B. Syarat konvensi yakni:

  1. Dipergunakan dan diakui secara berulang – ulang secara langsung dengan penyelenggaraan negara.
  2. Tidak bertentangan dengan UUD 1945.
  3. Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945.

Secara teoritis konstitusi dibedakan menjadi:

C. Konstitusi Politik yang berisi tentang norma-norma dalam penyelenggaraan sebuah negara, hubungan pemerintah da rakyat dan hubungan antara lembaga-lembaga negara.

D. Konstitusi Sosial adalah undang-undang dasar negara yang mengandung cita – cita sosial bangsa, sosial, perumusan filosofis negara, sistem ekonomi dan sistem politik negara yang ingin maju.

Unsur Konstitusi

Menurut Sri Sumantri konstitusi memiliki tiga hal pokok yakni:

  1. Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental.
  2. Jaminan terhadap Hak Asasi Manusia dan warga negara.
  3. Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan.

Menurut Miriam Budiarjo, konstitusi memiliki arti:

  1. HAM (Hak Asasi Manusia).
  2. Peraturan penyelesaian masalah pelanggaran hukum.
  3. Organisasi negara.
  4. Cara perubahan konstitusi.

Menurut Koerniatmanto Soetopawiro, konstitusi berisi tentang:

  1. Jaminan HAM (Hak Asasi Manusia).
  2. Peryataan ideologis
  3. Pembagian kekuasaan negara.
  4. Larangan perubahan konstitusi.
  5. Perubahan konstitusi.

Pembentukan Parameter

  1. Agar bentuk pemerintahan dapat dijalankan sebagai demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat.
  2. Prinsip Melindungi demokrasi.
  3. Menciptakan Kedaulatan tertinggi di tangan rakyat.
  4. Untuk melaksanakan dasar negara.
  5. Menentukan hukum yang adil.

 

Demikian Penjelasan Tentang 21 Pengertian, Tujuan, Nilai dan Jenis Konstitusi Terlengkap Menurut Para Ahli semoga Dapat Bermanfaat Bagi Pembaca GuruPendidikan.Com 😀